Ketik disini

Headline

Gaya-gayaan Buka Spa, Kena Lo!

Bagikan

MATARAM-Hanya dua Spa di Kota Mataram yang tercatat mengantongi izin. Selebihnya bisa dipastikan bukan spa. Tetapi hanya salon yang memberikan tambahan layanan treathment untuk memanjakan pelanggan.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr H Usman Hadi. a�?Yang berijin itu hanya Gayatri dan Jasmine di Golden Palace,a�? terang Usman.

Usman menjelaskan syarat sebuah tempat itu disebut spa sangat kompleks dan ketat. Di antaranya spa tersebut harus memiliki tenaga medis yang ahli di bidangnya. Dari dokter dan perawat. Begitu juga para terapis adalah orang-orang yang telah tersertifikasi.

a�?Kalau tidak memenuhi aturan itu bukan spa, ini sesuai dengan Permenkes nomor 8 tahun 2014,a�? tegasnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Tapi Usman mengingatkan salon yang mencantumkan tulisan spa itu sebagai tindakan melanggar hukum. Karena mengklaim usaha yang tidak sesuai dengan kompetensinya. Ia menyesalkan salon yang mencantumkan layanan spa menjamur di kota. Tanpa ada kendali yang ketat, sehingga tidak ada kendali kontrol kualitas bagi masyarakat yang ingin mencoba layanan mereka.

a�?Ditambah-tambahi sendiri saja (ada spa), padahal bukan,a�? sesalnya.

Karena itu rencanannya salon dan spa yang tak berizin rencananya Senin lusa, akan ditertibkan. Tim dari Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, satpol PP, Bakesbangpol, DPMPTSP, bersama aparat kelurahan akan turun memberi peringatan agar tempat salon dan spa yang belum mengurus izin segera mendaftarkan diri ke pemerintah.

a�?Hari Senin ini kita akan turun, termasuk arahan untuk mengubah plang usaha mereka, agar tidak mencantumkan tulisan spa,a�? tegas Kasatpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati.

Penertiban ini menjadi bagian dari keseluruhan upaya penertiban maraknya spa dan salon tak berizin di Kota Mataram. Tidak hanya penertiban salon dan spa tanpa izin, tapi juga pihaknya akan segera menindak prostitusi berkedok salon dan spa.

Sejak berita maraknya prostitusi berkedok salon dan spa di Kota Mataram, Bayu mengaku dirinya kerap di hubungi sejumlah pengusaha salon dan spa.

a�?Ada yang SMS, telpon, WA, semua tidak saya jawab. Saya tidak ingin independensi dalam penegakan perda ini terganggu,a�? tegasnya.

Ia mengaku telah mengantongi dua jenis data. Data pertama adalah salon dan spa yang belum mengantongi izin. Sehingga perlu dilakukan pembinaan agar mereka mau mendaftarkan usahanya secara legal.

Sedangkan data yang kedua yakni salon dan spa yang selama ini diyakini sebagai tempat bisnis esek-esek. Spa ini selanjutnya akan ditelanjangi nama baiknya, sehingga masyarakat tahu apa yang dilakukan mereka selama ini.

a�?Spa yang belum kantongi izin sudah kami dapatkan dari DPMPTSP, sedangkan untuk bisnis prostitusi saya sudah kantongi juga,a�? tegasnya.

Selain menelanjangi nama baik tempat usaha itu, Bayu juga punya cara ampuh untuk memutus praktik prostitusi di balik kedok salon dan spa. Ia akan memanggil manajemen sejumlah tempat usaha yang ada salon dan spa-nya.

Ia menduga, ada manajemen yang tidak tahu, jika anak buah atau seseorang yang dipercaya menjaga tempat usaha itu diam-diam membuka prostitusi di dalamnya.

a�?Ya itu, akan kita panggil pemiliknya. Pemiliknya tidak tahu, karena dia serahkan ke orang lain. Orang itu lalu bermain sendiri di dalam,a�? sindirnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram Parhan mengaku terkejut, banyak usaha spa yang tidak memiliki izin.

a�?Kalau tidak memiliki izin, tutup saja usaha itu,a�? kata politisi PKS tersebut pada Lombok Post, kemarin (23/2). (zad/tea/r3)

Komentar

Komentar