Ketik disini

Headline Metropolis

Ahyar Janji Tidak Lupakan Kota

Bagikan

MATARAMa��Banyak pertanyaan muncul alasan H Ahyar Abduh bertarung dalam Pilgub 2018. Padahal, masa pengabdianya di Kota Mataram masih sekitar 3 tahun lagi. Pekerjaanya juga masih banyak yang belum rampung di kota.

Sebut saja soal dua isu utama yakni banjir dan sampah yang belum tertangani dengan baik. Tanpa mengenyampingkan prestasi Ahyar dalam membangun kota, dua masalah ini tidak kunjung tuntas.

Ahyar sendiri tak ingin masyarakat salah kaprah menyikapi rencananya bertarung dalam Pilgub 2018 mendatang. Apalagi sampai ada yang menduga ia bosan dengan kota, atau lari dari persoalan yang belum ia bisa tuntaskan dengan maksimal.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

a�?Sejak mulai mengurusi kota dari tahun 1994 sampai 2005, segala ide dan tenaga sudah saya curahkan untuk kota,a�? kata Ahyar.

Ia mengawali pengabdiannya di Kota Mataram dengan duduk di DPRD Kota Mataram sebagai anggota dewan dari Partai Golkar. Selanjutnya ia menjabat sebagai wakil ketua DPRD lalu ditunjuk sebagai ketua DPRD Kota Mataram. Tahun 2005 sampai 2010, dirinya dipercaya menjadi wakil wali kota. Dan tahun 2010 hingga kini, Ahyar menjadi wali kota Mataram dua priode.

Menurutnya, waktu pengabdiannya tidak singkat. Tidak seperti yang ditudingkan, jika dirinya berambisi hanya menjadikan jabatan wali kota sebagai batu loncatan untuk menduduki kursi gubernur.

a�?Orang boleh saja mengukur tentang bagaimana saya, kekurangan dan kelebihan, ya silakan saja,a�? ujarnya.

Waktu 23 tahun, menurutnya, bukanlah waktu pengadian yang singkat. Kini tiba saatnya bagi dia untuk mengabdi di lingkup yang lebih luas lagi. Apalagi dorongan itu datang dari para tokoh, keluarga, dan sahabatnya.

a�?Saya diminta memperluas pengabdian saya,a�? cetusnya.

Berdasarkan idealisme dan keyakinan ia memilih untuk meninggalkan sisa jabatan yang tinggal tiga tahun lagi di kota. Ia merasa bisa memenangkan pertarungan perebutan kursi gubernur NTB.

a�?Sedangkan dari segi idealisme, saya ingin memperluas pengabdian itu,a�? terangnya.

Namun majunya ia dalam pilgub, bukan berarti akan melupakan persoalan di kota. Ia menegaskan, jika terpilih menjadi gubernur, perhatiannya juga tetap tercurah untuk warga kota.

a�?Meskipun perhatian saya sudah pasti juga untuk daerah lain, karena intinya NTB untuk semua. Tapi saya tidak akan tinggalkan kota begitu saja,a�? tegasnya.

Soal banjir dan sampah, Ahyar mengatakan, pemkot tidak bisa menangani sendiri. Harus ada keterlibatan pemerintah provinsi dan pusat. Jika ia terpilih menjadi gubernur NTB, maka penanganan banjir dan sampah di Kota Mataram dan daerah lainnya akan jadi prioritasnya.

a�?Harus ada intervensi provinsi dalam hal anggaran,a�? tegasnya.

Salah satu rencana yang akan diupayakannya adalah membangun dam di Babakan. Sehingga air Sungai Unus yang melimpah dapat dikendalikan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) H Mahmuddin Tura sendiri mengaku membangun dam sulit terwujud, karena terbentur anggaran.

a�?Belum kita hitung berapa anggaran yang dibutuhkan, tapi yang pasti besar sekali dan tidak mungkin sepenuhnya pakai APBD kota,a�? terangnya.

Sementara banyak persoalan lain yang harus ditangani. Mulai dari drainase, jalan, dan berbagai fasilitas yang dibutuhkan masyarakat kota. Semuanya menjadi sulit tersedia karena anggaran yang terbatas.

Soal sampah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Irwan Rahadi menjelaskan, tumpukan sampah disebabkan tingginya aktivitas pembangunan dan aktivitas warga. Hal ini mmebuat volume sampah meningkat setiap tahunnya. Ironisnya, hal ini belum bisa diimbangi dengan fasilitas armada pengangkut.

a�?Sebenarnya asal masyarakat disiplin buang sampah di jam yang telah kita tentukan, saya rasa armada yang ada masih bisa mengatasi semua. Tapi kalau mau ideal, harus ada penambahan armada,a�? tandasnya. (zad/r3)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka