Ketik disini

Headline Kriminal

Buron Tiga Tahun, Mantan Kajari Wamena Ditangkap di Mataram

Bagikan

MATARAM-Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Wamena I Putu Suarjana (IPS) tertangkap di Mataram, kemarin (1/2). Penangkapan ini dilakukan Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Jaksa Agung dibantu tim jaksa intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, sekitar Pukul 07.00 Wita, di Hotel Crown, Kota Mataram.

Perburuan terhadap IPS diintensifkan satu bulan belakangan. Yang bersangkutan terjerat perkara korupsi anggaran penyelidikan kasus di Kejari Wamena. Kasus itu bergulir hingga Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan putusan kasasi.

Dalam putusan kasasinya Suarjana dihukum delapan tahun penjara. Bukan itu saja, hakim meminta Suarjana membayar uang penganti sebesar Rp 800 juta dan denda sebesar Rp 1 miliar atau subsider 1 tahun penjara. Putusan itu buntut dari perbuatannya mengkorupsi anggaran penyelidikan diA�2012-2013A�sebesar Rp 3,5 miliar.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Setelah putusan yang dikeluarkan di 2015, Suarjana tak diketahui rimbanya. Imbasnya, jaksa kesulitan melakukan eksekusi terhadap putusan kasasi tersebut. Karena itu, pihak Kejari Wamena langsung menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama I Putu Suarjana.

Pencarian terhadap Suarjana membuahkan hasil. AMC akhirnya mengetahui posisi Suarjana. Dia diketahui tengah menginap di Hotel Crown, Cakranegara, Kota Mataram. Karena itu, sekitar pukul 07.00 Wita, tim gabungan jaksa menangkap Suarjana.

Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa ke Kejati NTB. Tim tidak ingin berlama-lama di Kejati, sekitar pukul 11.30 Wita, Suarjana diberangkatkan ke Jakarta dengan pengawalan ketat AMC. Saat digiring menuju mobil, Suarjana terlihat santai. Dia mengenakan topi dan kaos merah dan berjalan di belakang jaksa.

Asisten Intelijen Kejati NTB Sucipto membenarkan penangkapan tersebut. Kata dia, yang menangkap adalah tim AMC. Dibantu dengan jaksa intelijen Kejati NTB.

a�?Yang tangkap dari jaksa monitoring center, dari Kejagung itu. Kita hanya ikut membantu saja,a�? kata Sucipto.

Sucipto mengatakan, pihaknya tidak mengetahui persis penanganan perkara tersebut. Sebab, locus delictinya bukan terjadi di wilayah NTB. Begitu juga dengan penangkapan Suarjana. Kedatangan tim AMC pun baru diketahui sehari sebelum dilakukan penangkapan.

a�?Baru kemarin (Rabu, 31/1) datang tim. Kemudian tadi pagi (kemarin, Red) langsung ditangkap,a�? beber dia.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka