Ketik disini

Headline Metropolis

Hoax Menyebar, Isu PKI Tidak Sampai Meresahkan

Bagikan

Sejumlah peristiwa terjadi di Kota Mataram sepanjang tahun ini. Mulai dari menggilanya harga cabai yang sampai menyentuh Rp 100 ribu perkilogramnya, perubahan OPD dan sebagainya. Beberapa kasus juga sempat menjadi viral di media, seperti kasus tangkap tangan tim saber pungli terhadap seorang kepala sekolah hingga kasus Nuril. Berikut catatannya.

***

A�Januari, 2017

Di malam pergantian tahun dari tahun 2016 ke 2017, slogan politik untuk pertama kali terdengar. Ini tidak lepas dari rencana sang Wali Kota Mataram bertarung dalam Pemilihan Gubernur 2018. Saat itu, kalimat a�?Dari Mataram untuk NTB yang Lebih Baika�? terus menggema.

Selain, soal politik, Januari 2017 juga menjadi awal, nomenklatur susunan organisasi pemerintah daerah banyak berubah. Sebutan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pun diubah menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Perubahan ini menyusul dengan berlakunya UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Berlakunya UU ini membuat, banyak organisasi yang dipisah, dilebur, dan ada juga yang dihilangkan.

Persoalan yang juga sempat hangat awal tahun yakni menggilanya harga cabai di Kota Mataram. Harga sampai menyentul level Rp 115 ribu kala itu dan disebut termahal dalam 16 tahun terakhir. Kenaikan harga ini, tidak lepas dari isu dan politik nasional.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

A�Februari, 2017

Persoalan banjir kembali melanda Kota Mataram. Hujan yang turun sejak dua hari membuat Kota 5 lingkungan yang terendam parah. Tidak hanya banjir, tetapi pohon tumbang akibat terjangan angin dari catatan BPBD Kota sebanyak 15 titik.

Salah satu yang paling merasakan dampak dari banjir kemarin adalah SDN 45 Ampenan. Sekolah ini sampai diliburkan, karena air merendam seluruh kawasan sekolah dengan ketinggian air mencapai setengah meter lebih.

Selain banjir ada juga gelombang ekstrim melanda kawasan sepanjang pantai di Kota Mataram. Salah satunya di pantai Mapak Indah air laut terlihat berubah warna menjadi keruh. Gelombang terlihat liar dan cukup tinggi.

Maret, 2017

Praktik pungli yang terjadi di SMPN 6 Mataram menyeret kepala sekolah setempat berinisial LM sebagai tersangka. Sebelumnya, LM terjerat dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan bukti Rp 18 juta, oleh tim satgas saber pungli sekitar akhir tahun 2016 lalu.

Selain, persoalan pungli, hoax dan gambar sadisme mulai meresahkan warga kota. Perang hoax dan gambar sadisme mulai dikampanyekan. Tak terkecuali dari kepolisian, menjanjikan akan turun saat itu, Memburu para pelaku penyebar hoax dan gambar sadisme.

Salah satu bentuk hoax yang sempat heboh saat itu yakni kabar soal penculik anak bergentayangan di Kota Mataram.

A�April, 2017

Polemik dana aspirasi, mewarnai bulan april 2017. Kabar ada deal politik di balik angka jumbo dana aspirasi, seperti bau amis yang menyebar ke mana-mana.

Angka Rp 1,3 miliar untuk masing-masing anggota dewan di Kota Mataram dinilai relatif besar. Jika saja, angka itu disuntikan ke 50 kelurahan dengan masing-masing Rp 1 miliar tentu betapa makmur wilayah kota.

Selain persoalan wakul rakyat, ada juga persoalan penyakit rakyat yang mewarnai bulan April. Wakil Wali Kota Mataram secara terang-terangan menyebut kesulitan memberantas minuman keras tradisional tuak, yang kerap dituding menjadi biang keladi keributan di tengah warga.

Upaya pemberian bantuan alih usaha, justru dimanfaatkan para pedagang tuak untuk memperbesar usahanya.

Bulan April juga menjadi momentum panasnya hubungan antara ojek online dengan ojek pangkalan. Khawatir dapat mendorong ledakan konflik di tengah masyarakat, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram HL Junaidi, meminta ojek ini berhenti beroperasi, sebelum ada payung hukum yang jelas.

A�Mei, 2017

Kondisi cuaca tak menentu di bulan Mei membuat resah. Salah satunya mewabahnya demam berdarah dangue (DBD). Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram mencatat satu orang warga meninggal akibat DBD.

Di bulan ini kasus Nuril Maknun mulai menarik perhatian publik. Nuril harus bertarung melawan mantan atasannya yakni H Muslim di meja hijau. Belakangan diketahui Muslim adalah mantan atasan Nuril, di SMA 7 Mataram. Sebelum akhirnya Muslim dimutasi ke Dispora Kota Mataram.

Selain itu, di Bulan Mei, Kota Mataram berhasil meraih WTP untuk ketiga kalinya. Sebab berhasil menjaga opini tertinggi dalam akuntabilitas laporan keuangan dan aset menurut Badan Pemeriksa Kuangan (BPK).

a�?Kita sudah dapatkan WTP lagi,a�? kata Inspektur Inspektorat Kota Mataram Makbul Maksum.

Juni, 2017

Wacana untuk memindahkan kantor Wali Kota Mataram, menguat. Di bulan ini, secara terang-terangan pemerintah kota, menyebut sudah mengatakan jika konsep kantor wali kota sudah ada.

a�?Perencanaan kantor (konsep) secara umum sudah selesai,a�? kata Sekda Kota Mataram Effendi Eko Saswito.

Opsi letak pembangunan kantor saat itu juga terus digodok. Tapi opsi yang akhirnya menjadi pilihan terkuat yakni di Jalan Gajah Mada, Jempong.

Bulan Juni, juga bertepatan dengan bulan puasa bagi umat muslim. Tapi perang melawan pakrik asusila tak berkurang di bulan ini. Saat itu, politisi lingkar selatan I Gusti Bagus Hari Sudana Putra menantang Satpol PP Kota Mataram untuk tidak hanya melakuan razia di hotel-hotel kelas melati dan kos-kosan. Tetapi juga tegas melakukan penertiban juga di hotel berbintang.

Di bulan puasa ini,A� untuk pertama kalinya terpantau harga sembako aman. Inflasi juga disebut masih stabil. Kepala Bappeda Kota Mataram H Amiruddin menyebutkan pengendalian inflasi akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

a�?Ini karena ada komitmen serius dan dibentuknya Satgas Pangan dimana leading sektornya adalah kepolisian,a�? jelas Amir.

A�Juli, 2017

Konflik antar warga meletus di Pagutan. Konflik ini antara Lingkungan Presak dan Lingkungan Asak yang sempat selisih paham.

Bulan Juli juga diwarnai dengan terungkapnya kasus asusila yang menjerat salah satu pejabat Dinas Pertanian Kota Mataram. Pelaku berinsial AM saat itu terancam dihukum berat, dari pencopotan dari jabatan, di staffkan, hingga dipecat dari PNS.

Di bulan Juli juga menjadi momentum terungkapnya rencana kenaikan gaji anggota dewan dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Adminsitratif Pimpinan dan Anggota DPRD. Anggota dewan mengantongi gaji antara Rp 23-24 juta dalam sebulan.

Di bulan ini juga, Pemkot mengekspose rencana membangun monumen AMAN. Munumen yang dikemudian hari akhirnya harus diganti namanya menjadi Monumen Mataram Metro, karena menuai banyak kontroversi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura, bahkan berturur dirinya telah save anggaran, sebesar Rp 5 miliar.

a�?Monumen ini, akan dinamai monumen AMAN,a�? terangnya.

A�Agustus, 2017

Bulan Agustus menjadi bulan emas. Di bulan inilah akhirnya Piala Adipura, akhirnya bisa diboyong kembali ke Kota Mataram. Setelah tujuh tahun gagal menggenggam penghargaan. Penghargaan di bidang lingkungan hidup ini, memang cukup bergengsi. Kota Mataram berhasil keluar menjadi satu-satunya daerah di NTB yang meraih penghargaan adipura di kategori Sedang.

Tapi di bulan Agustus, juga menjadi momen menyedihkan bagi Bus Rapid Transit (BRT). Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memotong anggaran Rp 750 juta yang awalnya dihajatkan untuk kendaraan massal itu. Imbasnya hingga kini, nasib kendaraan itu tak kunjung jelas.

Kabar pemotongan dana tranfer pusat juga mulai banyak menyita perhatian Pemerintah Kota Mataram. Salah satunya melalui Dana Alokasi Khusus (DAU). Besarnya pemotongan bervariatif. Dari 0,8 a�� 1,8 peresen dari total DAU yang pernah diperoleh.

a�?Mendekati angka Rp 11 miliar,a�? kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito kala itu.

A�September, 2017

September menjadi momentum diperkenalkannya sistem smart city milik Pemkot Mataram. Dengan memasang 15 Closed Circuit Television (CCTV) di sejumlah tempat. Jumlah ini, melengkapi 5 unit CCTV yang sudah terpasang di beberapa titik yang kerap ada masalah. Mulai dari soal sampah dan kemacetan.

CCTV ini nanti bakal menjadi mata-mata yang secara realtime memantau kondisi terkini, melalui Command Center.

Tapi september menjadi waktu yang kelabu. Baik bagi Keluarga Pemkot Mataram dan seluruh warga kota. Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram H Ridwan meninggal dunia.

Tak hanya itu, proyek jembatan Dasan Agung juga menelan korban jiwa. Proyek yang dikemudian hari akhirnya, terus menuai banyak polemik. Dari mangkrak hingga akhirnya meningkatkan tensi antara Pemkot Mataram dengan GAPENSI Lobar.

Oktober, 2017

Warga kota kembali dihadapkan pada situasi musiman. Di mana air bersih sulit didapat. Warga di jalan Jalan Cempaka, BTN Sweta mengeluhkan tiga hari air PDAM kering kerontang. Keluhan ini berlanjut di sejumlah tempat.

Persoalan lainnya yang juga muncul di bulan Oktober adalah kartu kombo yang tak kunjung tuntas persoalannya. Ribuan warga harus gigit jari setelah gagal membeli beras dengan kartu kombo di agen BRILink. Padahal distribusi beras rastra tengah berlangsung.

Jelang tibanya musim penghujan, tanaman Amorphos Phallos kembali ditemukan tumbuh sejumlah tempat di Kota Mataram. Amorphos Phallos atau bunga bangkai salah satunya ditemukan di dekat rumah Munaip, warga Lingkungan Turida Barat, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

November, 2017

November menjadi waktu dimana hujan lebat disertai angin kencang kembali a�?sapaa�? kota. Banyak titik tergenang seperti mengulangi kejadian di tahun-tahun sebelumnya.

Bulan November, juga menjadi bulan perjuangan para pekerja dan buruh menaikan taraf hidup mereka. Melalui SPSI pekerja menutut agar UMK Rp 1,917 juta. Perjuangan ini akhirnya kandas, karena pemkot lebih memilih menyetujui usulan dari para Pengusaha. Dengan menaikan upah sebesar Rp 1,863 juta.

Kasus prostitusi online juga mewarnai pemberitaan di Bulan November. Kepala Bidang Oprasional Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati bahkan mengaku pernah melakukan investigasi khusus, melacak kebenaran soal prostutusi ini.

A�Desember, 2017

Awal bulan Desember sempat ada provokasi dengan muncul poster palu arit di sejumlah tempat. Beruntungnya, aksi provokasi oleh oknum yang belum diketahui pelakunya ini, bisa segera diredam.

Di bulan ini, Pemkot Mataram banyak mendapat penghargaan. Salah satunya Kota Mataram menempati urutan ke dua setelah Manado dalam skorsing penilaian yang dilakukan Ombudsman RI dalam kepatuhan standar pelayanan publik. Selain itu ada juga penghargaan dari PhilipKotlerCenter pada Ajang Wali Kota Enterpreneur Award. Tak main-main penghargaan ini levelnya ASEAN. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka