Ketik disini

Headline Metropolis

Dapat Surat dari Gubernur, Ahyar Bakal Tinggalkan Pendopo

Bagikan

MATARAM-Secarik kertas dikirim dengan nomor Gub/26/2018. Surat ini bertanggal 16 Januari 2018 dan langsung di tanda tangani Gubernur NTB. Secara eksplisit surat ini memberikan izin cuti pada H Ahyar Abduh untuk kebutuhan berkampanye.

Surat ini adalah balasan surat yang sebelumnya dikirim Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh dengan nomor, 856/202/Pem/I/2018. Sebuah surat izin cuti di Luar Tanggungan Negara. a�?Pak Wali izin cuti dari tanggal 15 Februari-23A� Juni,a�? kata Kabag Humas Setda Kota Mataram Lalu Mahsun.

Selama masa cuti, Ahyar diminta melepas segala fasilitas yang melekat dengan jabatannya. Ia tidak boleh menggunakan kendaraan dinas, kantor, memanfaatkan fungsi struktur jabatan, hingga harus pergi dari Pendopo Wali Kota. Di mana selama ini Ahyar tinggal.

Sederhananya, selama masa cuti itu, Ahyar harus kembali jadi warga biasa. Bukan lagi sebagai Wali Kota Mataram. Ia diminta dan wajib menjalani masa kampanye, dengan seluruh daya dan kekuatannya sebagai seorang pribadi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

a�?Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota, dan Wakil Wali Kota dalam menjalankan kampanye dilarang menggunakan fasilitas yang terakit dengan jabatanya,a�? kutip ia.

Tidak boleh selama masa kampanye, ia memanfaatkan fasilitas negara. Hal ini telah diatur secara jelas dan terang dalam UU No. 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 1 Tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 1 Tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Selain itu juga ada peraturan Menteri Dalam Negeri No. 74 Tahun 2016, tentang cuti di luar tanggungan negara bagi Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

a�?Dalam surat itu juga menunjuk secara langsung wakil wali kota, sebagai pelaksana tugas (Plt) wali kota, selama pak wali cuti,a�? ulasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan wawancara dengan media, Ahyar memastikan dirinya siap mematuhi aturan yang ada. Termasuk, meninggalkan Pendopo Wali Kota yang selama ini ditempatinya bersama keluarga. a�?Karena aturannya seperti itu, ya harus dipatuhi,a�? kata Ahyar.

Ahyar juga mengaku siap mandiri. Tidak menggunakan fasilitas negara selama masa kampanye. Ia juga meminta agar ASN Kota Mataram tidak ikut politik praktis sebagai bukti netralitasnya. Baik untuk mendukung dirinya atau kandidat lain.

a�?Karena memang seharunya ASN itu harus netral. Kalau ada bukti (oknum PNS Kota ikut politik praktis) tentu kita akan proses sesuai sanksi yang berlaku,a�? tegasnya.

Ahyar juga sempat berpamitan pada seluruh politisi senayan yang hadir dalam rapat paripurna, kemarin. Ia mengatakan dirinya segera memasuki masa kampanye, sehingga berbagai persoalan menyangkut tata pemerintahan kota akan dilepas selama masa cuti.

a�?Saya berharap semoga kota ini tetap aman, ya aman,a�? ujarnya sembari tersenyum, lalu disambut tawa sejumlah anggota dewan. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka