Ketik disini

Metropolis

1.847 Warga Miskin Belum Nikmati BPNT

Bagikan

MATARAM-Manisa kembali harus menelan ludah dalam-dalam. Warga Pejanggik, Majeluk, Kota Mataram ini kembali mendapati kartu kombo yang kosong. Kartu tersebut merupakan alat pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

a�?Masih kosong,a�? keluh Manisa, kemarin A�(25/2).

Saat itu ia hadir dalam acara penyaluran bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) dan BPNT di Kota Mataram oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia, di aula lantai III Kantor Pemkot Mataram. Dia berharap ada kejelasan kapan kartu kombonya bisa terisi seperti warga lainnya yang sudah lebih dahulu menikmati program ini.

a�?Ini belum ada penjelasan. Padahal sudah sejak tahun lalu, saya sudah pegang kartu ini,a�? ujarnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Manisa satu dari 1.847 warga di Kota Mataram yang terus mendapati kartu kombonya tanpa saldo. Ia mengaku bingung, kapan kartu itu bisa ia gunakan membeli keperluan hidup setiap bulannya.

a�?Bukan hanya saya, ini teman saya juga saldonya nol,a�? keluhnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Baiq Asnayati menjelaskan, dirinya juga belum dapat kejelasan kapan 1.847 warga itu akan terisi kartunya. Pada saat sosialiasi sekitar awal Februari kemarin di Jogjakarta, terkait program PKH, pihaknya hanya diminta menyerahkan data jumlah warga yang saldonya nol.

a�?Kita diminta serahkan data oleh kementerian. Jadi, kami langsung serahkan pada Direktur (Jendral Penanganan) Fakir Miskin, saat itu kita diminta untuk menunggu,a�? terang Asna.

Mantan Sekretaris Inspektorat ini mengaku masih terus menjalin komunikasi dengan kementerian. Dengan harapan 100 persen para penerima manfaat, dalam waktu dekat dapat menikmati kartu kombonya. Namun karena program ini milik pemerintah pusat, sedangkan pemerintah kota hanya melakukan pendampingan, Asna tidak bisa memberikan target kapan semuanya bisa terentasi.

a�?Ya kita terus menunggu sembari terus komunikasi,a�? terangnya.

Asna juga berharap persoalan ini jadi atensi pihak BRI sebagai penyalur BPNT. Meski mereka bekerja berdasarkan perintah data dari kementerian, tetapi seharusnya juga ikut melakukan follow up pada akun atau kartu yang selama ini masih kosong.

a�?Seharusnya tidak seperti itu (hanya menunggu), karena ditunjuk sebagai penyalur harusnya ikut proaktif konfirmasi ke Kementerian, kenapa ada penerima manfaat yang belum terisi saldonya sampai saat ini,a�? ujarnya.

Sementara itu Plt Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menyampaikan apresiasinya pada kementerian terkait program ini. Secara tidak langsung program ini telah sangat membantu pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan.

a�?Ya manfaatnya sangat kami rasakan, dan tentu harus kami sampaikan ucapan terima kasih,a�? kata Mohan.

Mohan mengatakan persoalan kemiskinan di Kota Mataram sudah berhasil ditekan di bawah satu digit. Tapi persoalannya dengan jumlah warga yang terdata miskin saat ini, pengentasannya jauh lebih rumit. Karena yang tersisa cluster ekonomi terendah. Sehingga penangananya harus lebih serius dan maksimal.

a�?Capaian pengentasan kemiskinan kami kemarin, memang tidak terlalu tinggi, tidak sesuai harapan dari provinsi yang berharap bisa 1 persen. Tapi menurut kami itu yang paling realistis, mengingat persoalan kemiskinan ini sangat kompleks,a�? ujarnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka