Ketik disini

Metropolis

Ahyar Cuti, Ini Janji Enam Camat!

Bagikan

Ahyar menyampikan salam pamit, jelang masuk masa cuti kampanyenya. Posisi wali kota, diisi sementara oleh Pelaksana Tugas (Plt) yakni Wakil Wali Kota. Tapi akankah para camat yang merupakan representasi pemerintah kota di tingkat kecamatan konsisten melayani rakyat, seperti biasa? Atau justru malas-masalasan dan ikut sibuk berpolitik membela junjungan?

————–

TANGGAL 14 Februari akan jadi hari terakhir Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, menikmati fungsi jabatan. Setelah itu, ia akan cuti dari tanggal 15 Februari sampai 23 Juni. Sekitar 4 bulan lamanya, segala kenikmatan memegang tampuk pimpinan tertinggi, sebagai orang nomor wahid di kota akan dilepas.

Ini, menyusul rencana Ahyar all out berkampanye, memenangkan dirinya sebagai Gubernur NTB berikutnya. Sedangkan segala kewenangan yang melekat dan yang masih bisa dikerjakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) akan dialihkan ke Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Walau kewenangan dan fungsi dipegang oleh wakil wali kota. Bukan berarti Mohan, sebagai Plt bisa seleluasa wali kota definitif. Ia tidak boleh melakukan lima hal. Salah satunya yakni jika para camat tidak disiplin, Mohan tidak bisa menghukum mereka atau menilai kinerja para camat.

a�?Oh pasti, kami akan tetap menjaga disiplin kami,a�? janji Camat Cakranegara M Salman Rusdi.

Ia meyakinkan selama Ahyar cuti, kinerjanya tidak akan berubah. Baginya, diawasi Ahyar atau Mohan, bagi Salman sama saja. Sebab keduanya merupakakan satu paket kepala daerah.

a�?Mereka kan satu paket, kecuali kalau Plt-nya ditunjuk dari Kantor Gubernur (mungkin wajar khwatir),a�? celetuknya.

Tapi Mohan sebagai Plt dengan segala keterbatasan wewenangnya, bukan berarti jalan mudah bagi dirinya berleha-leha dan sedikit santai dari tugas. Apalagi, semua program kerja dan rencana, sudah tinggal dilaksanakan. a�?Jadi tinggal dilanjutkan,a�? ujarnya.

Ia berjanji semua akan berjalan baik. Berbagai persoalan di Cakranegara, tetap akan jadi fokus perhatiannya untuk diselesaikan. Mulai dari soal prostitusi kelas pasar, sampah, dan izin usaha yang bermasalah. a�?Saya rasa kita sebagai ASN sudah tahu, apa kewajiban kita,a�? yakinnya.

Camat Sekarbela Cahya Samudra menjanjikan kinerja serupa. Ia pun tak menganggap ada bedanya antara wali kota dengan wakil wali kota. Meski dengan status plt dengan segala keterbasannya. a�?Plt kan ada di pak wakil, otomatis jajaran tetap berjalan seperti biasa,a�? jamin Cahya.

Persoalan di wilayahnya juga ia nilai normatif. Dan ia yakin masih bisa menanganinya dengan baik. a�?Soal banjir iya, ada genangan tapi itu kan karena cuaca ekstrem kemarin, sekarang sudah berlalu, jadi tidak ada persoalan yang terlalu berat,a�? yakinnya.

Camat Ampenan Zarkasyi juga tak kalah optimis siap menghadirkan wajah pemerintahan yang sama. Antara dipimpin kepala daerah definitif dengan plt. a�?Biar pun pak wali cuti tidak akan mempengaruhi pelayanan kita,a�? tegasnya.

Senada dengan camat Cakranegara, ia mengatakan program kerja yang dianggarkan juga telah tersusun dengan rapi. Hanya tinggal melaksanakan saja, agar semua sesuai dengan target yang diharapkan.

a�?Toh juga pak wali saya rasa juga sudah antisipasi, taruh misalnya SK kegiatan yang tidak bisa ditanda tangani oleh plt, beliau sudah tanda tangani dan selesai semua,a�? ujarnya.

Zarkasyi melihat, sosok wakil wali kota sangat memahami kondisi kota. Ia juga merasakan betul, bagaimana wakil wali kota selama ini, sangat tegas dalam menjaga komitmen dan dispilin ASN di kota.

a�?jadi saya rasa kita semua akan bekerja seperti biasa,a�? tandansnya.

Camat Sandubaya Lalu Syamsul Adnan menjanjikan kinerjanya tak akan kendor. Apalagi, cuti wali kota, semata-mata untuk kegiatan politik pribadi. Tidak ada sangkut pautnya dengan untuk kepentingan kota pada umumnya.

a�?Itu kan kegiatan politik beliau, kinerja kami tetap akan sama saja,a�? ujar Syamsul meyakinkan.

Penunjukan plt yang dijabat oleh Wakil Wali Kota juga disebutnya sangat tepat. Mohan dinilai sebagai sosok yang memahami dengan baik seluk beluk kota ini. Bahkan ia juga dinilai cukup andal cara mengkondisikan ASN agar lebih disiplin lagi.

a�?Kita pasti tetap semangat, dan disiplin masuk kerja,a�? janjinya.

Disentil soal posisi camat, kerap diminta sebagai a�?jalana�� penghubung antara wali kota dengan rakyat, sehingga memungkinkan dimanfaatkan sebagai jalan politis membangun kekuatan dukungan, Adnan tersenyum. Ia menjanjikan itu tak akan terjadi. Sebab ASN jelas-jelas tidak boleh ikut politik praktis.

a�?Oh tidak (jadi tim sukses), hahahaa��,a�? tawanya.

Camat Mataram Hariadi juga tak kalah semangatnya untuk menjaga ritme kerja di kecamatan. Ditunjuknya wakil wali kota, justru langkah yang tepat. Memilih sosok yang dinilai paham dengan baik keadaan kota.

a�?Beliau tahu bagaimana anak buahnya, kami pun tahu bagaimana pimpinan kami,a�? ujarnya.

Saling memahami ini, telah mendorong lahirnya chemsitry yang baik. Sehingga seorang plt tidak perlu melakukan banyak penyesuaian, untuk bisa mengendalikan seluruh ASN di kota Mataram.

a�?Ya jelas dong, kita sudah diatur agar tidak terlibat politk praktis,a�? ujarnya.

Kecuali dalam hubungan dirinya sebagai seorang kepala wilayah kecamatan dan Ahyar sebagai warga kota biasa. Tentu kewajibannya untuk memastikan kota dalam kondisi aman, tertib, terkendali.

a�?Yang penting Aman!a�? cetusnya penuh makna.

Sementara, Camat Selaparang Sudirman merasa justru keterlibatan mereka dalam politik praktis akan merepotkan Ahyar sendiri. Karena itu, pilihan paling tepat adalah dengan tidak ikut dalam urusan politik Ahyar.

a�?Jika kami melanggar aturan, ujung-ujungnya yang kena pak wali juga dan itu akan merepotkan beliau,a�? kata Sudirman.

Karena itu jika benar berniat ingin membantu Ahyar, sebaik-baik cara yang akan ia lakukan adalah dengan diam dan tidak ikut campur. Ia hanya perlu bekerja di dalam pemerintahan, melaksanakan tugas dan kewajiban yang telah diberikan oleh kepala daerah.

a�?Kami ini kan pembantu beliau, justru inilah kesempatan kami untuk membuktikan diri bahwa kami bisa bekerja dengan sebaik-baiknya, saat beliau berhalangan untuk memimpin kami,a�? pungkasnya. (zad/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka