Ketik disini

Headline Politika

Masyarakat Belum Merata Tersentuh Informasi Pilkada

Bagikan

MATARAM– Masyarakat belum tersentuh semuanya. Tak sedikit yang mengatakan ketidaktahuannya terkait sejumlah hal yang berkaitan dengan Pilgub NTB tengah tahun ini.

“Tanggal berapa sih nyoblosnya,” kata M Sofian, seorang warga Kekalik, Mataram.

Dinda Safitri, Mahasiswi semester pertama Fisipol Unram hanya geleng-geleng ketika koran ini menanyakan apa maksud formulis A5 atau surat pindah memilih. Perempuan asal Selong, Lombok Timur itu mengatakan baru kali ini mendengar istilah itu.

“Oh, ternyata itu maksudnya,” dia mengangguk setelah dijelaskan hal tersebut berkaitan dengan aturan yang membolehkan pindah tempat mencoblos.

Mengenai prosedur cara pindah itu, anggota Aisyiyah Mataram Winda Restu Setiani juga mengatakan tidak mengetahui pasti. Padahal, ia salah satu yang berkepentingan. Karena kendati tinggal di Mataram, KTP ibu satu anak ini masih Lombok Timur.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

“Gak ngerti juga gima cara ngurusnya,” ucapnya jujur.

Qaula Musdania, warga Lembar, Lombok Barat mengatakan hingga kini dirinya belum pernah mendapat sosialisasi apapun dari petugas KPU.

“Tidak pernah ketemu,” katanya.

Mengenai jumlah kandidat yang akan bertanding, Rizka Randika Putra, pemuda asal Labuapi, Lombok Barat mengatakan belum tahu. Karena ketidaktahuan itu, ia juga belum menentukan pilihan.

“Bahkan mau ikut nyoblos atau tidak, saya belum tahu,”ujarnya.

Tak berbeda jauh, Arofah, perempuan asal Bima yang kini berdomisili diA�Mataram juga mengatakan tidak tahu pasti berapa kandidat yang akan bersaing. Ketika diminta menyebutkan satu saja nama lengkap kandidat, ia juga angkat tangan.

“Tidak tahu,” jawabnya.

Pertanyaan sederhana terkait beberapa hal itu menjadi gambaran kecil bahwa ada sekelompok masyarakat dari berbagai latar belakang dan asal yang masih belum mendapat informasi lengkap. Hal itu tak dipungkiri Ketua KPU NTB L Aksar Ansori. Dia mengatakan pihaknya sudah dan terus melakukan sosialisasi. Misalnya terkait formulir A5, pihaknya sudah mendatangi sejumlah universitas

a�?Kami akan intensifkan lagi sosialisasi,a�? janjinya.

KPU melihat ada beberapa faktor mengapa masyarakat tidak mengetahui sejumlah hal teknis walau telah disosialisasikan sebelumnya. Misalnya masyarakat kurang peduli terhadap hak memilih mereka. Atau juga karena memang informasinya belum menyeluruh diterima.

“Silakan tanya kepada petugas kami di lapangan,” ujarnya.

Pelaksanaan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) yang kini sudah berlangsung setengah jalan bisa dijadikan momentum. Masyarakat diminta tak ragu bertanya hal-hal yang belum dimengerti. Petugas yang mendatangi rumah-rumah warga bisa menjadi sumber informasi bagi masyarakat.

“Kami berjanji makin intens sosialisasi, tapi masyarakat juga harus mau mencari tahu,” pungkasnya. (yuk/cr-eya/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka