Ketik disini

Headline Politika

Tim AMAN Sindir Suhaili-Amin Tak Hadir di Deklarasi Tolak Politik Uang dan SARA

Bagikan

MATARAM- Pasangan HM Suhaili FT dan HM Amin (Suhaili-Amin) dicibir tim pemenangan TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi (AMAN) sebagai pasangan yang paling potensial kalah. Tanda-tanda kekalahan itu, tampak jelas dalam dua kegiatan KPU dan Bawaslu yang diadakan dua hari berturut-turut, Selasa dan Rabu (13-14/2).

a�? Mereka tak menunjukkan keseriusan bertanding,a�? kata juru bicara Ahyar-Mori, Suaeb Qury, kemarin.

Ketidakhadiran Suhaili-Amin dalam deklarasi menolak politik uang dan pilitisasi SARA dipertanyakannya. Dia menganggap tak ada iktikad baik dari paket tersebut untuk menunjukkan keseriusan menciptakan Pilkada NTB yang damai dan sehat.

a�?Wajar kami ragukan komitmennya, mereka tak hadir,a�? sindirnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Berbeda dengan pasangan lain, Suhaili-Amin memang hanya mengirim tim pemenangan. Sedangkan untuk kandidat lain, paket Ahyar-Mori dihadiri langsung oleh Mori. Sementara itu untuk paket HM Ali BD dan HL Gede M Ali Wirasakti Amir Murni (Ali-Sakti), ada Sakti yang datang langsung kendati terlambat. Bahkan H Zulkieflimansyah dan Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) kompak datang berdua. Bahkan tampil sebagai pasangan yang datang paling awal.

A�a�?Ini yang hadir tanda tangan tolak politik uang dan politisasi SARA. Mereka (Suhaili-Amin, red) tidak,a�? kata Suaeb bertanya-tanya.

Baginya, masyarakat bisa menilai sendiri sikap tersebut. Dia percaya, warga NTB akan langsung mengeluarkan Suhaili-Amin dari daftar yang mungkin mereka pilih.

a�?Ini soal komitmen, masak acara sebesar ini tak hadir,a�? kata Suaeb.

Sedangkan saat acara KPU sehari sebelumnya, ia menangkap pesan tim pemenangan yang tak solid. Terbukti dengan tidak hadirnya sekretaris dan ketua PKB yang menjadi salah satu partai pengusung.

a�?Pecah ini, paling potensial kalah,a�? serangnya.

Padahal acara KPU tersebut adalah salah satu tahapan paling krusial. Pengambilan nomor urut yang menjadi titik balik perjuangan empat kandidat. Sehingga, kendati mendapat nomor satu, ia yakin Ahyar-Mori yang bernomor urut dua yang akan lebih dipilih rakyat.

a�?Kalau kami semua pengusung hadir,a�? klaimnya.

Padahal, perwakilan Hanura juga tak tampak dalam barisan Ahyar-Mori kala itu. Bahkan ada sebagian dalam barisan Ali-Sakti. Suaeb berkilah, hal itu karena konflik internal partai tersebut. Namun yang lebih penting, ia yakin massa Hanura tetap bersama mereka.

Terkait serangan kubu lawan, Ketua Tim Pemenangan Suhaili-Amin, Hj Baiq Isvie Rupaeda mengatakan ada halangan sehingga keduanya kompak tak bisa hadir. Amin kini bahkan tengah berada di Jakarta. Namun terkait Suhaili, ia tak tahu pasti alasannya tak hadir.

a�?Jangan dimaknai tak hadir artinya tak mendukung aksi menolak politik uang dan politisasi SARA,a�? katanya.

Bagi Isvie, komitmen Suhaili-Amin jelas dan tak perlu diragukan lagi. Mengenai sindiran yang menyebut sebagai paket yang paling potensial kalah, ia menunjukkan pandangan berbeda.

a�?Saya sangat optimis,a�? katanya.

Nomor psikologis satu yang didapat juga dipercaya akan memberi dampak baik dalam upaya meretas jalan menuju tahta kemenangan. Terkait PKB, ia menegaskan tak ada masalah sama sekali. Kendati ketua dan sekretaris tak hadir, namun ada perwakilan lain.

a�?Itu Pak Lalu Pelita bersama saya hadir,a�? ucapnya menyebut salah satu petinggi PKB.

Terpisah, Ketua PKB NTB HL Hadrian Irfani mengatakan PKB tetap komit pada pilihan awal. Bahkan kini seluruh kader diklaimnya sudah melakukan pergerakan. Mendatangi basis PKB dan nahdliyin diklaim sebagai langkah yang dijalankan secara nyata. Tak lain tujuannya memenangkan Suhaili-Amin.

a�?Jangan tak hadir acara itu diartikan tak mendukung,a�? ujarnya.

Menurut Ketua Bawaslu NTB HM Khuwailid pasangan calon urut satu ini telah mengkonfirmasi kehadirannya.

a�?Suhaili-Amin sudah konfirmasi hadir, namun jika saat deklarasi tidak hadir, kami belum mendapat konfirmasi dari pihak sananya,a�?ucapnya.

Meskipun demikian, Khuwailid mengimbau agar para paslon yang tak hadir sekalipun dapat A�melakukan proses politik dan kampanyenya dengan terus melawan politik uang dan politisasi SARA. Ia juga menanggapi santai pernyataan jika deklarasi ini tidak mendapat apresiasi dari para paslon.

a�?Kita positif thinking saja bahwa ini niat baik dan kegiatan yang baik maka orang baik pun akan menanggapi kegiatan ini baik.Jadi tidak masalah kalau paslon ada yang tidak hadir toh ini pun sebagai bentuk imbauan kami,a�? katanya.

Khuwailid mengatakan memang tidak bisa memberikan sanksi namun ia mengharapkan deklarasi ini dapat menjadi spirit untuk bergerak bersama menolak politik uang dan SARA. Dalam deklarasi ini, ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan titik awal dalam tindakan nyata untuk melawan politik uang dan politisasi SARA.

a�?Politik uang dan politisasi SARA harus kita tolak dan lawan bersama-sama,a�?ujarnya. (yuk/cr-eya/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys