Ketik disini

Politika

Tahun 2017, Tahun Partai Politik

Bagikan

MATARAM— Gerindra menjadi pusat manuver pertama awal tahun kala Ketua Umum H Prabowo Subianto mengunjungi daerah ini. Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT adalah yang ditemuinya kala itu.

Menjadi penanda arah dukungan pada Suhaili, nyatanya arah Gerindra berubah di tengah jalan. Dimulai dengan pergantian tampuk kepemimpinan Gerindra NTB dari H Wilgo Zainar kepada H Ridwan Hidayat, Gerindra mulai menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Diawali dengan rekomendasi pada H Ahyar Abduh, partai ini akhirnya memastikan dukungan pada paket Ahyar-Mori setelah Prabowo memberikan langsung SK dukungan. Dia bahkan hadir dalam deklarasi Ahyar-Mori di Masbagik 1 Oktober lalu. Kala itu Prabowo menyebut keduanya sosok yang pas. Ahyar dengan pengalamannya menata Mataram, sementara Mori sosok muda yang dikatakan cerdas.

Tak hanya Gerindra, partai-partai lain juga memainkan posisinya. Partai seperti Hanura, PPP, PAN, dan PKB bahkan membuka pendaftaran resmi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ketua Hanura NTB H Mudahan Hazdie mengatakan ada sejumlah pelamar. Nama-nama yang mendaftar bacagub/bacawagub NTB adalah H Ahyar Abduh, Kolonel Lalu Rudy Ilham Srigede, H Muhammad Amin, HL Wildandan H Sunardi Ayub. Ada juga H Ahmad Rusni, H Jamaludin Malik, H Aris Muhamad, termasuk H Subbuhunnuri dan dirinya sendiri.

Namun, alih-alih mendukung satu diantaranya, belakangan Hanura justru condong pada Ali-Sakti, dua sosok yang sama-sama tak pernah mendaftar. Makin aneh karena mereka adalah paket independen yang maju tidak melalui partai.

PDIP tampak menjadi antitesa Hanura. Awalnya merapat pada Ali dengan mendorong paket Ali-Selly dan seolah tak peduli kendati menggunakan jalur independen. Belakangan PDIP berpaling dan mendukung Ahyar-Mori.

PKB adalah contoh lain yang sangat licin pergerakannya. Bermula dari pembukaan pendaftaran di tengah tahun, sejumlah kandidat merapat. Awalnya Ahyar-Mori sangat yakin disokong. Belakangan justru Suhaili-Amin yang mesra dengan partai tersebut. Belum usai kejutan, November lalu giliran Zul-Rohmi yang diberi angin.

“SK baru keluar Januari 2018, antara mereka yang uji kelayakan dan kepatutan di pusat,” kata Ketua PKB NTB HL Hadrian Irfani.

Sementara PAN dan PBB hingga kini juga belum keluar SK dukungannya. Kendati sudah berproses sejak tengah tahun ini.

“Kami ada tiga pilihan, Antara H Ahyar Abduh, Prof H Farouk Muhammad, dan Dr H Zulkieflimansyah,” kata Ketua PAN NTB H Muazzim Akbar.

Mengenai pergerakan, PPP dapat dikatakan yang paling lembut. Setelah membuka pendaftaran dan melakukan serangkaian ujian, dengan cepat partai Kakbah membuat keputusan. 21 September lalu, SK dukungan bahkan sudah dikeluarkan. Setelahnya praktis tak ada gejolak, apalagi perubahan.

Demokrat lain lagi. Melakukan debat kandidat, ujungnya tak ada pengumuman siapa pemenangnya. Demokrat hanya memastikan mengusung kadernya Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah sebagai bakal calon wakil gubernur. Belakangan Dr H Zulkieflimansyah yang menjadi pasangannya, setelah PKS mengeluarkan SK, Rabu 27 Desember lalu.

2017 benar-benar menjadi tahun dimana partai memainkan posisinya, loncat sana sini, dengan ragam variasi. 2018 menghitung hari. Kita tunggu kejutan dari partai-partai yang tak kunjung memberikan SK dukungan. (yuk/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka