Ketik disini

Selong

Berburu Apel Sembalun, Tiket Rp 30 Ribu, Boleh Petik Dua Buah Apel

Bagikan

Untuk menikmati kelezatan apel segar yang baru dipetik dari pohonnya kini tak perlu jauh-jauh ke luar daerah. Di Sembalun, Lombok Timur, terdapat kebun apel yang bisa dikunjungi dan dinikmati siapapun. Bagaimana rasanya?

***

Udara berkabut menutupi sebagian wilayah Sembalun Minggu (31/12) lalu. Meski siang hari, udara dingin yang masuk ke pori-pori menyelimuti di wilayah yang dikelilingi pegunungan Rinjani ini. Ya di sinilah lokasi kebun apel yang ada di Lombok Timur (Lotim).

Buah yang mengandung banyak vitamin dan kaya serat ini tumbuh subur di wilayah ini. Di lahan seluas sekitar 50 are, ratusan pohon apel di salah satu kebun milik Vila Agro berjejer rapi dengan buah yang lebat. “Ada apel hijau ada juga apel merah,” terang Idal Umam penunggu kebun apel ini.

Beruntung, saat Lombok Post bertandang ke lokasi ini, kebun apel ini  baru saja dibuka untuk umum. Sehingga, ketika hari pertama, buah yang siap dipanen masih terlihat bertumpuk di dahan dan ranting.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Tak mau membuang banyak waktu, koran ini langsung mencicipi buah ini beberapa detik setalah dipetik. Rasanya sedikit  berbeda dari apel biasanya yang ada di pasaran. Kandungan airnya lebih banyak dengan rasa sedikit lebih kecut. Namun, untuk apel yang matang sempurna khususnya berwarna merah, rasanya lebih manis. Gabungan sedikit rasa kecut dan manis membuat apel Sembalun memiliki rasa yang khas. Karena dagingnya juga sedikit lebih krenyes.

“Sudah ada ratusan yang datang dari tadi pagi. Rencananya sih besok dibukanya tapi karena tamu vila semakin banyak makanya dibuka hari ini. ” beber Umam, sapaan warga asli Sembalun tersebut.

Umam menjelaskan, dalam setahun, kebun apel di Sembalun berbuah sebanyak dua kali. Tepatnya sekitar bulan Desember-Januari dan Agustus-September. Ketika sudah berbuah, nantinya kebun apel ini akan dibuka untuk wisatawan atau pengunjung yang datang. Dengan ketentuan, sekali masuk biaya yang harus dibayar Rp 30 ribu.

“Itu nanti dapat petik apel dua buah. Bisa dimakan langsung di lokasi kebun atau dibawa pulang,” terang Umam.

Dengan banyakanya wisatawan yang berkunjung ke lokasi ini, Umam mengaku ia berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp 3 juta lebih per hari. Dimana, dengan kondisi buah yang ada, pengunjung bisa datang dan memetik buah apel ini sekitar dua minggu lebih. Sehingga, omzet kebun apel ini sekali panen mencapai puluhan juta.

Pengunjung yang datang ke kebun apel ini berasal dari berbagai daerah. Tidak hanya seputaran Lombok Timur atau Pulau Lombok, tapi pengunjung juga berasal dari Pulau Jawa dan daerah yang lainnya. “Karena kan banyak tamu yang menginap di vila juga datang kemari. Rata-rata yang menginap juga pasti datang ke sini,” tuturnya.

Kebun apel ini sebenarnya menurut Umam tidak hanya dihajatkan untuk komersil belaka. Kehadirannya juga  untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke penginapan Vila Agro serta untuk branding baru pariwisata Sembalun. “Kami ingin bangun brand wisata agro,” tutur pria tersebut.

Dengan demikian lengkap sudah Sembalun menjadi best destination halal honeymoon. Sehingga, mereka yang datang ke Sembalun dijamin tidak rugi dan kecewa jauh-jauh datang dari Mataram atau pun luar pulau Lombok.

Keindahan alam yang sempurna dengan pemandangan Rinjani, keberadaan agro wisata kebun apel, lokasi bukit dan pegunungan jalur pendakian serta asejumlah lokasi air terjun dijamin membuat Sembalun menjadi lokasi wisata terlengkap yang bisa dikunjungi. (HAMDANI WATHONI, Selong/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka