Ketik disini

Politika

Adu Gengsi Calon Parpol dan Independen

Bagikan

MATARAM— Pilgub NTB 2018 merupakan ajang adu kuat dan gengsi politik pasangan calon yang didukung parpol dan independen. Munculnya figur independen Ali – Sakti akan menjadi semangat baru kalangan parpol untuk memperkuat dan mengamankan pemilih loyalisnya.

a�?Jika yang menang pasangan calon yang didukung A�partai,maka kerja dan mesin politik parpol berjalan dengan baik di basis rakyat pemilih,”ujar Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto, kemarin.

Sebaliknya,lanjut Didu, jika calon independen yang menang, berarti mesin politik parpol di tingkat konstituen macet. Ini harus menjadi peringatan bagi parpol memperkuat basis mereka untuk Pileg 2019.

“Ini harus dijadikan evaluasi dan refleksi kalangan pimpinan parpol ,”katanya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dikatakan Didu,A�Pilgub NTB memang menjadi perhatian nasional. Dari beberapa pilgub yang akan digelar serentak, pasangan Ali a�� Sakti adalah satu-satunya bakal calon independen yang bisa mendaftar.

Perhitungan M16, loyalis pemilih Ali-Sakti yang sulit digoyahkan yakni dukungan resmi A�KTP by name by adress. Jika ini dimaksimalkan, bisa menjadi modal awal mereka.

A�“Ali -Sakti sudah punya peta wilayah pemilihnya secara pasti sebagai modal awal dukungan suaranya,” katanya.

Terlepas kontroversi yang menimpa paket Ali Sakti terkait dukungan suara yang dinyatakan TMS, hal ini harus A�menjadi semangat calon yang didukung parpol untuk lebih bekerja keras.

“Jika tragedi Pilkada Lotim 2013 terjadi yakni saat independen menang, patut diduga ada pembangkangan loyalitas rakyat terhadap partai,” ujarnya.

Terkait konstelasi politik para pasangan calon yang diusung parpol, Sekretaris M16 Athar menambahkan ada kecenderungan memakai taktik koalisi ramping. Yang penting memenuhi syarat mendaftar di KPU. (yuk/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka