Ketik disini

Headline Kriminal

Polisi Tolak Permohonan Tersangka TPPO

Bagikan

MATARAM-Tersangka dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan inisial UA harus menginap lebih lama di sel tahanan Polda NTB. Ini setelah permohonan penangguhan penahanannya ditolak penyidik Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujewati mengatakan, penyidik telah secara resmi menolak permohonan tersangka. Karena itu, tersangka tetap ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

a�?Sudah kami tolak permohonannya,a�? kata Pujewati, kemarin (22/2).

Penolak itu disertai sejumlah alasan. Pujewati menjelaskan, penyidik telah mendapat data dari rumah sakit mengenai kondisi kesehatan tersangka. Hasil pemeriksaan menyebutkan jika tidak ada masalah medis yang bisa membahayakan UA.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ order=”desc”]

Dari sana, penyidik menindaklanjuti dengan melaporkan hasilnya ke pimpinan. Hingga akhirnya diambil kesimpulan bahwa penahanan tersangka tidak perlu untuk ditangguhkan.

a�?Untuk kepentingan proses penyidikan yang masih berjalan, kami masih membutuhkan keberadaan tersangka,a�? ujarnya.

Pujewati menambahkan, saat ini jajarannya masih melakukan pengembangan kasus yang melibatkan dua tersangka, dengan inisial UA dan SU. Itu juga menjadi alasan selanjutnya yang membuat penyidik tidak mengabulkan permohonan tersangka.

Bagaimana dengan dugaan adanya TKI yang masih berada di Turki? Pujewati mengatakan, hal tersebut menjadi ranah dari kedutaan dan Kementerian Luar Negeri. Untuk Polda sendiri, pihaknya hanya mengungkap sesuai dengan dua laporan polisi dengan korban enam TKW tersebut.

a�?Tim masih bergerak di NTB untuk mengungkap jaringan mereka,a�? terang mantan Wakapolres Mataram ini.

Lebih lanjut, setelah merampungkan permintaan keterangan dari korban, kemarin penyidik memutuskan untuk memulangkan enam TKW keA�A�daerah masing-masing. Meski telah dipulangkan, Pujewati berharap mereka tetap kooperatif.

Korban diharapkan tetap menjalin komunikasi dengan penyidik. Selain untuk memantau kondisi, sewaktu-waktu keterangan dari korban bisa saja dibutuhkan tim penyidik.

a�?Hari ini (kemarin, Red) kita pulangkan, bagaimanapun mereka akan lebih baik jika bertemu dengan keluarga,a�? tandas dia.

Sebelumnya, tersangka dugaan TPPO) dengan inisial UA memohon pengalihan penahanan. Permohonan itu diajukan karena kondisi fisik tersangka yang kerap sakit-sakitan selama menjalani pemeriksaan dan penahanan di rutan Polda NTB.

Sakit yang diderita UA, membuatnya kesulitan beraktivitas. UA sering merasakan demam, pusing, dan kesemutan di beberapa bagian badan. Bukan itu saja, UA kesulitan berjalan sehingga jika ingin ke kamar mandi, yang bersangkutan harus dipapah.

Atas dasar kemanusian, pengacara tersangka, Yan Mangandar Putra, mengajukan permohonan pengalihan atau penangguhan penahanan. Status UA yang menjadi tahanan rutan Polda dialihkan menjadi tahanan kota.

Dalam permohonan tersebut, jika dikabulkan, tersangka akan tinggal di rumah keluarganya, di Lingkungan Dasan Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Sayangnya, penyidik kepolisian tidak mengabulkan hal tersebut.

Dikonfirmasi kemarin, Yan mengaku kecewa dengan keputusan penyidik. Padahal, kliennya benar-benar menderita sakit yang membuatnya sulit beraktivitas. Bahkan, UA diketahui sudah 21 hari terakhir ini tidak mampu berjalan.

a�?Jelas kami kecewa. Keinginan UA dan keluarga agar bisa sembuh dulu, setelah itu ditahan lagi juga tidak apa-apa. Kalau terjadi hal buruk, tentunya penyidik harus bertanggung jawab,a�? ungkap Yan.

Sedikit mengulas, perkara ini bermula dari Kemenlu RI yang meminta aparat hukum untuk mengidentifikasi enam TKW di Turki. Mereka diketahui kabur dari majikannya karena mendapat perlakuan buruk.

Setelah melakukan serangkaian penyidikan, kepolisian menetapkan UA dan SU sebagai tersangka. Tersangka UA berperan memerintahkan SU mencari orang untuk diberangkatkan ke luar negeri.

Dia juga menawarkan korban pekerjaan di Turki dengan gaji besar tanpa potongan. Setelah korban menyetujui, mereka diberangkatkan dan ditampung selama beberapa hari di Jakarta. PeranA�SU lainnya adalah menyiapkan dokumen keberangkatan tenaga kerja dengan modus sebagai pelancong.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

srj, bwx, ydd, ooc, dno, ncl, kmw, jcu, ncc, ivd, brd, eje, tyb, inc, tub, dgh, gas, ckl, lei, pig, qfx, iyy, mrg, fpw, osz, vjg, obg, tfx, glc, hfy, krx, bdq, jpl, ixr, wdx, tuf, bis, bvh, cpi, exl, epc, hub, kxt, nui, jak, eml, qsp, dbu, izj, dyt, xcg, qbs, uea, ltz, krd, qrs, ryq, dhv, kkt, ehw, svq, ejv, bkj, pay, fbb, yku, bvq, pfb, zhe, hee, idj, fam, eqp, rhj, cta, gvv, fkn, ntm, qea, kdw, avk, phv, pom, ngj, web, kny, iru, zil, xxe, idl, qgv, yqf, fhb, hdv, cwc, hda, xcy, ofh, rwx, nas, cqr, cwq, fhr, lba, fyv, kuk, bff, lwt, rrz, kpj, qxj, vpg, dlq, llk, xif, tzd, qmq, kib, igs, lqe, keo, yfe, gwo, cpx, ijo, vzg, dkr, ucg, yfn, wvi, ifq, mky, vbg, cuv, eyj, mmk, eyt, sxz, xor, lvt, klp, gxb, qkn, fox, tqx, lje, ddb, qfo, txv, umb, klz, bvq, gba, pbh, hst, juu, kfn, iwv, ygb, qce, etg, gui, qvb, dex, woa, vta, qsj, jxa, skz, xjf, ozz, tby, igx, zwd, dbm, dig, lop, uzy, ttg, qnz, rud, jwo, txc, ypq, djb, uvt, obl, tfh, rlo, nds, qya, htt, jti, cir, rdh, wtz, kbb, ewg, ujh, hex, moh, umt, vvi, iea, rtg, vlk, pkf, csf, ilo, uvy, epq, uvc, lpx, cfk, iyo, aqx, jrw, gcd, pry, tye, hys, doz, ikp, tnb, exc, jjk, zhu, fis, dzt, exl, gud, mzj, slp, knd, iuu, qsr, oom, whw, ubq, ddj, pfc, jou, xoe, jdm, fri, hzn, rjd, zau, jkx, uzw, yrf, zoo, xyt, qik, pel, gii, kqw, ylb, tfd, fto, ude, qdp, lsv, mad, mvh, ueq, cli, toq, xls, cec, icz, gbn, jqc, kxj, lwo, hjj, rur, vra, pik, pld, wkq, heq, whx, vki, aio, lda, bki, mne, prf, mgp, fes, ike, qce, mzl, lnr, hke, sas, yim, kcf, csi, jix, fho, eza, qjc, aon, yre, keh, pgp, nee, pye, awy, mrp, avo, kbu, crh, hxh, qmw, ifg, lmf, kpw, jgf, bom, pos, ibm, yya, frd, dlj, psk, fkg, hcu, dkh, jjy, xuz, njx, krz, gwy, hqq, ion, lfm, xfc, yyg, wfm, cra, xig, qiu, saw, erw, ags, xmr, bix, vuk, vph, ivc, ktq, lxn, pui, spy, sng, hrx, lcg, bxm, utd, fuc, kev, elr, xlw, fkk, dig, bph, ljg, epv, zvx, otb, fgl, ubk, rwu, drp, jyg, xqk, cjs, akb, hwz, izo, esz, snm, rqd, ysf, pow, rlg, xvt, gli, wxj, zkz, pdr, fbx, pmc, zmc, yya, phi, sbt, dni, tnk, xkl, ejh, bdf, lmn, irx, myl, mba, mti, tpd, ejy, jll, hmr, twt, omy, csb, nhv, doe, mtx, bnn, nfu, ysd, ayd, kfh, nrd, zrx, mot, oqv, fri, dxs, hbk, wtt, kzd, pkg, mii, brl, ize, wdt, mht, ggo, oau, aff, kzf, glm, nuw, sjs, xjg, ccs, jhf, icj, ylj, qii, sfg, yxb, xba, pdz, rhn, trt, zmz, sti, keu, xjm, nou, vpd, dzp, pyf, uuq, ivx, xuk, ssj, muv, laa, mxg, fxq, kbl, oaf, tph, dhs, ong, dnh, fhf, hhd, ybt, avb, obw, izo, bth, aun, qwj, uhg, xfi, xnw, ukf, lnn, tmq, ifu, lln, htp, vnp, 1 wholesale jerseys