Ketik disini

Headline Politika

Ahyar-Mori dan Zul-Rohmi Daftar Hari Terakhir

Bagikan

MATARAM-Pasangan TGH Ahyar Abduh-Mori Hanafi dan H Zulkieflimansyah-Hj Sitti Rohmi Djalilah menjadi pendaftar Pilgub NTB di hari terkahir. Dari sisi partai yang menyokong, kedua pasangan ini berbeda jauh mencolok.

Pasangan Ahyar-Mori mendaftar dengan dukungan koalisi partai yang sangat gemuk. Menguasai nyaris setengah kursi DPRD NTB. Sementara pasangan Zul-Rohmi mendaftar dengan dukungan partai yang punya kursi pas bandrol untuk mendaftar.

Pasangan Ahyar-Mori datang lebih dulu di KPU NTB. Pasangan ini tiba pukul 14.20 Wita. Molor dari rencana awal mendaftar tepat pukul 13.00 Wita. Hal itu salah satunya disebabkan menumpuknya barisan pendukung Ahyar-Mori yang mengiringi.

Menggunakan Lapangan Sangkareang sebagai titik kumpul, massa yang diklaim mencapai 10 ribu orang mengiringi arak-arakan paket tersebut hingga ke KPU NTB. Sejumlah ruas jalan sempat ditutup, mulai dari Jalan Catur Warga, Jalan Pendidikan, termasuk Jalan Langko.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Berbeda dengan paket Ali-Sakti dan Suhaili-Amin yang sudah lebih dahulu mendaftar pada Senin (8/1) lalu yang tak mengikutsertakan massa dalam jumlah besar, Ahyar-Mori memang tampak memanfaatkan betul momen pendaftaran kali ini untuk unjuk kekuatan.

Sebelum pendaftaran kemarin, sudah ada empat partai yang lebih dahulu resmi mengusung paket Ahyar-Mori. Empat partai itu adalah PPP dengan enam kursi di DPRD NTB, Gerindra delapan kursi, PDIP lima kursi, dan PAN lima kursi. Sehingga total dukungan yang dikantongi 24 kursi. Jumlah itu sudah menempatkan mereka sebagai paket dengan dukungan terbesar.

Namun Ahyar membuktikan ucapannya yang akan merangkul semua pihak. Secara mengejutkan, Hanura yang memiliki lima kursi, dan PBB dengan tiga kursi di DPRD NTB kemarin merapat ke Ahyar. Bahkan ada juga PKPI yang kendati tak memiliki kursi di DPRD NTB, namun mempunyai kursi di kabupaten juga masuk dalam barisan pendukung. Maka jadilah, pasangan Ahyar-Mori menguasai setengah kursi di DPRD NTB.

“NTB untuk semua, NTB beriman, berbudaya, berdaya saing,” kata Ahyar soal gemuknya koalisi yang menyokongnya itu.

Masuknya Hanura sendiri di barisan partai penyokong Ahyar terbilang mengejutkan. Karena sehari sebelum pendaftaran Ahyar-Mori, partai besutan Osman Sapta Odang itu masih pagah mendukung pasangan Ali-Sakti yang maju melalui jalur independen.

Terkait alasannya yang tiba-tiba memindahkan dukungan, Ketua Hanura NTB H Mudahan Hazdie yang mendampingi Ahyar-Mori mendaftar di KPU NTB kemarin mengatakan, hal tersebut sesuai dengan instruksi terbaru DPP Hanura. Sehingga seluruh struktur partai mengikuti dan menjalankannya.

”Prinsipnya kami mengikuti segala perintah dan arahan DPP,” tegasnya.

Sementara itu, terkait PBB, memang kemarin Ketua DPW PBB NTB KH Zulkifli Muhadli tak terlihat hadir mengantar pendaftaran Ahyar-Mori. Namun, KPU menegaskan dukungan PBB tetap dihitung karena adanya surat keterangan yang disertakan. Dalam surat tersebut dijelaskan sudah ada pergantian pengurus DPW PBB NTB. Dengan SK kepengurusan baru yang langsung dipimpin oleh DPP PBB.

SK itu telah ditunjukkan juga oleh DPP dan DPW yang hadir dan dibenarkan KPU RI, setelah komunikasi dilakukan. ”Ini sudah dilapor ke KPU RI,” tegas Ketua KPU NTB L Aksar Ansori, terkait dukungan PBB tersebut.

Sehingga total Ahyar-Mori diusung enam partai yang memiliki kursi parlemen, dan satu partai non parlemen. Gabungan enam partai parlemen itu setara 33 kursi dari total 65 kursi di DPRD NTB.

”Dengan ini berkas Ahyar-Mori dinyatakan lengkap,” kata Aksar setelah melalui pemeriksaan selama 105 menit.

Tak berselang lama setelah pasangan Ahyar-Mori, datang mendaftar pasangan Zul-Rohmi. Pasangan ini juga datang dengan massa yang tak kalah besar. Mereka bahkan sukses membuat Jalan Langko, khususnya di depan KPU NTB ditutup total selama paket ini mendaftar.

Namun kendati massa terbilang cukup imbang, secara kekuatan koalisi partai, Zul-Rohmi kalau jauh dari Ahyar-Mori. Bahkan dibandingkan paket Suhaili-Amin yang mengantongi 19 kursi, Zul-Rohmi adalah koalisi paket hemat. PKS dengan enam kursi dan Demokrat delapan kursi menempatkan mereka sebagai pasangan dengan dukungan terkecil.

Hanya 14 kursi, atau lebih satu dari syarat minimal memajukan calon 13 kursi. ”Walaupun partai paling sedikit, Insya Allah pendukung paling banyak,” kata Zul penuh keyakinan dalam sesi konferensi pers di sesi pendaftaran.

Penegasan itu bahkan diulanginya hingga dua kali. Zul seolah ingin mengatakan pemilihan dengan sistem yang dianut di Indonesia tak ditentukan berdasar jumlah dukungan partai, namun suara rakyat yang sebenarnya. Dan dia meyakini suara rakyat lebih banyak untuknya dibanding paket lain.

”Ini bukan perang, ini pesta demokrasi,” sambungnya.

Dia melanjutkan harapannya pilkada di NTB tak dicederai dengan hal-hal negatif dan upaya yang tak benar. Dia juga berharap semua berjalan lancar hingga nanti diketahui pemimpin terpilih.

”Mari bersama kita jaga daerah ini,” tutupnya.

Setelah proses pendaftaran, kemarin, masih ada satu bulan lagi hingga akhirnya dipastikan apakah semua pasangan calon ditetapkan KPU sebagai calon. Atau akan ada dari empat pasangan yang sudah mendaftar ini dinyatakan gugur.

Ketua KPU NTB Aksar Ansori mengungkapkan, sejumlah tahapan akan dilakukan dalam waktu sebulan ini. Mulai dari menunggu hasil pemeriksaan tim dokter yang pemeriksa kesehatan paslon. Termasuk KPU harus melihat  tanggapan masyarakat terhadap pasangan yang sudah mendaftar tersebut.

“Kami juga masih melakukan pemeriksaan kembali dokumen persyaratan calon dan jika ada kekurangan akan diberi kesempatan melengkapi,” ujarnya.

Dilanjutkannya, jika ada persyaratan yang membutuhkan pendalaman akan dilakukan klarifikasi pada pihak yang berkaitan dengan syarat calon tertentu. Khusus calon perseorangan masih harus menyerahkan dukungan perbaikan untuk dihitung kembali, diverifikasi administrasi, hingga verifikasi faktual.

Dia juga menerangkan ada beberapa calon harus cuti dalam masa kampanye, seperti Wakil Gubernur H Muhammad Amin, Bupati Lotim HM Ali BD, Bupati Loteng HM Suhaili FT, dan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Ada pula kandidat yang harus berhenti sebagai anggota DPRD seperti Mori Hanafi dan Zulkieflimansyah yang harus berhenti dari posisinya sebagai anggota DPR RI yang mewakili daerah pemilihan Banten.

Paling lambat, lima hari sejak ditetapkan sebagai calon, Mori dan Zul harus menyerahkan surat keterangan pemberhentian yang sedang dalam proses. “Selanjutnya paling lambat 30 hari sebelum pemungutan suara harus menyerahkan SK pemberhentian,” kata Aksar. (yuk/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka