Ketik disini

Headline Metropolis

Mataram a�?Diserbua�? Bencana, Banjir, Longsor, dan Pohon Tumbang Datang Silih Berganti

Bagikan

MATARAM-Kota Mataram tidak aman. Nyawa warganya terancam. Itu semua karena bencana terus datang menyerbu kota berjargon Maju, Religius, dan Berbudaya ini secara silih berganti.

Kalau tidak percaya, tumbangnya pohon yang menimpa warga dan menyebabkan nyawa melayang beberapa hari lalu menghampiri. Setelah itu, banjir pun terjadi di mana-mana. Meski tidak sampai menyebabkan korban nyawa, tapi tetap saja merepotkan. Begitupun dengan bencana longsor.

Untuk banjir, terjadi di jalan Airlanga, jalan Swakarya, jalan Swadaya, dan jalan Majapahit.

Di jalan Airlangga, banjir menerjang sejumlah titik. Mulai dari traffic light di depan Toko Buku Airlangga, hingga menuju wilayah kampus AMM. Tingginya debit air yang menggenangi jalan protokol tersebut, sampai membuat sejumlah kendaraan mogok karena terendam air.

a�?Tingginya mencapai 50 centimeter untuk di jalan Airlangga, sedangkan untuk di Ampenan sejumlah kendaraan juga banyak yang terjebak, a�? kata Kabid BPBD Darurat dan Logistik BPBD Kota Mataram, I Made Gede Yasa pada Lombok Post, kemarin (31/1).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Menurut Yasa, timbulnya banjir di sejumlah titik dikarenakan intensitas hujan yang tinggi dan durasinya cukup lama. a�?Untuk banjir kali ini, memang tidak separah banjir-banjir sebelumnya. Ketinggiannya hanya mencapai lutut kaki orangA� dewasa saja,a�? ujar mantan Lurah Pagesangan itu.

Jika di jalan Airlangga banjir membuat kendaraan mogok, maka di Kekalik puluhan rumah terendam. Sementara di SDN 47 Ampenan,A� banjir membuat ratusan murid harus diliburkan. Karena, hampir seluruh bangunan dipenuhi air setinggi lutut orang dewasa.

a�?Kami sudah berikan bantuan karung pasir, dan menerjunkan anggota BPBD ke lokasi (SDN 47 Ampenan). Kasian para siswa di sana, banyak buku-bukunya terendam banjir,a�? keluhnya.

Sementara di Kelurahan Dasan Sari, warga setempat dikagetkan oleh suara longsor dari talud Suangai Jangkuk. a�?Kemarin malam hujannya lebat sekali dan disertai angin kencang. Bunyi ambruknya pun sangat keras, untung saja tidak ada korban jiwa,a�? kata Rawinah, warga Lingkungan Dasan Agung, Gapuk Utara, Mataram yang mengaku langsung keluar mendengar ambruknya talud Kali Jangkuk itu.

Menurut Rawinah, kejadian ambruknya talud Kali Jangkuk tersebut merupakan yang terparah. Terakhir, talud di tempat itu ambruk pada tahun 2016 lalu. Namun, saat itu kondisinya tidak separah sekarang.

a�?Kalau saya lihat, memang yang ini lebih parah. Kami harap, pemerintah bisa cepat tanggap agar tidak ada korban jiwa,a�? terang wanita 65 tahun itu.

Selain Rawinah, Nur Aini, warga Lingkungan Dasan Agung, Gapuk Tengah, Mataram juga mengeluhkan hal yang serupa. a�?Jangan sampai seperti talud yang kemarin ambruk, pemerintah baru mengerjakannya empat hari setelah kejadian. Kami harap bisa lebih cepat, agar tidak menganggu aktivitas warga,a�? tutur Aini.

Kejadian ambruknya talud di Kali Jangkuk, ternyata bukan pertama kali. Pada beberapa waktu lalu, talud Kali Jangkuk di Lingkungan Dasan Agung ambruk dan merobohkan puluhan tiang pengaman tebing.

a�?Ini sudah kejadian kedua kalinya. Sebagai warga, kami harap agar dinas terkait bisa cepat melakukan perbaikan,a�? kata Fatkhul Airifin, Ketua Masyarakat Peduli Sungai (MPS) Kota Mataram saat ditemui di area ambruknya talud, kemarin.

Ia menilai, ambruknya talud Kali Jangkuk tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satunya, karena debit air yang tinggi dan konstruksi bangunan yang ia anggap tidak padat. Karena di dalam bangunan talud ada sebuah pipa PDAM berukuran besar, dimana tanahnya tidak dipadatkan secara benar.

a�?Seharusnya pipa itu di arahkan ke bagian utara, tapi ini ada di dekat talud. Jadi kemungkinan besar pondasi bisa ambruk, apalagi tanah di sini lentur,a�? ujarnya.

Sementara itu, Lurah Dasan Sari A�Muhammad Faisal mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Mataram agar segera memperbaikinya. a�?Kami juga khawatir jika talud ini memakan korban,a�? kata Faisal.

Kondisi talud Kali Jangkuk yang ambruk usai diterjang air mendapat perhatian khusus dari Balai Wilayah Sungai (BWS). a�?Bencana memang tidak bisa kita prediksi, apalagi ini adalah kejadian kedua kali dalam satu bulan ini,a�? kata Endang Wahyudin, Pengamat Sungai Jangkuk BWS, kemarin.

Menurut Endang, panjang kerusakan talud Kali Jangkuk kali ini tidak sepanjang sebelumnya. Ia memperkirakan, panjang talud yang ambruk kali ini hanya 15 meter. a�?Tapi kondisinya lebih parah dibandingkan talud sebelumnya,a�? terangnya.

Terpisah, Kadis PUPR Kota Mataram, Mahmudin Tura mengatakan, selain cuaca ekstrem, ada beberapa penyebab lain yang membuat Kota Mataram tergenang. Hal pertama yang disebutkan adalah daerah resapan air yang setiap tahun terus berkurang. Hal tersebut ditambah dengan dimensi saluran irigasi yang sudah mengecil dan tidak sebanding dengan volume air yang ada.

a�?Masih banyak juga sampah yang menyumbat saluran, ditambah lagi dengan sedimentasi saluran dan sungai yang terjadi setiap tahun,a�? terang Tura.

Sementara itu, menanggapi persoalan banjir yang disebabkan oleh beberapa faktor yang menjadi tupoksinya, Kadis Lingkungan Hidup Irwan Rahadi mengatakan banjir yang terjadi pada saat cuaca ekstrem tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Akan tetapi, mesti diperhatikan dari banyak sisi, dengan keterlibatan berbagai stake holder yang ada.

a�?Kalau daerah resapan air, hal tersebut diakibatkan oleh perkembangan kota yang dinamis. Kita mesti mengacu juga pada RTRW,a�? terang Irwan.

Menurut Irwan, saat ini Pemkot Mataram sedang berinisiatif membuat semi bendungan untuk membendung laju air. Ia juga menegaskan bahwa daerah resapan di hilir, bukan berarti berkurang begitu saja. Akan tetapi hal tersebut tetap menyesuaikan dengan pola tata ruang.

Berbicara tentang persoalan kompleks yang menyebabkan Mataram tergenang, Irwan mengatakan kalau pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut. a�?Pada prinsipnya kita sudah mengantisifasi siklus tahunan ini, hal itu dilakukan bersama-sama dengan stake holder lainnya,a�? ungkapnya. (tea/tih/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka