Ketik disini

Kriminal

Para Napi Ingin Saingi Joger dan Sasaku

Bagikan

Jeruji besi yang dingin tidak membelenggu kreatifitas warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram. Dari balik kamar-kamar pengap, ide-ide bermunculan untuk terus berkarya. Yang terbaru, warga binaan menginisiasi kegiatan pelatihan sablon di dalam Lapas Mataram.

== == == == ==

Bengkel kerja di Lapas Mataram nampak sibuk akhir pekan kemarin. Sejumlah pria warga binaan pemasyarakatan (WBP) hilir mudik di ruangan tersebut. Salah satunya, Dodi. Pria yang terjerat kasus narkotika ini terlihat menenteng benda berbentuk persegi empat.

Benda tersebut dia ambil dari lemari yang ada di sebelah utara ruangan. Di sana, A�belasan benda serupa yang dipegang Dodi. a�?Ini screen sablon,a�? kata Dodi menyebutkan nama benda yang dia pegang.

Di tengah screen sablon, terlihat gambar bertuliskan a�?mantan tahanan penjara cintaa��. Dodi lantas membawa screen tersebut ke meja sablon. Meja tersebut dibuat secara sederhana. Di bagian atasnya terbuat dari kaca transparan dengan lampu neon berada tepat di bawahnya. Di sisi meja yang lain, terdapat penjepit yang berfungsi untuk penahan screen, saat proses sablon dilakukan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Dodi kemudian mengambil kaos polos sebagai objek sablonnya. Screen yang dia bawa kemudian ditaruh tepat di atas baju. Tak lupa Dodi mengambil tinta sablon berwarna biru dan kuning, yang telah dicampur dengan sejumlah bahan tertentu.

Dengan cekatan tinta itu dia taruh di balik screen. Proses sablon pun dimulai. Tinta disapukan di permukaan screen menggunakan alat bernama rakel. Tak membutuhkan waktu lama. Dengan lima hingga enam sapuan, desain gambar berpindah ke baju.

a�?Ini desain sendiri. Hasil kreasi teman-teman yang lain,a�? kata Dodi menunjukkan hasil karyanya.

Apa yang dilakukan Dodi merupakan bentuk pembinaan dari Lapas Mataram. Kegiatan itu sendiri diinisiasi WBP yang didukung penuh Lapas Mataram.

Sebelum berpraktek, Dodi bersama 53 WBP lainnya lebih dulu menjalani pelatihan menyablon. Pelatihan dilakukan selama tiga hari. Mereka belajar mengenal alat-alat sablon hingga cara menggunakannya.

a�?Ada tiga kelas saat itu, satu kelas isi 15 sampai 16 orang WBP. Mereka belajar tiga hari,a�? kata Taufik Budiman, WBP yang menjadi inisiator sablon di dalam Lapas Mataram.

Tidak saja pelatihan, Lapas Mataram juga memfasilitasi tempat kerja. Sementara alat dan bahan untuk sablon, diupayakan WBP dan lapas secara swadaya. Semuanya ditempatkan di bengkel kerja yang terletak tepat di atas aula kunjungan.

a�?Ini semuanya swadaya,a�? ujar dia.

Menurut Taufik, keterampilan menyablon akan bermanfaat bagi warga binaan. Menjadi bekal bagi mereka, alumni Lapas Mataram, setelah tuntas menjalani hukuman. Harapannya, setelah keluar, mereka bisa membentuk kelompok usaha kecil.

Bagaimana modalnya? Kata Taufik, untuk sablon manual biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 3 juta. Dengan modal tersebut, sudah bisa menjalankan unit usaha sablon kecil-kecilan.

a�?Kalau sudah berkolompok, kan modalnya bisa berbagi, yang dikeluarkan semakin sedikit. Beli bahannya juga mudah, semua sudah ada di Mataram,a�? ujarnya.

Ke depannya, Taufik berharap alumni Lapas Mataram bisa berjejaring dari usaha sablon yang mereka bentuk. Dengan begitu, ketika ada order, bisa saling membantu. a�?Misalnya mereka full order, tidak mampu dikerjakan sendiri, bisa mengoper ke Lapas atau teman lainnya yang juga punya usaha sablon,a�? kata dia.

Bukan sekadar jaringan saja. Mereka bahkan telah berancang-ancang untuk merancang produk sendiri. Dengan ciri khas tertentu, seperti Joger di Bali, Dagadu di Jogja, atau Sasaku di Lombok.

Taufik mengatakan, produksi dengan brand khusus menjadi misi WBP dalam kegiatan sablon ini. a�?Nanti kita mau produk sendiri, gabungan dari gambar dengan kata-kata. Saingan dengan Dagadu atau Joger,a�? katanya.

a�?Kita sedang atur itu agar produksi tetap berlanjut. Caranya ya dua, cari order atau buat produksi sendiri. Dari sana, hasilnya bisa dibagi tiga, honor buat yang mengerjakan, operasional, dan beli alat bahan,a�? tambah Taufik.

Sejauh ini, produksi sablon mendapat dukungan penuh dari pihak lapas. Bahkan, orderan sablon pertama telah mereka kerjakan. Orderan itu berasal dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan, dengan jumlah 10 kaos.

Pesanan tidak berhenti sampai di sana. Mantan Bupati Lombok Barat (Lobar) Zaini Arony bahkan telah memesan 5000 gantungan kunci untuk keperluan kampanye pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Lobar.

a�?Yang kaosnya masih kita lobi. Semoga pilkada bisa juga membawa berkah untuk sablon ini,a�? ujar Taufik.

Sementara itu, Kasi Kegiatan Kerja Lapas Mataram Junaid mengatakan, pihaknya dan pimpinan Lapas Mataram mendukung penuh kegiatan tersebut. Apalagi manfaatnya sangat besar bagi WBP.

a�?Pimpinan sangat mendukung. Selain ada bekal nanti setelah keluar, saat di dalam pun mereka tidak jenuh. Ada kegiatan terus,a�? kata Junaidi.(wahidi akbar sirinawa/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka