Ketik disini

Headline Kriminal

Polda Panggil EO Lombok Marathon

Bagikan

MATARAM-Polisi akhirnya membuka penyelidikan penyelenggaraan Lombok Marathon 2017. Perkara tersebut kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB. Setelah mengklarifikasi panitia daerah, event organizer dari Dunia Lari akan dipanggil.

Indikasi masalah pada penyelenggaraan itu, awalnya ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Sejumlah pihak telah diklarifikasi, termasuk Ketua KONI NTB Andy Hadianto.

Setelah penanganan awal, Ditreskrimum melimpahkan kasus ini kepada Ditreskrimsus. Pelimpahan itu terkait penelusuran untuk kegiatan Lombok Marathon melalui media daring. Polisi akan mencocokkan pengumuman panitia dan realisasinya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kapolda NTB Brigjen Pol Firli membenarkan bahwa jajarannya telah membuka penyelidikan untuk Lombok Marathon. Pihaknya pun telah memulai langkah penyelidikan. a�?Sekarang ditangani sama krimsus,a�? kata Firli, kemarin (30/1).

Menurut Firli, langkah kepolisian mengusut penyelenggaraan event tahunan itu, guna mengungkap apa yang sebenarnya dilakukan panitia. Termasuk, mencari apakah ada peristiwa pidana di dalamnya.

a�?Penyelidikan kan seperti itu, melihat apakah ada tindak pidana atau tidak. Kalau ada, yang diteruskan sampai penyidikan,a�? ujarnya.

Mengenai potensi pidana, Kapolda mengaku belum bisa menyimpulkan lebih awal. Yang pasti, jika melihat pengumuman dalam website, disebutkan bahwa setiap finisher Lombok Marathon mendapatkan medali dan kaos.

Tetapi, tidak demikian dengan realisasi di lapangan. Sebagian pendaftar resmi, tidak mendapat medali dan kaos, seperti yang dijanjikan panitia. Melihat pada situasi tersebut, menurut Kapolda, kasus bisa mengarah pada dua hal, yakni persoalan perdata dan pidana.

a�?Bisa masuk perdata karena ingkar janji atau pidana untuk penipuannya. Karena itu, EO dari Jakarta akan kita panggil juga,a�? jelas Kapolda.

Mengenai pemanggilan EO, yakni Dunia Lari, Kapolda mengaku baru mengetahui penyelenggara acara tersebut ketika hadir Minggu (28/1). a�?Kita baru tahu Dunia Lari itu dari cerita orang-orang yang marah di sana. Makanya, perlu kita hadirkan dia dalam penyelidikan ini,a�? kata Firli.

Dalam klarifikasinya bersama Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ketua KONI NTB Andy Hadianto mengatakan, penyebab insiden tersebut karena telat pembagian medali. Itu diakibatkan, medali yang dipesan dari Singapura itu datang terlambat.a�?Pemesanan medali ituA�A�dilakukan langsungA�eventA�organizer dari Dunia Lari,a�? terang Andy.

Andy menjelaskan, medali yang disiapkan sejumlah 2.000 medali yang masing-masing kategori, baik itu Full,Half, 10K, dan 5K mendapatkan 500 medali.a�?Itu pun setelah dibagikan dengan tertib, medali masih tersisa 100 biji,a�? jelas dia.

Hanya saja, ketika diminta terkait rincian data pengumpulan pendaftaran, Andy tak bisa menunjukkannya.a�?Semua ada di Dunia Lari. Jadi, mereka yang tahu jumlah dana yang terkumpul dari peserta,a�? terangnya.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka