Ketik disini

Giri Menang Headline

Harga Cabai Naik 100 Persen

Bagikan

MATARAM-Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional yang ada di Lombok Barat (Lobar) meroket. Naiknya tidak tanggung-tanggung. MencapaiA� 100 persen hanya dalam sepekan.

Kenaikan harga ini dikeluhkan sejumlah pedagang dan pembeli. Mereka merasa sangat kesulitan setelah kenaikan harga cabai ini.

Siti Aminah, salah satu pedagang cabai di Pasar Kediri Lobar mengatakan, harga cabai rawit merah kini menembus Rp 60 ribu per kilogramnya. Sebelumnya, harga cabai jenis ini stabil di angka Rp 30 ribu per kilogram. “Tapi masih banyak yang cari meski mahal,” akunya, kemarin (19/2).

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ order=”desc”]

Meski banyak dicari, namun jumlah yang dibeli berkurang. Per orang biasanya membeli setengah hingga satu kilogram. Namun sekarang para pembeli hanya membeli seperempat hingga setengah kilogram. Bahkan beberapa calon pembeli mengeluh karena pedagang tidak bisa melayani pembeli eceran. a�?Kalau sekedar beli Rp 5 ribu gak bisa dikasi banyak. Karena harganya yang mahal,a�? jelasnya.

Ia mengaku, sebagai pedagang hanya bisa pasrah menerima kenaikan harga tersebut. “Kalau terlalu murah, kan kasian juga petaninya,” pungkasnya.

Kenaikan harga cabai rawit di pasar tradisional tidak ditampik Disperindag Lobar. Kasi Promosi dan Distribusi Disperindag Lobar Lantanang membenarkan kenaikan harga tersebut.A� Komoditas cabai di pasar mengalami kenaikan hingga 100 persen.

Namun hal tersebut dinilai belum berdampak signifikan. Sebab belum ada keluhan dari masyarakat. a�?Kita masi lihat perkembangannnya,a�? akunya.

Kenaikan cabai rawit kemungkinan sangat berdampak pada pengusaha, khususnya pengusaha kuliner. Hal tersebut membuat mereka terpaksa mengurangi jumlah pembelian. Namun sebagian pengusaha kuliner pun tetap melakukan pembelian seperti biasa. a�?Agar mereka tidak kehilangan pelanggan,a�? sambungnya.

Ia menuturkan, kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh kondisi alam. Pada saat hujan, harga cabai cenderung murah dikarenakan panen yang melimpah. Sementara pada musim panas stok mulai berkurang yang berdampak pada kenaikan harga. Berkurangnya stok terkadang juga sering dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. a�?Ini yang kadang jadi masalah buat kita,a�? katanya.

Selain itu, kenaikan harga cabai rawit memiliki banyak faktor yang berkaitan. Misalnya beberapa pedagang mengambil di pasar induk yang akan dijual di pasar penyangga. Biaya operasional dari pasar induk ke pasar penyangga turut mendorong kenaikan harga cabai rawit. a�?Sudah jadi hukum dagang itu,a�? cetusnya.

Ia melanjutkan, jika peningkatan harga semakin signifikan, pihaknya baru akan mengambil tindakan. a�?Jika ada keluhan, maka kami akan lakukan operasi pasar,a�? tandasnya. (fer/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka