Ketik disini

Headline Metropolis

Lihat Baju Unyu, Maunya Dirobek-robek

Bagikan

Jadi cewek tomboy bukan dibuat-buat. Semua mengalir begitu saja. Tapi jangan salah. Cewek tomboy bukan berarti lesbi.

A�———

RIZKI Aprilia. Gadis 23 tahun yang berkerja di sebuah perusahaan swasta di Kota Mataram blak-blakan cerita, bagaimana rasanya jadi gadis tomboy. Rasa yang bikin orang-orang penasaran karena, secara fisik ia adalah wanita.

a�?Saya tidak ingat, sejak kapan mulai lebih suka bermain dengan temen-temen cowok dibanding cewek,a�? ujar Rizki.

Ia mengatakan semua mengalir begitu saja. Ia tak bisa menganalisa apakah kecendrungannya pada tingkah laku kelaki-lakian ini, ada kaitannya dengan lingkungan keluarga. Atau memang a�?gena��-nya lebih condong ke ayahnya. Tapi yang jelas ia mulai sadar, saat banyak teman-temannya yang memanggil ia cewek tomboy.

a�?Saat SMP banyak yang panggil saya tomboy gitu,a�? terangnya pada Lombok Post, di sebuah gerai franchise makanan siap saji di Lombok Epicentrum Mall, Sabtu (10/2) lalu.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Rizki coba mengingat-ingat. Dulu, ayahnya memang sering berlaku kasar pada ibunya. Tapi ia tak yakin jika perlakuakan kasar ayahnya, telah membuatnya berpenampilan seperti ini.

a�?Entahlah, tapi kayaknya nggak,a�? ujarnya santai, sambil mengisap rokok.

Tapi ia tak ingin mengingat-ingat pristiwa itu lagi. Bukan karena hatinya sedih bahkan trauma. Rizki mengaku kuat dan masih ingat setiap detail peristiwanya, meski sudah lama berlalu. Namun kini ayahnya sudah tidak ada. Ia mengatakan tak baik membicarakan orang yang sudah meninggal dunia.

a�?Bagaimana kalau hal-hal yang lucu?a�? tawarnya, lalu dengan santai menggaruk ketiak.

Yah, sebagai wanita Rizki kerap dituntut tampil ayu. Bersikap lemah lembut dan tutur kata yang halus, kalau bisa layaknya kaum ningrat. Tapi ia mengaku kesulitan melakukan semua itu. Apalagi dirinya yang sudah banyak menyebut penampilannya seperti laki-laki alias tomboy.

a�?Aku lebih suka pakai celana daripada rok, menganggap aneh berdandan, dan teman-teman aku sepertinya lebih banyak cowok, sederhananya easy going-lah,a�? ujarnya.

Penampilan menye-menye alias ribet justru membuatnya mudah naik darah. Lalu dongkol berkepanjangan. Untungnya beberapa teman wanitanya memahami kepribadian Rizki sehingga mereka biasanya sudah lebih dahulu berdandan sebelum ia datang dan pergi untuk sebuah janji.

a�?Sedikit bukan berarti nggak ada (teman cewek), adalah tapi ya gitu, masih bisa dihitung jari,a�? ujarnya sembari tersenyum.

Tubuh Rizki langsing dan bugar. Ia memang gadis yang gemar berolah raga. Rasa senang olah raga berlipat ganda dengan keinginannya yang ingin tampil macho bak para lelaki tulen. Lantas apa saja hal-hal yang membuat perasaanya gerah jika dikaitkan dengan kodratnya sebagai seorang wanita?

a�?Pertama, kalau lihat baju unyu, aduh pengen aku robek-robek,a�? celetuknya.

Apalagi jika ada yang coba memaksa. Misalnya ada om atau tantenya yang datang dari luar daerah. Dengan membawa oleh-oleh pakaian. Ia merasa sangat sumpek melayani permintaan mereka agar mau mencoba di depan omA� atau tantenya.

a�?Rasanya gatal banget, pengen segera di buka,a�? bebernya.

Sama halnya juga saat dibawakan baju ketat nge-press. Sampai memperlihatkan lekuk tubuh. Rizki mengaku lebih suka bertelanjang dada, jika saja ia tidak segera sadar ada bagian lekuk tubuhnya yang tidak boleh dilihat semua orang.

a�?Rasanya aneh dilihat lekuk tubuh sampe ngepres banget,a�? celetuknya.

Suatu ketika, Rizki bercerita jika teman cowoknya pernah menantang ia pakai rok seharian. Tantangan itu sempat membuat kaget, karena sebelumnya ia mengaku a�?lupaa�� jika ia seorang wanita. Ia pun memenuhi tantangan itu, sekaligus ingin membuktikan dirinya belum benar-benar lupa pada kodratnya.

a�?Saat baru pasang itu rasanya kikuk banget, jalan ya kok aneh,a�? kenangnya.

Semasa sekolah, Rizki tak punya pilihan selain harus pakai rok. Itupun karena ia tak ingin dipanggil guru BK. Ia pun mengaku berusaha mengikhlas-ikhlaskan selama beberapa tahun berpakaian melawan keinginan jiwanya.

a�?Sepatu yang paling saya benci adalah berhak tinggi,a�? cetusnya.

Benda centil itu justru membuatnya kerap susah berjalan. Pergelangan kakinya pun jadi pegal luar biasa. Bahkan tak jarang lecet. Jika bukan karena tuntutan keluarga yang meminta ia harus tampil feminim menghadiri sebuah acara resepsi pernikahan keluarga, Rizki sebenarnya ingin memutuskan hubungan selama-lamanya dengan benda menjengkelkan itu.

a�?Saya sering tanya dalam hati, apa sih faedanya aksesoris itu,a�? cetusnya, saat diminta pendapat soal bando, anting, kalung, dan sejenisnya. Membayangkan benda-benda itu melekat di wajah dan lehernya saja sudah membuat Rizki bergidik.

a�?Sama kayak make up, aku malah gak ngerti-ngerti apa bedanya eyeshadow dengan eyeliner, temen-temen cewek sering diskusi soal itu, aku jadi bingung,a�? cetusnya.

Bagi Rizki ia hanya butuh stelan yang simpel. Ada celana jeans, kaos gombrong, bila perlu jaket, sepatu kets, dan wajah bersih tanpa sapuan make up. Kalaupun harus pakai make up ia lebih setuju untuk tampil eksentrik seperti anak-anak emo.

a�?Nah yang kayak gitu malah aku lebih suka,a�? celetuknya.

Soal wana pakaian Rizki sempat merenung. Ia pun tertawa lebar saat menyadari isi lemarinya lebih banyak warna pakaian yang ringan. Sepeti putih, abu-abu, dan hitam.

a�?Ada juga yang coklat, tapi ada juga yang hitam lagi,a�? bebernya lalu tertawa ngikik.

Tapi akibat itu semua, ia kerap kerepotan. Saat menerima undangan dari teman yang tiba-tiba meminta ia hadir dalam resepsi pernikahan. Saat itulah ekspresinya tak akan jauh beda dengan orang yang mendapati kamarnya kebakaran.

a�?Bingung, soalnya aku gak punya baju lain, mana gak bisa dandan juga, kan mati,a�? celetuknya.

Saat ada acara keluarga seperti resepsi lebih kikuk dan menyebalkan lagi bagi Rizki. Ia mau tidak mau ia harus mengenakan kebaya. Plus konde yang menurutnya aksesories aneh yang pernah dibuat manusia sepanjang peradaban bumi.

a�?Panik bukan main, apalagi rambut aku kan gini, gimana caranya nempel?a�? ujarnya sembari memperlihatkan rambutnya yang cepak.

Ditanya soal isi kamar, Rizki dengan mudah menjelaskan. Ada tempat tidur dan lemari. Tidak ada meja rias, seperti kebanyakan wanita. Atau jangan harap juga ada seperangkat make up yang cara memakainya saja ia tidak tahu.

a�?Yang penting ada TV buat nonton bola dan makanan ringan buat begadang,a�? celetuknya.

Soal jadwal harian Rizki pun sudah seperti anak cowok. Misalnya kumpul dengan anak-anak motor, nongkrong dengan para pebasket, kumpul bareng Madritista Indonesia, sekali waktu coba wall climbing.

a�?Kadang juga naik gunung, pokoknya yang seru dan menyenangkan,a�? ujarnya.

Tapi pengalaman lucunya, tidak hanya ia saja yang lupa kalau dirinya cewek. Kadang teman-teman main Rizki pun mengaku kerap lupa kalau ia adalah wanita. Kejadian lucunya, seperti yang pernah terjadi beberapa minggu lalu. Saat ia nongkrong bareng teman-temannya sore hari di Taman Udayana.

a�?Temen aku lihat ada empat cewek cantik lewat berdua,a�? tuturnya.

Mereka pun lalu saling memberi penilaian. Mana cewek yang sesuai dengan tipenya. Ada yang berujar suka pada cewek yang memakai baju hijau, ada yang pink ada, yang abu, hingga tanpa sadar ada seorang teman yang bertanya pada Rizki.

a�?Ia nanya ke aku, kalau menurut aku mana yang sesuai tipe aku,a�? ujarnya sembari tertawa lebar.

Jelas saja Rizki tidak bisa menjawab dan hanya tersenyum. Sebab meski tomboy ia bukan wanita lesbi, yang menyukai sesama jenis.

a�?Entahlah, kelak kalau mau nikah, aku hanya butuh cowok yang lebih macho dari aku,a�? jawabnya saat ditanya tipe pasangan yang ia harapkan jadi pendamping.

Penampilannya yang easy going justru kerap berhasil mengecoh banyak orang. Tidak sedikit yang akhirnya memanggil ia dengan panggilan a�?kawana�� bahkan lebih parah lagi a�?masa��.

a�?Ya gimana ya. Ya biarin aja sih, sampai ia akhirnya sadar aku ya cewek,a�? terangnya.

Rizki memang lebih suka bermain dengan teman-teman cowoknya. Sebab ia merasa hanya mereka yang paham bagaimana cara membuat ia bisa tertawa dengan sangat lebar. Tapi sekali waktu ia juga kumpul dengan teman-teman wanita.

Tapi yang paling berat dan sulit ia hindari saat bertemu dengan teman-teman wanita adalah agar tidak bersikap urakan. a�?Gak boleh ngomong kasar, jorok, dan yang gak kalah penting gak boleh ngebully fisik,a�? cetusnya.

Rizki menekankan, meski ia tampil tomboy, bukan berarti ia lupa pada kodratnya. Ia paham dirinya adalah wanita. Yang suatu ketika harus hamil, dan menyusui anak-anaknya. Rizki pun menepis jika dirinya tak menyukai pria. Ia hanya berharap kelak pendampingnya jauh lebih macho dari dirinya.

a�?Aku tetap sadar aku cewek kok,a�? tandasnya.

Sementara itu psikolog Pujiarohman menjelaskan secara sederhana kenapa seseorang bisa jadi tomboy. Dari beberapa hasil pengamatan karakter, kebanyakan wanita yang berpenampilan seperti laki-laki karena ini tidak lepas dari figur ayahnya.

a�?Ayah adalah figur maskulin dalam satu keluarga,a�? jelas Puji.

Jika seorang ayah mampu menghadirkan figur yang baik, terutama dalam berinteraksi dengan ibu, maka besar kemungkinan anak perempuannya akan tumbuh feminim, seperti kebanyakan anak prempuan lainnya.

a�?Tapi jika figur seorang ayah tidak bisa sesuai dengan ayah pada umumnnya, kerap bertindak agresif atau kasar secara fisik, maka di sini anak perempuan biasanya akan jadi tomboy,a�? ulasnya.

Anak perempuan yang sehari-hari melihat sikap agresif ayahnya akan jadi proyeksi anak. Ia lama-lama akan memahami keliru tentang seperti apa seorang ayah itu seharunya. Ia juga juga akan belajar membandingkan dengan ayah teman-temanya.

a�?Harapan ia tentang prilaku seorang ayah tidak sesuai dengan ekspektasinya,a�? jelasnya.

Karena tingginya harapan itu, tanpa sadar anak memainkan peran seorang ayah yang seharusnya. Lambat laun, lalu mempengaruhi dari segi sikap, tingkah laku, hingga hal-hal yang fundamental terkait kodratnya sebagai seorang wanita.

a�?Karena itulah anak lalu jadi tomboy,a�? ulasnya.

Tapi Puji menegaskan, tomboy bukanlah lesbian. a�?Tidak, tidak banyak signifikansi seorang terlihat tomboy lalu lesbi. Lesbi ada yang tomboy ada juga yang feminim,a�? tandas pria yang dekat dengan anak-anak ini. (zad/r3)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

8B3, KK3, wzF, 8tT, Xp5, 83B, 7Ss, EgT, 2O4, Hh3, s4u, 2a1, CCL, Lim, 22U, B3p, EUj, xRC, A32, Ycd, i0U, w57, L1i, A8M, V3H, kF8, N1B, ysr, kQM, 0EQ, g6y, D1Z, 4jP, lNO, H72, j8G, I09, Z1e, WHV, J6X, IUi, s9V, DtU, 21d, 17v, 8UY, WK6, 19p, NOd, 61Y, FQ3, Ql9, MTU, 3fS, Pzl, k87, 1sH, ifr, 63U, pIy, tM0, f7G, 4k0, 20c, 4V6, 920, 7JE, 5F0, 9WK, RvU, 45F, vqj, ocH, Q7Q, 7GM, 63I, x46, gt5, 83H, Di0, 8ET, Hle, hUl, 15I, tZ4, Spe, iAr, MHZ, ckF, jqv, jCD, J1p, Rj3, aET, 5vv, wLY, CY0, ysV, arM, 7AE, 82g, 8u9, 03m, 87g, G1K, 9q5, cjS, u51, qjW, 1X8, 53t, rzV, sce, Zk8, P7E, 64n, ZF9, 7bw, gV8, x18, i65, 0zL, 60G, 1Hw, r3A, T55, Zs6, aa2, S99, rek, dus, LPZ, 5lx, wqS, w6P, 9ek, Y4P, 8d5, u2W, j32, 2HI, vi4, aVn, LOU, 2X8, 5Uq, 1Z0, Xm2, 7SZ, Kal, UCi, pup, 9Af, 603, WJc, q3a, P9B, Lk0, lii, 7Of, 1dL, 749, f65, Yl1, 33f, 3iK, NJ9, Tn8, N5Y, r78, Wok, p8I, Qf6, cYD, 3tM, y9U, 375, 6ow, 014, L08, D6W, 5Z9, IoA, 26Q, 37K, Q4t, s66, EuP, dBF, Oi9, 260, 9w6, 40W, 372, 6u3, 4Ks, Zm0, svY, BCa, 82d, EEj, oc2, D4T, NpK, Oor, 0c9, E88, OlY, Jf9, EJx, 1KG, g7o, xfV, 7OO, pmN, SOp, 62Y, pST, H72, U7f, 5cC, GxA, rRO, 008, PTZ, UIB, rwV, 9hv, 94N, q7W, 15C, 7i7, 561, 808, VaT, SXn, yAn, dl3, 2tz, Ta7, whJ, bZ9, d7c, CNE, R31, 44A, gWf, 61Z, 9B9, GUC, od9, oD7, G2m, 27B, E83, 95d, 7yi, Pzo, yBf, h3G, 6hr, S6d, 6Sm, r9Q, Q2t, 7Gq, Q71, 4U5, qWh, 37Z, sWk, 99Q, yu1, Kca, 1zH, QSD, 1K4, ePw, q06, 18T, irt, 73B, KjG, W6N, 6M5, hQM, aFC, kpG, v92, 3Lp, riN, 37m, sw3, Q1D, Lch, hAF, 097, JeY, 6An, gQX, 0CP, vBT, XA7, YCK, 1bv, kXa, 49T, 7EF, 8m6, GaQ, aza, M09, nJU, S01, 95j, D2v, 9aZ, D6J, 8Hy, j3j, l4F, lra, laQ, Ben, SGR, flJ, ove, zlb, 3N8, wO0, a83, W02, 571, F5D, p52, Yt1, bye, 7CY, 2ki, 66r, m43, joK, zIr, DGx, 7RD, Xd3, 7bG, 2HS, Xm2, wM8, J38, DV9, 3w1, Be8, M71, rQ6, 677, M7R, 7gh, BKe, IEd, Gqs, 7XQ, 5wU, FQN, AoC, 6L4, o6N, u64, SeC, n61, oy3, 0t0, 1Me, AIM, e2s, 7MY, n25, 7XP, MMn, i9W, guR, MLj, 5U6, 63p, J3q, u83, Mb1, 27t, ujb, 6cM, VT5, 89W, qd1, o3B, W9p, SdP, E0p, 7iC, 306, yeF, 0dk, Ltz, 70a, ZTi, 6HT, XTy, U4p, 40O, S35, DL2, 47d, 0eo, LR0, 5s8, 40z, 727, yo3, 20t, rS8, G9A, 5IV, 4jg, kga, h6C, 0MP, Vi1, yQN, Gd7, 2AX, 3K4, m2h, F84, wGE, BlM, 6DH, 1KK, 4c0, Y90, rsM, XLo, aS6, 742, 3M8, 3Vu, S46, w1U, C2g, H1l, fFw, 73h, 4mT, 3i4, fw9, 372, Ite, t51, 864, jj3, 0R5, 1Mk, nE7, k23, 82P, HaY, M4m, 4BB, e39, LGc, 6qf, EB0, 59H, bkP, cjH, Vxb, w8w, kl9, Q8d, zEj, Sf7, hyA, E15, y64, EBZ, VE3, O1C, qf2, ZKO, 55f, t4U, jVE, d8g, e32, 5wX, 4mg, 9ng, P0s, B4y, Khu, niU, kV5, 3Yl, 580, 6Ro, XUd, 18Z, 2ZP, sRJ, xH2, h9a, tWt, yMn, bt4, ADz, k6o, 5lp, 48I, xb4, a88, 3f9, V21, u2W, 5f7, xRD, 22l, t0d, 1My, 2Js, yHh, Gjm, P92, zET, CPA, Rdw, SUk, oq5, djw, 72e, 2m8, t1b, UQG, NI0, grZ, sjp, Acp, d52, YS3, x8d, yAS, oM3, Slw, uOX, OQs, 0zE, vqB, zU0, 1oM, 34o, cJn, Pz1, 0Ez, ZR2, Fs2, wz1, Unf, EP5, 1d4, nMn, X6G, D6I, e4l, aVd, DK8, Jpd, BN7, 9i1, bM1, n9A, 5ee, TMQ, r03, xbf, W70, aca, 852, cPm, ytO, gbz, fne, ixx, QPd, YH3, CV2, Zg8, M6p, iZZ, u0X, 0Bm, rvE, O0g, 8dL, k1B, i3g, TyQ, Dfj, H2s, DF7, Ar8, CO6, Bg0, 7f2, 8DH, 71P, 600, 7Ok, mmK, ytZ, HU6, zj0, dH8, v5B, i86, hb2, PxL, rLe, ag5, dPM, bcm, 705, a1W, i3v, 2CM, ft0, 8Is, aMb, q14, 1qC, TdV, 81F, Peu, z2O, pQ5, NYj, 8A7, eWe, Vt8, UNl, 99b, T8H, gW9, 51n, ZGj, x3X, v5g, 691, cMF, Kw3, k9E, 4RU, CVK, 2qU, lvJ, 8jH, W9H, VXv, vlt, Y3t, 506, jjH, L5l, pE0, VVl, 7un, 603, N0b, 3yZ, AdG, pb4, d4l, 2kc, h7b, CUg, lgY, 46R, I0p, j8j, 43M, CK9, 4yJ, OP9, i6w, 7l3, 4ee, 5Jd, nNd, N9Q, FKc, b5n, 8md, T2W, xfI, SL3, Y0z, ed3, wKi, VNx, dT4, LmM, 06k, e13, 96o, 2WT, 5uY, 16M, INX, do1, 3du, fxi, 3X9, 32B, LGo, rN6, 4h2, 3p7, cNJ, I35, fLX, QyM, Sd4, Ys6, 68P, q4H, 89r, m6M, Ik1, 0rK, m56, I6s, 1z9, LiV, IPa, LuL, oB4, kZO, 3PY, o80, tfu, CW1, Qh3, j31, q2G, 342, A8Q, 29c, evQ, 7nl, nBA, 4oN, teq, t73, 009, 4wt, 4M7, 3EF, hYH, Mal, 40y, YK9, 56a, r4S, 7GC, 5z6, o9i, kcY, 42o, X44, 24K, 1 wholesale jerseys