Ketik disini

Politika

Pesan Pilkada Damai dari TGB

Bagikan

MATARAM– Tensi politik NTB yang terus meningkat cenderung memanas coba diturunkan Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi. Kemarin, dalam paripurna dewan, ia bahkan menyisipkan pesan khusus di sela pidatonya.

a�?Mari kita songsong pesta demokrasi yang akan terlaksana dalam waktu dekat,a�? katanya.

Penghafal Alquran yang akrab disapa Tuan Guru Bajang itu mengajak semua pihak terus menjaga keamanan. Baginya pesta demokrasi harus dilalui dalam suasana penuh rasa kekeluargaan.

a�?Bukan dalam semangat perseteruan,a�? tegasnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Dia juga mengingatkan, pilkada seharusnya menguatkan dalam arti luas. Bukan sebaliknya, justru melemahkan posisi NTB, masyarakat, para politisi, dan pihak-pihak lainnya.

a�?Kontestasi memilih kepala daerah adalah ajang demokrasi lima tahunan kita,a�? katanya.

Sehingga, harus ada komitmen untuk memastikan pesta tersebut melahirkan kekuatan yang lebih kuat lagi. Lebih memperkuat dan tidak melemahkan jadi penekanannya. Bisa lebih menyatukan, tidak memisahkan.

a�?Saya optimis melihat rekam jejak kontestan, Insya Allah semua punya komitmen membangun NTB lebih baik,a�? katanya berkeyakinan.

Pria yang kini disebut-sebut tengah merintis jalan maju dalam kancah nasional sebagai capres/cawapres alternatif itu menegaskan politik harus memakai visi dan misi. Termasuk gagasan dan adu integritas. Terkait tingginya biaya politik yang mungkin dikeluarkan, ia mengingatkan jika hal itu terjadi, pasti berdampak pada pelaksaan pemerintahan kelak. Yang terpilih bisa tersandera kepentingan tertentu dan menyulitkannya dalam mengeksekusi program dan kepentingan masyarakat.

a�?Terutama ketika ada benturan kepentingan pihak tertentu dengan masyarakat,a�? katanya mewanti-wanti.

Kembali TGB menegaskan sarannya agar mengedepankan persaudaraan. Karena seluruhnya akan berjumpa dalam banyak ruang. Pilkada, lanjut TGB, hanya satu dari banyak ruang itu. Jangan sampai karena pilkada, yang lain jadi rusak. Setelah pencoblosan, dan pemenang diketahui, seharusnya kembali lagi seperti semula. Jangan kemudian karena terlalu keras gunakan instrumen tak terpuji, setelah selesai kesulitan menata persaudaraan.

A�a�?Sewajarnya saja, proporsional, ke depankan visi dan misi,a�? pungkasnya. (yuk/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka