Ketik disini

Headline Politika

Solusi Pemilih yang Ingin Pindah Tempat Memilih , Cukup dengan Membawa KTP ke KPU

Bagikan

MATARAM a�� Pilkada yang akan dilaksanakan pada 27 Juni mendatang menyisakan banyak a�?PRa�? bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Salah satunya, masih banyak masyarakat yang kebingungan tempat akan memilih. Terlebih para mahasiswa rantau dan yang mendapat penugasan kerja di suatu daerah.

Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori mengatakan, saat ini KPU sudah maksimal dalam penyampaian informasi pada masyarakat. Proses penyampaian informasi mengenai pilkada dilakukan berbarengan saat petugas melakukan pencocokan dan penelitian (coklit). Penyampaian informasi tentunya berupa pemahaman pemilihan nanti. Salah satunya, surat pindah memilih atau formulir A5.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Menurutnya, untuk melakukan pindah memilih, menggunakan formulir A5 merupakan cara yang paling mudah. Terlebih bagi mahasiswa atau pekerja yang mendadak di tugaskan di suatu daerah.

a�?Hanya membawa fotokopi KTP kemudian datang ke KPU, itu kan mudah sekali,a�?ujar Aksar, Kamis (8/2).

Bagi mereka yang belum mengetahui namanya terdaftar di mana, saat ini KPU telah memiliki website resmi untuk pengecekan apakah nama pemilih sudah terdaftar. MelaluiA�data.kpu.go.id, para pemilih dapat mengecek apakah namanya sudah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) sekaligus mengetahui ia terdaftar pada DPT mana. Sedangkan untuk yang belum terdaftar, pemilih dapat langsung melaporkannya ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) dengan membawa KTP atau surat keterangan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan kartu keluarga beserta fotokopinya.

a�?Jadi dapat dipermudah, nanti langsung laporan mau pindah ke mana dan dari mana,a�?tegasnya.

Setelah nanti memiliki formulir A5, para pemilih ini dapat langsung menggunakan hak suaranya di TPS tempat ia pindah memilih. Namun mereka harus datang di atas pukul 12.00 Wita. Karena DPT asli yang terdaftar di TPS tersebut akan didahulukan dalam pemberian hak suaranya.

Aksar menegaskan, pemilih dengan formulir A5 tidak perlu khawatir akan kehabisan surat suara. Karena masing-masing TPS memiliki 2 persen surat suara cadangan.

a�?Kalaupun habis, pasti akan diarahkan ke TPS terdekat dari sana,a�? katanya.

Sedangkan untuk masyarakat yang tidak memiliki E-KTP, mereka tetap dapat ikut serta dalam memberikan hak suaranya. Namun harus melalui beberapa prosedur. KPU hanya membantu untuk mendata siapa saja warga yang belum memiliki E-KTP, kemudian dilaporkan ke Dinas Dukcapil untuk dilayani perekaman KTPnya.

KPU juga mengimbau masyarakat untuk ikut aktif. Seperti contohnya, melapor jika memang hendak pindah memilih atau jika ingin ikut pemilihan namun tidak punya KTP. Masyarakat diminta berperan juga dalam kelangsungan pilkada mendatang.

a�?Kami juga tidak bisa berbuat apa-apa kalau masyarakat sendiri tidak melapor,a�? katanya. (cr-eya/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka