Ketik disini

Headline Metropolis

Haram Bawa Bunga dan Coklat, Disdik Sarankan Sekolah Gelar Razia!

Bagikan

MATARAM-Diam-diam banyak remaja menunggu momen Valentinea��s Day. Bahkan anak-anak yang masih duduk di bangku SMP juga mulai bisik-bisik soal hari kasih sayang tersebut. Hal ini membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram gerah.

Kepala Disdik Kota Mataram H Sudenom meminta pada seluruh Kepala Sekolah SMPA� menggelar razia. Mengantisipasi anak-anak yang masih ingusan, mengungkapkan kata cintanya dengan cara-cara dewasa. a�?Ya bila perlu razia saja,a�? kata Sudenom.

Ia tidak ingin lingkungan sekolah diwarnai aksi tak pantas dari siswa-siswi yang masih anak-anak. Diakuinya, pengaruh informasi yang bebas saat ini, telah membuat banyak anak-anak penasaran dan ingin tahu rasanya merayakan hari yang penuh kontroversi itu. a�?Pokoknya besok tidak boleh ada yang tukar-tukaran kado dan bunga,a�? pintanya.

Ini bisa jadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Kota Mataram. Jika anak-anak sampai merayakan Valentinea��s Day itu artinya mereka telah menyerap informasi yang keliru. Meski Sudenom mengaku agak ragu, tanggal 14 besok akan ramai dengan aksi tukar kado anak-anak SMP. Ia merasa tidak ada salahnya para kepala sekolah bersama guru mengantisipasi ini.

a�?(Tapi saya rasa) tidak ada (karena masih kecil-kecil) tapi perlu untuk diantisipasi, kan?a�? cetusnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Kasatpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati pun menjanjikan tak akan memberi ruang sedikitpun bagi para remaja untuk bercumbu kasih di hari itu. Bayu menegaskan posisi pemerintah jelas melarang kegiatan-kegiatan yang menjurus ke tindakan amoral. a�?Kita akan sisir semua tempat yang rawan untuk itu,a�? janji Bayu.

Kasat baru ini menegaskan tak akan ada kompromi bagi pasangan muda mudi yang bukan suami istri, berkeliaran di kota lalu bercumbu kasih. Ia pun berjanji tak akan segan mencinduk mereka, apabila terbukti berbuat tak pantas dari segi norma kesusilaan.

a�?Mau gimanapun, mau ada yang duduk di paha (pasangannya), kita akan angkut!a�? ancamnya.

Larangan ini berlaku tidak hanya di taman kota, tapi di berbagai tempat umum. Ia juga mengimbau pada tempat-tempat hiburan malam tidak memberi ruang yang besar bagi pasangan muda mudi bercumbu kasih dan ikut serta menjaga citra positif kota sebagai daerah yang religius. a�?Ya semuanya kita imbau,a�? tegasnya.

Pemerihati anak Nyayu Ernawati tak bosa-bosan meminta pada anak-anak dan remaja tidak latah merayakan hari valentine. Menurutnya, itu adalah budaya luar dan tidak lahir dari budaya bangsa ini. a�?Hari kasih sayang ini bukanlah budaya kita (budaya Indonesia),a�? tegas Nyayu.

Ia menilai, semangat dari hari kasih sayang ini sebenarnya bagus. Bagaimana hubungan harus didasari oleh cinta dan perasaan yang tulus. Tetapi, harusnya bukan hanya diperingati dalam satu hari saja. a�?Kalau bisa setiap hari, kita harus saling menyayangi,a�? ujarnya.

Tapi tak bisa dipungkiri, muncul persepsi negatif soal hari valentine. Misalnya, sebagai hari di mana hubungan kasih sayang dengan pacar, boleh keluar bebas hingga melakukan seks bebas.

a�?Nah ini dia masalahnya. Padahal kalau mau valentine-valentinean, ya tidak harus dengan pacar. Bisa dengan orang tua, anak, sahabat. Jangan diartikan ekslusif apa lagi jika maknanya bertentangan dengan norma agama dan adat,a�? tegasnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka