Ketik disini

Headline Sumbawa

Warga Cina Ditangkap Bekerja di Tambang Ilegal

Bagikan

SUMBAWA– Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) KSB berhasil menangkap enam orang warga negara asal Cina, Senin malam (22/1) sekitar pukul 20.00 Wita. Keenam warga negara asing (WNA) tersebut diamankan karena bekerja di lokasi tambang tradisional ilegal di wilayah Pakirum, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas II Sumbawa Yusriansyah Fazrin membenarkan adanya penangkapan tersebut. Penangkapan ini merupakan keberhasilan Tim Pora KSB, yang berkolaborasi antara Imigrasi, Polres KSB, Kodim 1607 Sumbawa dan Kesbangpol KSB.

”Kami sudah mendapatkan informasi sejak beberapa hari lalu ada sejumlah orang asing dari Cina yang bekerja di tambang rakyat di Pakirum,” ujar pria yang akrab disapa Yuri ini kepada Radar Sumbawa (Lombok Post Group), kemarin.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”87″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Yuri menjelaskan, pihaknya mendapatkan informasi mengenai tujuh orang warga Cina yang menginap di rumah warga setempat. Setelah dilakukan pendalaman, ternyata informasi itu benar adanya. Pihaknya kemudian melakukan operasi gabungan dan mendatangi lokasi rumah yang digunakan sebagai tempat tinggal WNA tersebut.

Saat Tim Pora tiba, di lokasi tersebut sudah ada Kepala Desa Pakirum, Camat Taliwang, Kapolsek Taliwang, Danramil Taliwang, dan Babinsa setempat. Kemudian pihaknya masuk dan ternyata di dalam rumah tersebut ada enam orang WNA asal Cina tersebut. Terdiri dari lima orang laki-laki dan satu orang perempuan.

”Awalnya kami bermaksud akan menangkap mereka saat bekerja. Namun kami khawatir mereka akan lari,” terangnya.

Sebelum melakukan penangkapan, terang Yuri, pihaknya sudah mengumpulkan sejumlah bukti-bukti terlebih dahulu. Seperti foto dan video para WNA itu saat bekerja. Keenam WNA itu masing-masing bernama Li Tianyou, Chen Caiying, Fang Xian, Ke Jianyong, Wu Yunfu dan Xia Zhuneng.

Keenam WNA ini merupakan pekerja dari salah satu perusahaan yang berada di luar Sumbawa. Perusahaan itu mengirimkan para WNA ini untuk bekerja di Sumbawa. Yang pasti mereka bekerja di lokasi pertambangan tradisional di Pakirum dan didampingi warga lokal. Ada yang bekerja sebagai tenaga penggali tambang dan ada juga yang merupakan operator mesin.

Yuri menjelaskan, seharusnya pekerjaan itu merupakan pekerjaan orang lokal. Orang asing tidak boleh bekerja di tambang ilegal. Mereka hanya boleh bekerja di perusahaan tambang yang legal. Itupun harus ada izin resmi.

”Dari enam orang, empat diantaranya memiliki kitas atau izin bekerja. Cuma, lokasi kerjanya di Sukabumi. Mereka cuma boleh bekerja di Sukabumi, tidak boleh di luar Sukabumi,” kata Yuri.

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Badan Pengawasan Daerah Tenaga Kerja (Bawasdaker) terkait persoalan ini. Karena bekerja di luar Sukabumi, empat WNA ini telah melakukan pelanggaran. Dua WNA lainnya juga hanya memegang visa kunjungan saja. Namun mereka bekerja.Keenam WNA itu melanggar pasal 122 huruf a, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2012 tentang Keimigrasian. Adapun ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp 500 juta. Nantinya, Imigrasi dan Bawasdaker akan berkolaborasi untuk melakukan tindakan projustitia terhadap para WNA ini.

A�”Saya sudah undang penyidik Bawasdaker. Kita bersama-sama sudah sepakat untuk projustitia. Yakni perkara ini akan kami arahkan ke pengadilan. Keenam WNA ini sudah kami tahan di rumah detensi Imigrasi. Kami berterima kasih kepada pihak Polres KSB dan Kodim 1607 Sumbawa karena telah memberikan dukungannya,” pungkas Yuri. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka