Ketik disini

Headline Metropolis

Jual Beli a�?Lendira�? Coreng Mataram

Bagikan

MATARAM-Praktek jual beli a�?lendira�? alias prostitusi di Kota Mataram seakan tak pernah mati. Meski lokalisasi Pasar Beras (baca: Pasar Panglima), Cakranegara sempat ditutup, namun nyatanya itu tak membuat transaksi seks benar-benar hilang. Parahnya, belakangan Pasar Beras hidup lagi. Para pekerja seks komersil (PSK) mangkal lagi di tempat itu.

Kemana Satpol PP? Sepertinya pasukan penegak peraturan daerah itu juga tak bisa berbuat banyak. Mereka tampak pasrah. Buktinya, razia tak pernah lagi dilakukan. Padhal, jual beli birahi ini sudah sangat mencoreng Kota Mataram yang memiliki jargon sebagai kota religius.

Lebih parahnya, kini tak hanya di Pasar Beras transaksi seks itu terjadi. Namun, beberapa lokasi penyangga, seperti di kompleks pertokoan Bertais, Pasar Selak, dan beberapa tempat lainnya hal ini terjadi. Bahkan, a�?menunyaa�? semakin beragam. Dari yang usia sekolah sampai PSK berkepala empat.

Tak hanya itu, bagi yang suka sesama jenis, juga sudah ada lokasinya. Yakni di Pasar Cakranegara. Kalau tidak percaya, datang saja malam Minggu atau malam lain ke pasar ini. para waria biasanya mangkal menunggu pelanggannya di belakang pasar loak, kawasan Pasar Cakranegara.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Terkait hal ini, Kabid Trantibum dan Linmas Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati pun tak menampiknya. a�?Sekarang (PSK-nya) sudah banyak yang muda-muda, bukan tua lagi,a�? kata Bayu.

Pernyataan Bayu ini jelas menandakan kalau Satpol PP sebenarnya sudah tahu titik-titik transaksi seks di Kota Mataram. Tapi kenapa tidak ada tindakan? Bayu justru menyalahkan kondisi di tempat mangkalnya para PSK.

a�?Untuk menghentikan kegiatan tersebut, kondisi fisik pasar yang gelap, remang, dan terkesan tertutup, itu harus kita benahi dulu,a�? tuturnya.

Pria yang disebut akan segera dilantik menjadi Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kota Mataram itu berkilah, untuk melakukan penertiban, ia harus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. terutama camat, lurah, dan kepala lingkungan setempat.

a�?Masalah ini harus kita seriusi, dulu pernah dilakukan pembenahan. Tetapi ternyata tidak mempan, jadi ayo kita kembali seriusi,a�? ajaknya.

Sementara khusus untuk prostitusi di Pasar Beras, Bayu meminta Dinas Perdagangan mendesain pasar itu menjadi lebih terbuka. Tidak seperti sekarang, tertutup dan gelap. a�?Jika dilakukan perubahan fisik. Insya Allah, praktek prostitusi akan terpangkas,a�? jelasnya.

Bayu juga mengajak masyarakat sekitar bekerja sama. Terutama dalam meminimalisir jumlah PSK yang mangkal di lokasi itu. a�?Setiap warga pasti ingin lingkungan nyaman, tenang, dan tertib. Jadi ayo, kita kerja sama untuk meminimalisir praktek prostitusi di tempat itu,a�? ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, pihaknya tetap meminta masyarakat sekitar dan pedagang di lokasi itu berperan aktif. a�?Kalau kami, mungkin bisanya membuat pasar itu menjadi terang benderang. Artinya lampu-lampu harus ditambah,a�? bebernya. (cr-tea/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka