Ketik disini

Headline Metropolis

Kenangan Hari Pers Nasional di Lombok, Jejaknya Adalah Penghijauan Areal Bandara

Bagikan

Hari ini, Hari Pers Nasional kembali diperingati. Provinsi Sumatera Barat akan menjadi tuan rumah. Seluruh insan pers dari pelbagai penjuru tanah air telah berada di Sumbar, untuk mengikuti rangkaian peringatan.

***

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi juga sudah ada di sana. Orang nomor satu NTB itu menjadi pembicara utama dalam salah satu diskusi yang menjadi rangkaian kegiatan peringatan Hari Pers Nasional di Kota Padang.

Sementara Presiden Joko Widodo yang dijadwalkan hadir, juga telah berada di Sumatera Barat.

Seluruh kemeriahan, seluruh kegembiaraan yang dirasakan masyarakat Sumatera Barat saat ini, membawa kenangan kembali, manakala NTB menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional dua tahun silam. Rasanya, kala itu, nyaris seluruh orang Indonesia sedang menoleh ke NTB.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan yang dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Lombok Tengah. Kegembiaraan benar-benar tumpah di sana.

Salah satu jejak peringatan HPN 2016 di NTB adalah penghijauan di areal Lombok International Airport. Bandara dengan areal lahan terluas kedua di Indonesia ini memang menjadi salah satu titik penghijauan. Sedikitnya 1.000 bibit pohon ditanam di sana.

Bagaimana kondisinya kini? Pohon-pohon itu kini sudah tumbuh besar. Sudah menjadikan kawasan bandara memang kian menghijau.

Tentu, tak seluruh pohon tersebut tumbuh. Sebagian memang ada yang mati. a�?Kami sungguh berterima kasih atas aksi penghijauan pada HPN 2016 lalu di tempat kami,a�? kata General Manager PT AP LIA I Gusti Ngurah Ardira pada Lombok Post, kemarin (8/2).

Dia tak akan lupa, tatkala pohon-pohon tersebut ditaman di areal bandara dua tahun silam itu. Saat itu, aksi tanam pohon dipimpin oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Ardita mengatakan, bibit pohon tersebut ditanam di seluruh titik yang dianggap gersang dan tandus. Pohon-pohon itu tentu tidak hanya ditaman. Namun, juga tumbuh kembangnya diperhatikan.

Pohon-pohon itu berasal dari program Artha Graha Peduli (AGP). Sebanyak 1.000 pohon Kelicung ditanam, kemudian dirawat hingga enam bulan setelahnya. Ada relawan Artha Graha Peduli dan para santri Ponpes Nurul Haramain Lombok yang melakukan perawatan tersebut. Niatannya memang menjadikan pohon itu betul-betul tumbuh dan areal bandara menjadi hijau dan rindang.

Keterlibatan Artha Graha dalam aksi penghijauan bersama insan pers bukan untuk pencitraan. Ini terbukti dari komitmen Artha Graha untuk terus merawat pohon yang ditanam tersebut. Sesuai arahan pendiri Artha Graha Network, Tomy Winata, kegiatan penanaman pohon tersebut tidak hanya dilakukan secara seremonial, tetapi harus dikawal hingga pohon yang ditanam benar-benar tumbuh.

Dalam banyak kesempatan Tomy Winata memang selalu berpesan jangan pernah menanam pohon kalau tahu pohon itu bakal mati.

Tentu saja, tak cuma penghijauan itu yang membuat GM LIA AP I gembira. Ada hal lain yang tak kalah penting. Yakni pertumbuhan penerbangan.

Ardita mengungkapkan, dengan posisi NTB sebagai tuan rumah HPN 2016, saat itu, jumlah penumpang yang dilayani di LIA mencapai 3,4 juta. Itu melonjak 35 persen dibandingkan tahun 2015.

Semenjak itu, jumlah penumpang terus tumbuh. Tahun 2017 bahkan sudah menjadi 3,6 juta, dengan 98-100 pergerakan pesawat per hari.

Itu artinya, pengaruhnya HPN di NTB benar-benar terasa. Melalui tulisan media cetak, visual gambar dari televisi, pemberitaan media online dan radio, pertumbuhan wisatawan ke NTB meningkat tajam. (dss/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka