Ketik disini

Headline Politika

Ulama Loteng Doakan Ali BD Jadi Gubernur

Bagikan

PRAYA-Dukungan pada sosok calon gubernur NTB jalur independen Ali BD terus mengalir. Tidak hanya dari wilayah Lombok Timur yang dipimpinnya. Dukungan bahkan datang dari Gumi Tastura Lombok Tengah (Loteng). Puluhan tuan guru pengasuh sejumlah pondok pesantren kompak mendukung dan mendoakan Ali BD menjadi Gubernur NTB 201-2023 mendatang.

“Saya berkeyakinan beliau (Ali BD, Red) akan menjadi gubernur jalur independen,” kata TGH Lalu Supardan Kasiran.

Sosok Ali BD yang dekat dengan para ulama membuat para pengasuh ponpes di sejumlah wilayah siap mendukungnya. Mulai dari Lombok Timur, Lombok Barat hingga Lombok Tengah dan daerah lain kemarin (23/2) sepakat membentuk sekretariat Lintas Lombok Tengah NTB. Dimana dari sekretariat ini Ali BD diiringi doa dan menjadi basis posko pemenangan pria yang akrab disapa Amaq Asrul tersebut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

“Kami tidak minta dibayar sedikitpun. Insya Allah kami siap mendukung Ali BD karena kami tahu beliau adalah orang yang sangat dekat dengan ulama,” jelasnya.

Sehingga tidak ada alasan untuk tidak mendukung Ali BD. Karena, jika sampai NTB dipimpin oleh pemimpin yang jauh dari ulama, maka akan banyak kemudaratan yang didapatkan. Pemimpin yang jauh dari alim ulama dijelaskan TGH Lalu Supardan akan dicabut keberkahan dalam daerah yang dipimpinnya.

“Pemimpin yang terpilih namun jauh dari ulama maka pemimpim itu akan zalim. Dia tidak akan menempatkan sesuatu pada tempatnya. Ia hanya mengisi dunia tanpa iman,” paparnya.

“Ali BD kami tahu adalah sosok yang dekat dengan para ulama. Pendopo Bupati Lotim bahkan dianggap sebagai pendopo para ulama,” imbuhnya.

Pasangan Ali-Sakti nomor urut empat dinilai sebagai pasangan tepat yang diyakini akan berjuang untuk memberi manfaat bagi masyarakat. “InsyaAllah ini pilihan rakyat. Nomor empat adalah pemimpin yang akan membawa kebahagiaan dunia akhirat,” doanya menutup sambutannya.

Mendapat dukungan dari puluhan tuan guru pengasuh Pondok Pesantren tak membuat Ali BD merasa bangga. Ia mengaku dukungan para tuan guru padanya bukanlah bagian terpenting pertemuan mereka kemarin. Yang terpenting menurut pria independen ini adalah berkumpulnya para ulama dalam suasana silaturahmi.

“Ini adalah contoh yang bagus untuk kebangkitan para ulama,” ucapnya.

Pemandangan para tuan guru dikatakan Ali ND duduk bersama menjadi satu kesatuan menurut Ali BD tidak ternilai harganya. Tidak membedakan latar belakang organisasi atau asal daerah. Ini yang menurutnya harus dipertahankan.

“Ulama tidak boleh terpecah karena berbeda organisasi atau pilihan. Ulama harus bersatu dalam satu pandangan sebagai ulama,” kata Ali BD.

Imam besar dalam Islam dikatakan Ali BD banyak yang berbeda pandangan namun tetap saling mengunjungi dan bersilaturahmi. Imam Syafii dan imam lainnya selalu menjaga silaturahmi meski berbeda mazhab. Hal itu tercermin kemarin ketika para Tuan Guru berkumpul. Mulai dari TGH Muchlis Ibrahim Kediri hingga beberapa tokoh tuan guru lainnya yang berasal dari Loteng dan Lotim.

“Tuan guru tidak ada batas wilayah. Tuan guru itu milik umat,” ucapnya.

Tugas pemerintah ditegaskan Ali BD tidak boleh boleh membiarkan pembangunan daerah beranjak dari peran ulama. Apalagi mengingat Indonesia 86 persen penduduknya muslim. Persentasi jumlah penduduk muslim menurun selama beberapa tahun terakhir. Banyak anggapan ini akibat kemiskinan menyebabkan kekufuran. Sehingga banyak orang yang kemudian rela menjual agamanya.

“Saya sangat yakin itu tidak berlaku di Lombok dan orang Sasak. Karena di sini banyak tuan guru yang ikhlas membina umat,” jelasnya.

Saat ini, banyak pihak dikatakan Ali BD tidak segan menggunakan agama untuk kepentingan pribadi. Ini ditegaskannya adalah dosa besar. “Saya datang ke sini, dan kepada tuan guru saya tidak meminta untuk dipilih. Saya hanya senang kita bicarakan kebaikan. Dipilih atau tidak, saya akan tetap memuliakan dan mencintai ulama,” ucapnya.

Tujuan menjadi calon pemimpin daerah dikatakannya adalah tujuan yang mulia. Karena setiap calon pemimpin daerah punya visi membangun daerahnya. “Kita ingin menjadi pemimpin bukan karena niat kita senang dipuja. Ini celaka 12 kalau niatnya seperti ini,” terangnya.

Menjadi seorang pemimpin harus didasarkan karena keinginan menjalankan cita-cita membangun daerah. Seorang pemimpin besa tidak boleh datang memberi janji dan kemudian berbohong. “Alangkah tragisnya rakyat dipimpin orang pembohong. Jangan ada orang yang mengambil manfaat dari kebohongan,” tegasnya.

Termasuk menjelekkan orang lain untuk mendapat simpati masyarakat.

“Itu haram,” tegasnya.

Menjadi pemimpin harus memiliki cita-cita yang baik dan suci. Sehingga setiap cara yang dilakukan harus diikuti dengan cara kebaikan. Tidak sepantasnya mendapatkan simpati dengan cara menjatuhkan orang atau pihak lain.

Memasuki tahapan Pilkada, Ali BD membeberkan banyak pihak yang berupaya meraih simpati masyarakat dengan saling menjatuhkan. Ada juga yang mengklaim dirinya berhasil dengan penuh kebanggan. Hal ini menurutnya tidak patut ditunjukkan oleh seorang calon pemimpin.

“Saya percaya ketulusan dan keihlasan dari para ulama akan membawa keberhasilan dari perjuangan kita semua,” pungkasnya. (ton/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka