Ketik disini

Headline Metropolis

Pak Wali, Ini Memalukan! Banyak Proyek Mangkrak dan Molor Selama 2017

Bagikan

MATARAM-Ini memalukan. Benar-benar membuat wajah Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh tertampar. Sebab, selama 2017, banyak proyek mangkrak dan molor di Kota Mataram. Fakta ini membuktikan jika sebagian pembantu wali kota tak becus menjalankan tugasnya.

Ya, setelah proyek jembatan Dasan Agung-Dasan Sari, satu lagi proyek fisik milik Pemerintah Kota Mataram yang gagal tuntas tepat waktu. Yakni panggung utama, di Taman Sangkareang. Proyek ini, dikerjakan mulai tanggal 2 Agustus 2017. Dan ditargetkan selesai pada tanggal 29 November 2017.

Belakangan dari keterangan Kasubag Rumah Tangga, Bagian Umum Setda Kota Mataram Khusnul Khuluk, ia menyebut kontraknya justru dimulai dari tanggal 29 November.

a�?Karena saat itu distop kerjanya (berkenaan dengan agenda ulang tahun kota), jadi kontrak awalnya tanggal 29 November,a�? kata Khuluk.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Lalu proyek ditargetkan selesai pada tanggal 25 Desember. Tapi sekali lagi, dengan rentang waktu yang diberikan, proyek ini juga tak kuNjung tuntas.

Khuluk mengatakan, dari hasil konsultasnya dengan bagian APP, ia dimintai untuk tetap memberi kesempatan pada kontraktor menyelesaikan pekerjaanya. a�?Sebenarnya pengerjaan sudah 80 persen, saya rasa dua minggu lagi proyek ini bisa selesai,a�? taksirnya.

Sejak dinyatakan melampaui batas waktu yang telah diberikan, pelaksana telah dikenai denda. Proyek ini telah mendapat pencairan uang muka sebesar 30 persen. a�?Kalau ndak salah sekitar Rp 104 juta, kemarin,a�? jelasnya.

Pelaksana proyek ini adalah CV Marang. a�?Karena gagal selesai tepat waktu, kita target bayarnya di APBD perubahan 2018,a�? jelasnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram I Gede Wiska mengatakan, molornya proyek fisik panggung utama, menambah catatan buruk proyek fisik sepanjang tahun 2017. a�?Ini setiap tahun selalu berulang,a�? sesal Wiska.

Ia mengaku heran pada kepatuhan pembantu kepala daerah. Padahal jauh-jauh hari, Wali Kota Mataram menurutnya selalu mengingatkan pada OPD, agar proses tender dan perencanaan tidak sampai membuat waktu jadi serba mepet.

a�?Ini harusnya jadi perhatian serius, bagi saya ini fatal dan catatan buruk bagi kota ini,a�? cetusnya.

Bukannya semakin baik, 2017 justru menambah semakin banyak proyek molor. Jika dibanding dengan tahun anggaran sebelumnya. Baik di APBD murni 2017 atau, APBD Murni dan Perubahan 2016.

a�?Kami sebenarnya tidak berharap 4-5 proyek yang molor-molor ini merusak citra positif dari proyek yang dikerjakan dengan tepat waktu,a�? ujarnya.

Wiska kemudian berandai, jika saja kewenangan dewan lebih luas lagi diberikan untuk melakukan penindakan, ia yakin pengawasan pada proyek fisik akan jauh lebih baik. Tapi sayangnya, keterbatasan itu, justru hanya bisa membuat dewan melayangkan himbauan dan kritik saja.

a�?Kalau kewenangan menyetop itu ada pada kami, saya rasa persoalan fisik akan jauh lebih seksi,a�? kata politisi PDI Perjuangan ini.

Ia juga melihat, ada kesan beberapa proyek fisk terlalu dipaksakan oleh pihak yang tak ahli di bidangnya. Contoh riilnya sepErti proyek fisik panggung utama. Justru diserahkan pada Bagian Umum.

a�?Mereka kan tak punya pengalaman dalam mengerjakan proyek fisik, kenapa harus diberikan pada mereka?a�? tanyannya.

Kalau saja, semua proyek fisik, bisa dikerjakan dinas yang sudah memiliki pengalaman matang soal ini, ia yakin proyek ini tak akan sampai melebihi waktu yang telah diberikan. Misalnya dengan menyerahkan seluruh proyek fisik pada Dinas Pejekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

a�?Akhirnya yang terjadi sekarang, Bagian Umum stres karena persoalan ini,a�? cetusnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka