Ketik disini

Headline Praya

Bau Nyale Ajang Pemersatu

Bagikan

PRAYA-Munculnya perbedaan waktu pelaksanaan bau nyale di laut selatan Lombok Tengah (Loteng), diharapkan bukan menjadi pemecah belah. Melainkan, pemersatu. Karena tujuannya sama, melestarikan tradisi leluhur.

a�?Termasuk, ikut membantu memajukan dunia pariwisata,a�? kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng HL Muhammad Putrie, Sabtu (3/2) lalu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”105″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Ia mengatakan, jika ada nyale di hari Minggu (kemarin) atau beberapa hari kedepan, itu adalah berkah. Sehingga, patut disyukuri melalui kebersamaan. Tidak ada yang namanya nyale pemerintah, nyale ormas tertentu, apalagi nyale masyarakat.

Yang ada, tekan Putrie masing-masing bertujuan untuk menangkapnya. Lalu, memetik hikmah dari legenda perjalanan Putri Mandalika. Ada yang 6-7 Februari, ada juga 6-7 Maret mendatang.

a�?Yang jelas, sang Putri Mandalika akan muncul pada tanggal 20, bulan 10 penanggalan Sasak,a�? ungkap pengurus Majelis Adat Sasak (MAS) Loteng tersebut.

A�Lebih lanjut, pihaknya merasa bersyukur dan berterima kasih, kalau agenda bau nyale itu banyak. Dengan begitu, menjadi daya tarik wisatawan. a�?Mari datang dan meriahkan festival bulan pesona bau nyale, di daerah kami tercinta,a�? seru Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng HL Herdan, terpisah.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka