Ketik disini

Politika

12 Partai Lama Lolos Verifikasi Semua

Bagikan

MATARAM-Tidak seperti di provinsi lain, di NTB, seluruh 12 partai politik lama dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) oleh KPU NTB. Hasil tersebut keluar, setelah serangkaian verifikasi faktual dilakukan sejak awal pekan ini terhadap partai peserta pemilu 2014 tersebut.

a�?Lulus semua,a�? kata Komisioner KPU NTB Ilyas Sarbini ketika dikonfirmasi Lombok Post, kemarin (1/2).

Dia pun menjelaskan tiga hal yang menjadi materi utama verifikasi faktual oleh KPU. Pertama, terkait susunan kepengurusan inti yakni ketua, sekretaris dan bendahara. Kesemuanya diwajibkan hadir kala pemeriksaan dilakukan. Syarat selanjutnya adalah kejelasan status kantor, semisal hak milik atau sewa yang harus dibuktikan dengan surat-surat resmi, dan syarat terakhir menyangkut keterwakilan perempuan mencapai 30 persen.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Seluruh partai lama, mulai dari Nasdem, PKS, Gerindra, PPP, Demokrat, PAN, PDIP, Hanura, Golkar, PKB, PKPI, hingga PBB dinyatakan MS. Namun, saat verifikasi, sejumlah temuan mencuat. Misalnya, Ilyas dan tim yang turun memeriksa Golkar mendapati empat pengurus perempuan tidak berada di tempat. Mereka tak bisa dihadirkan karena sejumlah kendala.

a�?Ada yang di luar kota, ada yang jadi TKW,a�? katanya.

Hal tersebut tak dibantah Sekretaris Golkar NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda. Namun ia menegaskan, kendati ada pengurangan pengurus perempuan, jumlah yang tersisa masih lebih dari 30 persen. Belakangan KPU NTB juga memberi klarifikasi bahwa syarat 30 persen hanya berlaku untuk level kepengurusan pusat.

a�?Dalam UU disebutkan memperhatikan, artinya kalaupun kurang tak berakibat tidak memenuhi syarat,a�? imbuhnya.

Aturan itu juga yang akhirnya menguntungkan sejumlah partai yang sempat kurang kepengurusan perempuannya, akhirnya dinyatakan lolos.

Hanura misalnya, merupakan salah satu yang berpeluang kesulitan jika aturan 30 persen kepengurusan perempuan itu dilaksanakan hingga level daerah. Konflik dualisme yang terjadi dalam tubuh partai yang didirikan Wiranto itu membuat Hanura sempat kelimpungan. Sembilan pengurus inti perempuan Hanura NTB menegaskan mereka tetap setia pada Hanura kubu H Mudahan Hazdie. Padahal nama mereka sudah dimasukkan dalam kepengurusan Hanura NTB kubu Syamsu Rijal, kubu yang oleh KPU diakui sebagai yang sah.

Saat verifikasi dilakukan (29/1) lalu, nama-nama itu tak bisa dihadirkan. a�?Nama kami dicatut, kami tak mau ikut verifikasi di sana,a�? kata Vera Irsanti, salah seorang yang berkeberatan namanya dicantumkan.

Kala pemeriksaan tersebut, Ketua KPU NTB L Aksar Ansori meminta Syamsu melengkapi berkas segera. Mereka yang tak bisa dihadirkan harus mampu dibawa dalam masa perbaikan yang berlangsung dua hari setelahnya. a�?Bawa orangnya, KTA, juga KTP yang bersangkutan,a�? pesannya kala itu.

Terkait manuver kadernya yang mbalelo, Syamsu mengatakan memiliki banyak jalan keluar. Jikapun tak mau bergabung, dengan mudah ia bisa mengganti kepengurusan pada masa perbaikan. a�?Maksud kami memasukkan mereka karena mau rangkul semua, tapi kalau tak mau ya tinggal ganti,a�? katanya enteng.

Perihal pergantian kepengurusan, PBB adalah salah satu contoh yang paling ekstrem. Partai besutan Yusril Ihza Mahendra tersebut merombak struktur inti sesaat sebelum verifikasi faktual dilaksanakan. Wajah-wajah baru mendominasi kepengurusan. Bahkan Ketua PBB NTB KH Zulkifli Muhadli turut diganti oleh H Sahdan, mantan bupati Lombok Timur.

a�?Ini kami menyegarkan kepengurusan,a�? ucap Sekretaris PBB NTB Syaipul Jihat.

Pergantian dadakan itu sempat menjadikan masalah tersendiri bagi PBB. Data yang diunduh KPU ternyata masih kepengurusan yang lama. a�?KPU unduh Jumat pagi, data baru kami masukkan Jumat malam,a�? ucapnya kala itu.

Namun, saat masa perbaikan, permasalahan yang ada akhirnya beres. Termasuk soal status kantor dan kepengurusan perempuan yang juga sempat mencuat pada partai itu.

a�?Kami bersyukur, PBB dinyatakan lengkap,a�? ucap Sahdan. (yuk/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka