Ketik disini

Metropolis

Tak Ada Hura-hura saat Imlek

Bagikan

MATARAM-Jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2569 dan Cap Go Meh 2018, Perkumpulan Sosial Bakti Mulya (PSBM) Lombok melakukan serangkaian kegiatan di Vihara Bodhi Dharma, Kelenteng (Po Hwa Kong) yang terletak di Ampenan, Mataram.

Wijanarko Tanaya, Wakil Ketua bidang kebaktian PSBM mengatakan, kegiatan tersebut sudah dilaksanakan sejak hari Jumat, 9 Februari, dan akan berlangsung sampai Jumat tanggal 2 Maret mendatang.

a�?Kita sudah melakukan bakti sosial di enam lingkungan pesisir pantai Ampenan,a�? terang Wijanarko kepada Lombok Post, Senin (12/2) kemarin.

Ke enam lingkungan yang dibersihkan dalam kegiatan bakti sosial tersebut melingkupi Bintaro Jaya, Pondok Perasi, Kampung Bugis, Dende Seleh, Telage Mas, dan Melayu Bangsal.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Wijanarko juga mengatakan kalau pada Kamis 15 Februari akan dilakukan kegiatan menyambut tahun baru Imlek 2569/2018 yang bertempat di Kelenteng Po Hwa Kong. a�?Kegiatannya akan diisi dengan ibadah dan doa bersama,a�? terang Wijanarko.

Dalam kegiatan menyambut tahun baru Imlek 2018 ini, ia menjelaskan tidak ada yang berubah dari format kegiatan di tahun sebelumnya. Karena itu, ia pun berharap agar semangat kebersamaan warga bisa terus ditingkatkan. Dari itu pula, amal donasi sudah mulai dibuka.

Terlebih lagi nantinya pada tanggalA� 25 Februari 2018, akan ada kegiatan perayaan Imlek bersama lansia dan umum Bhakti Sosial interent. Kegiatan yang akan bertempat di Gedung Hakka Narmada tersebut akan diisi dengan pembagian angpao.

Sementara itu, Mangku Kelenteng Po Wha Kong Mangku Nengah Mudra mengatakan, kegiatan di Kelenteng Po Wha Kong nantinya akan dipenuhi dengan ibadah dan doa bersama. Ia menjelaskan bahwa esensi dari merayakan tahun baru Imlek pada dasarnya sama dengan tahun-tahun baru lainnya.

a�?Dalam tahun baru Imlek, kita diminta untuk merenungiA� semua kegelisahan, kemurungan, kesedihan, dan penderitaan agar bisa berubah menjadiA� ketenangan, keriangan, dan kebahagiaan. Karena itu tidak ada hura-hura. Berbeda dengan tahun baru negara yang biasanya hura-hura,a�? terang Mangku.

Ada tiga hal yang ditekankan mangku kepada para pemeluk ajaran tri dharma di Kelenteng Po Hwa Kong. Dalam menyambut tahun baru, kita diminta untuk kembali memahami, merenungi dan ketiga memaklumi.

a�?Dengan ketiga hal itu kita akan mengerti arti hidup. Bahwa pada dasarnya semua orang diciptakan untuk bahagia. Namun jika ada orang yang tidak berbahagia, maka itu disebabkan karena karmanya. Ada karma, maka ada pala. Hal itu seperti aksi dan reaksi,a�? terang Mangku.

Proses sembahyang dan doa akan dilaksanakan pada perayaan tahun baru Imlek. Mangku menjelaskan berbagai persiapan seperti lilin, bunga, dupa, air, dan buah. Lilin berarti menerangi. Bunga berarti hati manusia. Air dihajatkan sebagai mata air penyesalan, dan buah berarti badan.

a�?Lilin dinyalakan sebagai penerang. Dupa sebagai pengantar doa. Karena setiap asap pasti ke atas. Tak pernah ada yang ke bawah,a�? tandas Mangku. (tih/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka