Ketik disini

Metropolis

Sedot…Sedot…Sedot! Genangan di SDN 47 Ampenan Tak Kunjung Surut

Bagikan

MATARAM-Genangan air di SDN 47 Ampenan, Mataram hingga kemarin belum surut. Air di halaman sekolah ini sudah menggenang hampir seminggu lamanya.

a�?Ini sudah kelima kalinya kami menyedot air di SDN 47 Ampenan ini,a�? kata Kepala BPBD Kota Mataram Dedi Supriyadi ditemui di sekolah tersebut, kemarin (6/2).

Menurut Dedi, seringnya BPBD melakukan penyedotan di sekolah tersebut, disebabkan karena tidak adanya saluran drainase yang mengalirkan genangan dan banjir. Sehingga, setiap kali dilakukan penyedotan air, wilayah SDN 47 Ampenan akan kembali dikepung banjir.

a�?Berkali-kali di sedot, tetap saja tidak surut-surut. Sepertinya ke depan harus ada saluran drainase, sehingga ke depan tidak mengganggu aktivitas siswa dan para guru,a�? tutur mantan Kepala Dinas Kebersihan Kota Mataram itu .

Kemarin, lebih dari 20 petugas BPBD Kota Mataram turun melakukan penyedotan air. Termasuk tiga mobil tangki air dan tiga mesin pompa dikerahkan. a�?Kami berharap genangan ini bisa kering, kasian juga lihat para murid harus menggunakan sandal,a�? tutur Dedi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Selain anggota cepat tanggap dari BPBD Kota Mataram, belasan anggota satgas Pertamanan Kota Mataram juga turun ke lokasi untuk melakukan penyedotan. a�?Ya, kami dibantu oleh satgas dari Dinas Pertamanan. Sehingga proses penyedotan bisa cepat selesai,a�? ungkap Kabid BPBD Darurat dan Logistik Kota Mataram, I Made Gede Yasa.

Terkait kondisi tersebut, Yasa berharap agar Dinas PUPR Kota Mataram segera membangun saluran drainase di sekitar SDN 47 Ampenan tersebut. a�?Kalau hujan lagi, pasti sekolah ini akan dikepung genangan lagi. Untuk itu, kami minta PUPR mencari solusi yang tepat agar hal ini tidak terjadi lagi,a�? tutur mantan Lurah Pagesangan itu.

Selain tak memiliki saluran drainase, topografi daerah yang rendah juga menjadi salah satu faktor utama wilayah tersebut mudah digenangi air.

Sementara itu, Hanafi, salah satu murid SDN 47 Ampenan mengaku sangat terganggu dengan genangan tersebut. a�?Terganggu sekali, kaki jadi gatal karena harus pakai sandal,a�? kata Hanafi, murid kelas tiga SDN 47 Ampenan, kemarin.

Ia berharap agar Pemerintah Kota Mataram lebih cepat tanggap dalam penanganan banjir yang terjadi di sekolahnya. a�?Pokoknya, kami tidak ingin banjir lagi lah,a�? tegasnya.

Murid lainnya, Nadya berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan. Sehingga sekolahnya terbebas dari genangan banjir yang tergenang selama sepekan ini. a�?Kami takut akan menganggu proses try out. Semoga pemerintah dengar apa yang saya minta,a�? kata Nadya yang mengaku rumahnya di Lingkungan Pondok Prasi, Ampenan, kemarin.

Sementara Zultrian, guru olahraga di sekolah tersebut mengaku banjir kali ini paling parah. a�?Ini pertama kalinya air sampai masuk ruang-ruang kelas yang ada di sekolah ini,a�? kata Zultrian.

Dengan adanya kejadian tersebut, Zul berharap Pemkot Mataram mengambil langkah solutif. Sehingga ke depan, bencana seperti ini tidak terulang lagi. a�?Kami minta disediakan tempat penampungan air atau bangunan sekolah ini ditinggikan,a�? pungkasnya. (tea/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka