Ketik disini

Kriminal

Tiga Bule Bulgaria Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Bagikan

MATARAM-Tiga warga negara asing asal Bulgaria dituntut 2 tahun 6 bulan penjara. Jaksa penuntut umum (JPU) juga meminta kepada hakim agar ketiga terdakwa, Vladimir Hriatovorov Veleb, Stancho Mihailov Stanev, dan Mitko Venelinov Borisov dijatuhkan hukuman denda sebanyak Rp 300 juta.

Dalam tuntutan yang dibacakan JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram Ema Muliawati, dikatakan bahwa ketiga terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah. Mereka dengan sengaja dan tanpa hak mengakses atau turut serta mengakses sistem elektronik milik orang lain.

Jaksa menuntut terdakwa sebagaimana dalam dakwaan pertama. Yakni, melanggar Pasal 46 ayat 1 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008A� tentang Informasi dan Transaksi ElektronikA� Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” post_type=”wppas_adzones” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

“Meminta kepada hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada masing-masing terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun enam bulan,” kata Ema.

Bukan saja hukuman badan. Masing-masing terdakwa diminta membayar denda sebesar Rp 300 juta. Jika tidak membayar, terdakwa dikenakan tambahan hukuman kurungan selama tiga bulan di dalam penjara.

Setelah pembacaan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Didiek Jatmiko memberi kesempatan terdakwa untuk menanggapi. Melalui penasihat hukumnnya, Denny Nur Indra, ketiga terdakwa mengatakan akan mengajukan pledoi.

“Kami akan pleidoi (pembelaan diri, Red) yang mulia,” kata Denny.

Diketahui, aksi ketiga terdakwa terbongkar berkat tim patroli pengecekan ATM dari BRI. Sedikitnya mereka memasang alat tersebut di 10 ATM berbeda, meliputi wilayah Batulayar, Senggigi, dan Tiga Gili di Lombok Utara (Lotara). Antara lain, 4 mesin ATM di Gili Trawangan; 2 mesin ATM di Gili Air; serta 1 mesin ATM masing – masing di Kantor BRI Unit Ampenan, CafA� Metzo, Senggigi, dan Gili Meno.

Beberapa alat yang digunakan terdakwa, seperti Router dan Spy Cam atau kamera pengintai,A� menurut Ahli Elektronika dari Universitas Mataram (Unram) I Made Budi Sukmadana sangat mudah didapatkan. Alat tersebut banyak tersedia di pasaran dan orang bisa mengakses atau membelinya. Tinggal bagaimana kreativitas untuk menggunakannya saja.

Setelah melakukan koordinasi dengan Polres Lotara, mereka berhasil menangkap ketiga pelaku. Dua orang di antaranya ditangkap di depan ATM BRI Hotel Villa Ombak, Gili Trawangan, kepolisian mengembangkannya ke tempat mereka menginap. Di Hotel Diva Lombok, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, polisi melakukan penggeledahan. Di tempat ini, polisi sekaligus menangkap satu pelaku lainnya.

Dari kamar hotel tersebut, polisi menyita barang bukti dua unit alat skimmer ATM, uang tunai Rp 46.899.000 dan USD dua, satu alat pencongkel yang terbuat dari besi, tiga unit telepon genggam, dua dompet, tiga unit tang, satu set kunci elektronik, satu unit laptop, dan 19 ATM duplikat berwarna merah.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka