Ketik disini

Giri Menang Headline

Banjir dan Longsor, Ratusan Warga Lobar Mengungsi

Bagikan

GIRI MENANG-Cuaca ekstrem diiringi dengan intensitas hujan yang cukup tinggi, membuat sejumlah desa di Lombok Barat menjadi korban banjir dan tanah longsor. Tak sedikit rumah warga pun rusak parah, bahkan ratusan warga memilih mengungsi untuk sementara waktu.

pada hari Rabu (31/1) lalu hujan mengguyur secara merata diseluruh Pulau Lombok, tak terkecuali Lombok Barat. Hujan lebat berlangsung sejak pukul 18.00 Wita, hingga kemarin (1/2) pukul 13.00 Wita mulai mereda.

Dari informasi yang diperoleh Lombok Post, banjir menerjang Lombok Barat bagian selatan. Tepatnya di Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar pada Rabu (31/1) malam hari. Di mana sebanyak 230 warga, baik orang dewasa dan anak-anak, memilih mengungsi di masjid.

Banjir kali ketiga di Desa Labuan Tereng ini, disebabkan rusaknya tanggul sungai yang tak mampu menahan luapan air. Sehingga air meluber ke permukiman warga, dengan ketinggian sepinggang orang dewasa.

Tagana Desa Labuan Tereng Badri mengatakan, pasca bencana banjir yang menerjang desa pada Minggu (28/1) lalu, warga desa bergotong royong membersihkan rumah. Selang beberapa hari, hujan kembali mengguyur wilayah Lembar tiada henti. Sehingga air sungai kembali meluber. Dan dalam kondisi tersebut, pemerintah desa dan tagana menyarankan warga setempat untuk mengungsi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Kami sudah minta warga mengungsi (ke masjid) semua, mengamankan barang-barang berharga seperti ijazah anak, sertifikat rumah dan lainnya, atau barang elektronik,a�? katanya, kemarin (1/2).

Penyebab banjir, yakni tanggul sungai yang jebol, belum dapat diatasi. Mereka mesti menunggu hujan reda lebih dahulu, untuk kemudian kembali bergotong royong menutup tanggul dengan karungan pasir. a�?Pembenahan tanggul ini mesti tunggu hujan reda dulu,a�? imbuhnya.

Melihat kondisi desa saat ini, diakui dalam status tanggap darurat. Lantaran, Desa Labuan Tereng kerap menjadi langganan banjir. Sehingga diperlukan upaya perbaikan atau penanggulangan bencana dari akar.

Diakui, pihaknya telah mengusulkan perbaikan tanggul Labuan Tereng dan Kebon Talo, namun anggaran perbaikan ini belum dapat dicairkan. Salah satunya dari dana aspirasi dewan, yang sudah masuk ke Dinas PUPR Lobar.

Pantauan Koran ini, warga setempat hanya menanggulangi bencana dalam jangka pendek. Saluran air yang membawa air sungai dijaga secara maksimal, agar tidak ikutan jebol. Bila demikian, maka terjangan luberan air sungai akan meluas. a�?Disamping itu kita pinjam alat berat, tapi belum bisa,a�? imbuhnya.

Sementara ratusan warga, terlihat masih mengungsi di masjid. Hanya beralaskan tikar sederhana dan selimut seadanya, mereka beristirahat sembari menunggu hujan reda. Mereka belum berani kembali ke rumah masing-masing, sebelum ada imbauan lebih lanjut.

Kepala Desa Labuan Tereng Humaidi menuturkan, sedikitnya empat dari 13 dusun terendam banjir. Yakni, Dusun Kebon Talo, Songkang, Tibu, dan Labuan Tereng. Sehingga pihak desa kembali mengungsikan warga pukul 20.00 Wita.

Banjir untuk kesekian kalinya ini, diharapkan sebagai banjir terakhir. Artinya, warga berharap agar perbaikan tanggul segera dilakukan. Dan dana aspirasi yang diperoleh dari dewan dapat segera direalisasikan. a�?Supaya masyarakat merasa aman dan nyaman,a�? ucapnya.

Lombok Post kemudian bergeser ke wilayah Lobar bagian utara. Tepatnya Dusun Lembah Sari, Desa Lembah Sari, Kecamatan Batu Layar. Kondisi cukup parah terjadi di daerah penghasilo air nira tersebut. Sebanyak tiga rumah warga menjadi korban longsor, akibat intensitas hujan yang cukup tinggi.

Papuq (nenek) Icah salah satunya, ia mengaku terkejut ketika musibah terjadi. Namun, ia juga merasa bersyukur masih bisa diberikan umur panjang. Ia yang tinggal seorang diri itu, pada pukul tiga dini hari bermaksud akan solat malam. Tiba-tiba ia mendengar suara gemuruh cukup besar dan segera berlari keluar rumah. Tak menyangka, sejumlah rumah termasuk rumahnya ikut ambruk. a�?Sekarang mungkin menumpang di tetangga, sudah tidak punya apa-apa, barang habis,a�? katanya parau.

Selain Papuq Icah, korban rumah longsor lainnya adalah Amaq (bapak) Ismail. Sebagian rumahnya bagian belakang ikut ambruk akibat tanah longsor. Beruntung, saat itu ia tidak tidur di kamar belakang. a�?Syukurnya tidak ada korban jiwa,a�? singkatnya.

Kepala Desa Lembah Sari H Suratman menerangkan, kejadian longsor berlangsung pukul 03.00 Wita. Intensitas hujan yang tinggi, mengakibatkan paralon saluran air yang melintasi ketiga rumah tak mampu menahan debit air hujan. a�?Terlalu lama dihantam sama air yang keras, akhirnya jebol. Tiga rumah tergerus longsor,a�? bebernya.

Menurutnya, longsor ini adalah kali pertama terjadi. Dan diprediksi kerugian material yang dialami mencapai Rp 400 juta. Meski demikian, ia bersyukur tidak ada korban jiwa dari longsor tersebut. Karena sebelumnya, pihak desa telah mengimbau warga untuk berhati-hati kemungkinan terjadinya longsor.

Pantauan Koran ini, material bangunan ambruk ke dalam tanah kurang lebih empat meter. Sekitar lokasi terpasang garis polisi, melarang warga melintas disekitar lokasi. Guna mencegah rembetan longsor melebar.

Proses evakuasi juga berjalan lancar, masyarakat bergotong royong menaikkan tumpukkan pasir dan tanah ke atas dum truk. Sebagian warga lainnya memotong pepohonan sekitar lokasi, guna memudahkan evakuasi material.

a�?Alhamdulillah, (evakuasi) dari BPBD, Kasi Trantib, kecamatan, kepolisian, Danramil, masyarakat semuanya turun, gotong royong sama-sama antisipasi bencana ini,a�? pungkasnya.

Mengalami nasib tak jauh berbeda, air bah turut merendam Desa Senteluk di Kecamatan Batu Layar. Meski ketinggian air sebatas satu meter, proses evakuasi warga tetap dilakukan. Pemerintah desa bersama aparat keamanan dan tagana mengevakuasi pengungsi sekitar 65 kepala keluarga (KK) pada dua RT di Dusun Karang Telage.

Kepala Desa Senteluk Fua��ad Abdul Rahman mengatakan, banjir akibat intensitas hujan lebat pada pukul 03.00 Wita dini hari ditambah dengan pasangnya air laut. Sehingga air yang menggenangi permukiman warga tidak dapat surut. Sementara lokasi wilayahnya yang lebih rendah dari dataran pantai. a�?Mau buang ke laut, lautnya sedang pasang ditambah wilayah ini agak rendah datarannya,a�? tambahnya.

Kepala Dinsos Lobar Hj Ni Made Ambarwati yang ditemui di Lembah Sari mengaku, pihaknya sudah turun dan memberikan bantuan ke lokasi longsor di Desa Lembah Sari. Bantuan yang diberikan berupa selimut, tikar,A�perlengkapan masak, dan mie instan. Sedangkan untuk banjir yang terjadi di Desa Santeluk, Kecamatan Batu Layar, pihaknya membangunkan tenda pengungsi. a�?Sekarang lagi menyiapkan bantuan pangan ke Senteluk,A� lagi disiapkan karena saya baru dapat dari provinsi,a�? singkatnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar HM Najib menuturkan, pihaknya sudah menurunkan anggota ke lokasi terjadinya longsor. Untuk bergotong royong bersama masyarakat dan stakeholder terkait dalam membersihkan material longsor. a�?Kalaupun nanti rumah disana rusak kita mungkin bisa bantu berupa semen dan seng,a�? jelasnya.

BPBD, sambungnya, sudah turun memantau seluruh wilayah di Lobar yang kemungkinan terjadi bencana, baik itu banjir maupun longsor. Dari hasil pemantauan, banjir terparah terjadi di Desa Labuan Tereng, sementara longsor di Desa Lembah Sari. a�?Dan beberapa tempat tergenang banjir termasuk di jalan-jalan,a�? terangnya.

Melihat cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang lebat, pihaknya tak bosan meminta warga untuk tetap waspada. Dan bersama dinas terkait pihaknya memantau kembali titik-titik yang rawan banjir dan longsor. a�?Hujan ini merata dalam intensitas hujan tinggi,a�? imbuh Najib.

Dari hasil koordinasinya bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok, potensi hujan tinggi masih terjadi selama tujuh hari ke depan.

Pada tanggal 1 hingga 7 Februari, cuaca umumnya diprediksi hujan ringan hingga hujan lebat. Di mana potensi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, akan terjadi di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Dompu, dan Bima.

a�?Ini terjadi pada siang hingga dini hari,a�? imbuhnya. a�?Sedangkan potensi hujan intensitas ringan terjadi di semua wilayah NTB, pada pagi hingga dini hari,a�? tandas Najib. (ewi/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka