Ketik disini

Headline Metropolis

Sejumlah Lapak di Udayana Jadi Tempat Karaoke

Bagikan

MATARAM-Sejumlah lapak di Taman Udayana mendapatkan sorotan dari masyarakat. KarenaA� beberapa pengelola lapak mulai menyalahi aturan. Salah satunya menyulap lapaknya menjadi tempat karaoke. Parahnya lagi, sejumlah lapak tersebut dibuat remang-remang dengan pencahayaan yang sangat minim.

Salah seorang warga sekitar, Ratna Fitria mengaku risih dengan keberadaan para PKL yang mulai melanggar aturan tersebut. a�?Risih banget. Kalau lewat sini (Jalan Udayana) berisiknya bukan main,a�? kata Fitri saat ditemui Lombok Post, kemarin (8/2).

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah oknum PKL itu harus segera ditindak tegas. Karena, sebelum kemunculan para oknum PKL berkedok usaha karaoke ini, Satpol PP lebih dulu menertibkan sejumlah usaha serupa pada tahun lalu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

a�?Pol PP dan dinas terkait harus tegas, jangan tindak tapi dilepaskan lagi dong. Kegiatan mereka ini bisa saja dicontoh generasi muda, saya mohon cepat ditertibkan,a�? tutur wanita 30 tahun itu.

Warga Kota Mataram lainnya Raden Arya Dwitunggal juga mengeluhkan hal yang sama. Namun Arya mengeluhkan masalah ini lewat akun Facebooknya dengan menuliskan statusnya di beranda atau timeline akun Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

a�?Asaalamualaikum bapak H Mohan Roliskana yang akan segera menjadi walikota, mohon agar keberadaan (usaha) karaoke di sepanjang jalan Udayana segera ditertibkan,a�? ungkap Raden di status Facebooknya.

Hanya selang beberapa jam, harapan Raden tampaknya membuahkan hasil. Sebab, Mohan langsung menanggapi statusnya di kolom komentar. Di mana, Mohan menuliskan. a�?Insya Allah, segera akan saya tertibkan,a�? tulis Mohan Roliskana di kolom komentarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Pol PP Kota Mataram Bayu Pancapati telah turun untuk menindaklanjuti keluhan warga terkait usaha karaoke yang mengganggu masyarakat tersebut. a�?Rabu (7/2) malam saya turun untuk menegur mereka. Dengan memberikan surat peringatan pada mereka,a�? kata Bayu pada Lombok Post.

Tahun lalu, lanjut Bayu, pihaknya telah melakukan peneguran dan penertiban pada beberapa lapak berkedok usaha karaoke di bawah kepemimpinan Chaerul Anwar.

a�?Ternyata mereka masih saja bandel, kalau dulu jumlahnya bisa dua sampai tiga. Sekarang jumlahnya meningkat, sekitar delapan pengusaha,a�? tuturnya.

Usai memberikan surat peringatan pada delapan PKL yang memenuhi Taman Udayana, Bayu berjanji akan melakukan penertiban dalam waktu dekat. a�?Kalau masih bandel, alat karaokenya kita sita dan siap-siap saja minggu depan saya tertibkan semuanya. Aktivitas ini sudah sangat mengganggu,a�? terang mantan Kabid Trantibum Satpol PP Kota Mataram itu.

Selain akan melakukan penertiban pada Senin pekan depan, Bayu juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram. Sebab, penataan sejumlah PKL yang ada di Taman Udayana berada di bawah tanggung jawab Perkim.

a�?Intinya di sana itu bukan tempat hiburan, taman itu digunakan untuk bersantai bersama keluarga. Dengan adanya masalah ini, saya akan minta pada dinas terkait agar mereka tidak diberi izin lagi untuk usaha, agar tidak seperti ini kembali,a�? kata geram.

Sementara itu, sebelum Satpol PP Kota Mataram turun melakukan peneguran, Lurah Karang Baru Masrun mengaku telah memperingati empat PKL berkedok usaha karaoke yang berjualan di wilayahnya. a�?Sudah saya ingatkan sejak lama, bahwa usaha seperti itu tidak dibolehkan di Taman Udayana ini,a�? kata Masrun pada Lombok Post.

Untuk mengambil langkah serius bagi sejumlah PKL tersebut, Masrun mengaku telah berkoordinasi pada Satpol PP Kota Mataram untuk melakukan peneguran. Sebab, aktivitas mereka masuk sebagai penyalahgunaan perda.

Terpisah, Ketua APKLI (Asosiasi Pedagang Kaki Lima) Kota Mataram Muhammad Sahidin, mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Perkim untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. a�?Kesannya memang jelak, apalagi kalau melihat motto Kota Mataram yang religius. Tidak semestinya ada usaha karaoke di sana,a�? kata Sahidin. (tea/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka