Ketik disini

Headline Politika

Curi Suara di Kandang Lawan, Para Cagub Saling Sindir, Lalu Klaim Diri

Bagikan

MATARAM-Pekan kedua kampanye, empat pasang calon gubernur dan wakil gubernur makin agresif melakukan kampanye. Kini tren menggerogoti kandang lawan tengah dilakukan secara merata.

Akhir pekan ini TGH Ahyar Abduh dan HM Suhaili FT kompak menyerbu Lombok Timur (Lotim). Di daerah yang diyakini menjadi basis pasangan nomor empat HM Ali BD dan TGH L Gede M Ali Wirasakti AM itu, keduanya menebar janji. “Infrastruktur jadi prioritas saya,” kata Ahyar kala berkampanye di Kecamatan Wanasaba, Lotim.

Pria yang berpasangan dengan H Mori Hanafi itu mengungkapkan hal tersebut setelah melihat kondisi warga di desa-desa di sana. Dibandingkan Mataram yang sangat prima infrastrukturnya, kondisi desa-desa di Lotim sebagian memang masih memprihatinkan. Jalan berbatu dan berlubang, fasilitas pendidikan dan kesehatan seadanya, hingga rumah-rumah reot warga jadi perhatiannya. Karenanya, ia berjanji jika terpilih kelak akan maksimal menggenjot hal tersebut. “Kalau infrastruktur baik, ekonomi masyarakat bisa lebih cepat berputar,” katanya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Keluhan lain masyarakat padanya adalah terkait pelayanan. Warga Wanasaba yang curhat padanya mengatakan kerap kesulitan kala hendak berurusan dengan pelayanan. Mulai dari kesehatan, kependudukan, ekonomi, hingga pendidikan. Lagi-lagi patokan Ahyar-Mori pasangan nomor dua adalah Mataram. Dia mengklaim masalah itu sudah lama teratasi di daerah yang dipimpinnya. “Tak boleh ada diskriminasi soal pelayanan,” tegasnya.

Ketua Fraksi Gerindra DPRDA´┐Ż Lotim H Maidy mengatakan kondisi di daerahnya memang jauh tertinggal. Masih banyak masalah dasar belum teratasi. Padahal dewan sudah lama menyuarakan pada pemerintah yang dipimpin Bupati Ali. “Nanti kita suarakan langsung ke gubernur saja, setelah terpilih, Pak Ahyar akan jadi tempat kita berkeluh kesah,” katanya.

Di sudut lain Lotim, tepatnya di Labuhan Haji, Suhaili membawa serta pendampingnya HM Amin. Pasangan nomor satu itu menjanjikan akan memangkas kesenjangan di Lotim. Mereka juga berjanji mengurangi daerah terisolir dan miskin yang masih ada di kabupaten tersebut. “Kami juga akan berikan pendidikan dan pengobatan gratis,” janji Amin di hadapan warga miskin pesisir.

Suhaili menambahkan kepada pendukungnya untuk menghindari aksi provokasi, kontroversi, dan merasa benar sendiri. Bak menyindir Ali secara tak langsung, ia berpesan pada para pendukungnya agar menjalankan politik santun. “Kalau ada yang suka main sindir, serang, fitnah, biarkan, kita yang santun saja,” katanya.

Ketua Golkar Lotim H Daeng Paelori tak ketinggalan mempromosikan jagoannya. Dia mengatakan Suhaili-Amin adalah yang terbaik. Sehingga masyarakat Labuhan Haji harus mendukungnya. “Kalau mau NTB maju, ya mereka yang dipilih, bukan yang lain,” tegasnya.

Saat Gumi Selaparang tengah digerogoti, Ali si empunya rumah juga tengah sibuk menyerang kandang lawan. Malam sebelumnya, di Cakranegara, Mataram ia berdialog dengan sejumlah masyarakat Hindu. Ali bersama Sakti mendengar sejumlah keluh kesah warga. Mulai dari masalah diskriminasi, hingga kesulitan ekonomi.

Masalah-maslaah itu ternyata muncul di Mataram. Mengemuka kala diskusi diadakan. Perihal perbedaan, Ali mengatakan itu sebuah keniscayaan. Menurutnya umat Hindu Lombok sudah lama menjadi bagian dari NTB. Sehingga tak patut dibeda-bedakan. “Tak boleh ada diskriminasi, itu kemunduran peradaban,” ucapnya.

Jika terpilih kelak, ia menjanjikan pemerataan yang lebih baik. Bahkan jika pun kelompok minoritas tak memilihnya, Ali berjanji memperbaiki keadaan. “Biar pun saya tak dipilih, saya tetap mengatakan tak boleh ada diskriminasi,” tegasnya di daerah yang menjadi markas Ahyar itu.

H Zulkielimansyah dan Hj Sitti Rohmi Djalilah tak mau ketinggalan. Mereka menjadi pasangan yang sangat luwes pergerakannya. Dalam sehari, bisa belasan dusun yang dikunjungi. Satu saat berada di Lotim, disaat lain berada di Loteng. Satu kesempatan ada di Bima, kesempatan lain ada di Sumbawa. “Luar biasa masyarakat Pohgading,” kata Zul terkait kunjungannya ke desa yang masuk Kecamatan Pringgabaya, Lotim itu.

Tak lama melalui akun resminya, kegiatan di Lombok Barat sudah terposting. Kali ini Zul dengan pede bergandengan bersama Calon Bupati Lobar H Fauzan Khalid. Keduanya sama-sama mengacungkan nomor tiga. Hal itu menjadi pukulan telak bagi Suhaili, yang sebelumnya sudah sesumbar bahwa Fauzan mendukung dirinya.

“Insya Allah, kebetulan nomornya sama,” kata Zul perihal komitmen saling mendukung keduanya.

Sementara Rohmi sang wakil tampak fokus menggarap pemilih perempuan. Sebagai satu-satunya calon perempuan, ia mengklaim diri siap berjuang untuk kaum hawa. “Saya ada untuk perempuan NTB,” katanya saat orasi di Mataram beberapa waktu lalu.

Terkait aksi saling menggerogoti itu, pengamat politik NTB Dr Asrin mengatakan memang harus dilakukan. Menjaga daerah sendiri belum tentu bisa mengantar pada kursi kekuasaan. Karenanya daerah lawan harus terus diserang. “Ya memang harus begitu,” katanya.

Perihal cara penyerangan, ia mengatakan segala pola wajib dijalankan. Ibarat perang, angkatan darat, laut, dan udara harus dikerahkan bersamaan sekaligus. Saat ada yang blusukan ke kawasan lawan, harus ada yang mengatur siasat menjaga markas. Di saat yang sama serangan melalui media massa dan media sosial juga harus dijalankan. “Ya harus maksimalkan semua, apalagi ini satu putaran saja,” imbuhnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka