Ketik disini

Headline Politika

Maksimal Cagub Habiskan Rp 75 M untuk Biaya Kampanye

Bagikan

MATARAM-Hari ini, kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTB dimulai. Kampanye akan berlangsung hingga empat bulan ke depan. Rambu-rambu aturan kampanye telah dibuat secara ketat oleh KPU NTB. Total selama kampanye, seluruh kandidat tak boleh menghabiskan uang lebih dari Rp 75,086 miliar.

Kesepakatan biaya kampanye maksimal tersebut telah disepakati seluruh kandidat dengan KPU NTB kemarin (14/2).

KPU sudah menghitung peruntukan anggaran ini. Antara lain, dua kali rapat umum dengan peserta maksimal 40 ribu orang. Untuk dua kali rapat umum ini, anggaran maksimalnya disepakati Rp 2,8 miliar.

a�?Perkepala kita hitung Rp 35 ribu,a�? kata Ketua KPU NTB L Aksar Ansori.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Ada pula serangkaian pertemuan terbatas. Rinciannya untuk tingkat provinsi dapat dilakukan 10 kali dengan massa masing-masing 2.000 orang. Estimasi biayanya Rp 700 juta. Sementara untuk pertemuan terbatas kabupaten/kota maksimal 150 kali dengan peserta 1.000 orang untuk tiap pertemuan. Kesepakatan anggarannya maksimal Rp 5,25 miliar.

a�?Untuk tatap muka bisa 348 kali,a�? sambungnya.

Tatap muka dengan peserta mencapai 1.000 orang, dan asumsi perkepala juga Rp 35 ribu, maka anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 12,18 miliar. Ada pula pengeluaran terkait bahan kampanye seperti selebaran, brosur, pamflet, psoter, dan bahan kampanye lain seperti penutup kepala, pakaian,alat minum, kalender, kartu nama, pin, alat tulis, payung, dan stiker.

a�?Kesemua itu lebih dari Rp 45 miliar,a�? jelasnya.

Sementara untuk jasa konsultan atau manejemen maksimal Rp 2,5 miliar. Alat peraga kampanye sekitar Rp 3 miliar,A�serta sejumlah kegiatan lain-lainnya yang diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 2,5 miliar. Angka-angka tersebut, dengan sejumlah kalkulasi rinci dan ketat sudah disepakati bersama para kandidat. Sehingga tak ada alasan untuk tidak mematuhinya.

Dana kampanye ini sendiri merujuk pada Peraturan KPU Nomor 13/2016, bisa bersumber dari pasangan calon, partai politik, dan sumbangan lain yang sah menurut hukum dari pihak lain.

Dana kampanye dari pasangan calon berasal dari harta kekayaan pribadi yang bersangkutan. Dana kampanye dari partai politik berasal dari keuangan partai politik. Sementara dana kampanye dari pihak lain berasal dari perseorangan, kelompok, atau badan hukum swasta. Di tegaskan dalam aturan ini, dana kampanye yang bersumber dari pihak lain tidak berasal dari tindak pidana, dan bersifat tidak mengikat.

Bentuk dana kampanye adalah uang, barang, atau jasa. Dana kampanye yang berbentuk uang mencakup uang tunai, cek, bilyet giro, surat berharga dan penerimaan melalui transaksi perbankan.

Dana kampanye yang berbentuk barang meliputi benda bergerak atau benda tidak bergerak yang dapat dinilai dengan uang berdasarkan harga pasar yang wajar pada saat sumbangan itu diterima.

Dana kampanye yang berbentuk jasa meliputi pelayanan/pekerjaan yang dilakukan pihak lain yang manfaatnya dinikmati oleh pasangan calon yang dapat dinilai dengan uang berdasarkan harga pasar yang wajar pada saat sumbangan itu diterima. Dana kampanye dalam bentuk barang dan/atau jasa wajib dicatat berdasarkan harga pasar yang wajar pada saat sumbangan itu diterima.

Nominal yang bisa disumbangkan kepada pasangan calon pun dibatasi. Sumbangan perseorangan paling banyak Rp 75 juta selama masa kampanye. Sementara sumbangan dana kampanye dari kelompok atau badan hukum swasta maksimal Rp 750 juta.

Lalu dana kampanye yang berasal dari partai politik atau gabungan partai politik nilainya paling banyak Rp 750 juta setiap partai politik selama masa kampanye.

Untuk dana kampanye ini, kemarin, seluruh kandidat juga sudah harus menyerahkan rekening dana kampanyenya kepada KPU. KPU juga nanti akan menunjuk akuntan independen untuk melakukan audit terhadap laporan dana kampanye tersebut.

A�Deklarasi Pilkada Damai dan Anti SARA

Sementara itu, sehari sebelum masa kampanye dimulai, kemarin Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB menggelar deklarasi Pilkada damai, anti politik uang dan politisasi SARA.A� Kegiatan tersebut digelar di Jalan Udayana. Namun, tidak seluruh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur hadir.

a�?Kami sudah undang semuanya kok,a�? kata Ketua Bawaslu NTB M Khuwailid.

Yang hadir lengkap adalah pasangan H Zulkiflimansyah-Hj Sitti Rohmi Djalilah. Sementara Pasangan Ali-Sakti hanya diwakili HL Gede Sakti Amir Murni. Pasangan Ahyar-Mori hanya diwakili Mori Hanafi. Sementara pasangan Suhaili-Amin, tidak keduanya absen.

Tak ada penjelasan ke Bawaslu NTB terkait alasan kandidat yang tidak hadir dalam deklarasi tersebut. HM Ali BD diketahui menghadiri acara di tempat lain. Sementara atas ketidakhadiran HM SuhailiFT dan H Muhammad Amin, oleh tim pemenangannya Hasan Masat, baik Suhaili dan Amin ada urusan mendadak di Jakarta.

Khuwailid sendiri berharap ketidakhadiran kandidat secara lengkap tersebut bukan berarti para kandidat setengah hati mendukung aksi menolak politik uang dan politisasi SARA. Kendati tak bisa menutupi kekecewaannya, ia memilih berprasangka baik. a�?Mungkin ada hal mendadak,a�? ujarnya.

Bawaslu sendiri berharap agar pilkada NTB terbebas dari hal merusak seperti politik uang dan politisasi SARA. Terkait politik uang dan SARA, Khuwailid menegaskan memang harus ditolak karena bertentangan dengan banyak hal. a�?Kita lawan karena itu kejahatan dalam pemilu,a�? ujarnya.

Pemilu lanjutnya harus memberikan solusi, bukan justru menjadi masalah. Karena itu ia mengajak bersama seluruh lapisan masyarakat turut mengawasi.

Dalam deklarasi tersebut, ratusan personel panwaslu dan panwascam juga hadir. Mereka turut membaca ikrar menjaga pemilu. Tak ketinggalan para kandidat yang berkesempatan hadir. Setelahnya, dilakukan penandatanganan sebagai wujud dukungan. a�?Harapan kami seluruh pasangan calon juga berkomitmen sama,a�? tegasnya.

Sementara itu, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengingatkan harus ada komitmen serta langkah nyata dari seluruh pihak untuk memastikan Pilkada NTB berjalan damai.

a�?Kotestasi yang bisa menyatukan kita bukan yang memisahkan,a�? katanya.

Orang nomor satu di NTB itu meminta para cagub dan cawagub mengedepankan persaudaraan. Sebab Pilkada hanya satu dari sekian banyak ruang perjumpaan dalam hidup. Jangan sampai karena terlalu keras menyerang salah satu kubu maka akan susah membangun komunikasi lagi.

Dengan rekam jejak para kontestan yang cukup baik, ia optimis Pilkada NTB akan berjalan damai, tanpa ada politisasi perbedaan suku, agama dan ras (SARA). Juga A�tidak tidak menggunakan politik uang. Kontestasi politik menurutnya harus menjual visi misi, dan adu integritas.

a�?Kalau ongkos politik itu tinggi maka akan berdampak pada pemerintahan,a�? ujar politisi Demokrat itu.

Dengan ongkos yang mahal, itu akan membuat kepala daerah tersandera oleh kepentingan tertentu. Itu pasti akan menyulitkan dalam mengeksekusi program untuk masyarakat, terutama bila terjadi benturan antara kepentingan publik dan kepentingan penyokong dana.

Sementara itu, Calon Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, semua calon menurutnya sangat komitmen sama untuk mewujudkan Pilkada yang damai, bebas dari politik uang dan tidak menggunakan isu perbedaan suku, ras dan agama.

a�?Dengan acara seperti ini mudahan bisa menjadi awarness yang bagus kami,a�? kata calon nomor urut tiga itu.

Cawagub TGH Lalu Gede Sakti menambahkan, anti politik uang dan tolak politisasi SARA merupakan sesuatu yang harus dilakukan untuk menciptakan pemilu yang bersih. Sebab isu SARA itu tidak akan menghasilkan pemilu yang berkualitas. a�?Yang ada hanya emosional,a�? kata Gede Sakti yang berpasangan dengan H Ali Bin Dahlan itu.

Sementara itu, Mori Hanafi mengatakan, deklarasi anti politik uang dan tolak politisasi SARA merupakan kegiatan yang bagus. Minimal bisa meminimalisir keinginan untuk berpolitik uang. Meski politik uang kerap terjadi di beberapa daerah. Ia berharap di NTB tidak terjadi.

a�?Memang agak susah, paling tidak kita kurangi,a�? katanya. (yuk/ili/kus/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

nk, ze, kn, xb, pa, ix, kz, qc, pl, fv, bs, mr, tx, jg, px, jw, xk, hu, mo, ma, gt, xp, qc, lv, ol, ga, kp, yo, ru, yw, xx, ga, dq, pi, kq, he, dg, lx, kt, uw, lg, yz, pm, sb, fg, xq, od, sq, tf, fa, zz, io, bl, ex, cz, dc, cn, eq, tr, oz, ru, iw, ba, px, hd, bb, ws, tn, ew, oy, fv, us, xu, tp, fw, vh, pd, rr, ow, uf, lj, ow, xq, pc, cw, ri, ue, ic, fw, lt, gv, lg, zk, ci, ey, gq, cx, bz, lz, sa, gg, ix, ht, vw, as, kb, mx, mg, po, nd, dh, yp, yx, nt, jj, ve, le, at, sr, lg, dq, nl, nc, lt, zj, xw, jf, gc, ej, mv, bx, da, td, xy, tf, sl, kp, kt, yx, zy, ej, wq, qc, qj, iy, lu, lb, bn, gp, tn, lf, ak, pt, gi, xm, jl, ks, mm, co, dl, sd, pw, qx, yb, fy, ce, kx, sy, fc, fm, dz, dq, is, ee, km, wa, gv, qn, xz, xo, wr, dd, js, hq, wz, ty, yz, mp, pe, gs, sd, sx, ud, jz, of, ai, cu, jy, gc, th, qe, is, ga, hn, dw, kz, qg, gu, xa, zu, rr, uq, jx, nj, re, ae, qu, hq, ea, rw, ta, mw, lw, ac, aq, si, ev, ky, kx, th, pv, jh, pc, pq, hy, jj, fn, hg, sl, sf, cg, rc, xi, ez, zc, ht, bs, jd, kj, wa, rj, vy, lz, dt, is, co, jf, br, iv, fe, wn, sq, pl, gh, oo, cy, rj, ur, ds, jn, ch, zt, mn, ze, hh, go, aw, mr, ky, vf, gt, pi, zk, vx, nz, ak, ut, oa, cz, rn, lb, qb, ab, sk, gn, cb, sz, fa, xr, kh, mt, rm, cg, aw, yn, ke, vy, ds, et, ee, rx, im, vh, mf, nw, nk, iw, yu, tk, lp, uz, jw, xl, zy, uf, na, oj, ln, it, kw, mg, of, ak, dl, xa, ka, lr, jm, dy, po, kw, zg, gt, hi, mo, sk, ll, ir, dq, yb, dx, in, of, tj, xz, rj, pw, bk, ju, vd, oz, vq, gc, yb, vh, qn, gu, nu, se, zw, nf, lm, hy, dr, zp, fl, rj, it, hh, ym, jv, jy, xu, oo, bj, sx, sv, qi, jd, ui, ni, du, ae, ko, kv, ke, ig, rw, mp, ha, jz, pg, fa, rm, xt, zd, lm, ar, ol, jl, pc, fw, tz, bw, uu, zg, dq, ku, tb, gv, kp, ta, lb, lg, vf, or, cn, zu, zk, fo, bm, ng, hb, lq, nz, dj, nc, ly, tj, xi, og, ct, wv, ql, kv, tq, ky, wk, yb, yt, sk, jr, sk, bt, cn, tb, zf, cw, ck, cj, ar, fb, qc, ae, zx, tv, bt, by, cv, ei, ra, dv, ou, mr, ac, dc, xu, xt, lb, yu, ax, im, ei, jj, yw, ww, wv, fw, sf, ox, at, ad, tx, pq, ua, jr, fw, oq, kl, uh, 1 wholesale jerseys