Ketik disini

Politika

Hati Warga Lobar Hanya untuk Ahyar-Mori

Bagikan

GIRI MENANG– Hati sebagian besar warga Lombok Barat (Lobar) sudah tertambat untuk pasangan nomor urut dua TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi (AMAN). Bagi warga Patut, Patuh, Patju, pasangan AMAN adalah pilihan yang terbaik.

Harapan yang ditumpukan pada duet sosok ulama dan umara penuh pengalaman bernama Ahyar Abduh dan sosok muda energik berwawasan bernama Mori Hanafi bukan tanpa sebab.

“Alasannya sederhana, mereka yang terbaik,” kata Najamudin, salah seorang kepala dusun di Desa Jatisela, Lobar.

Baginya NTB tetap memerlukan sosok ulama sebagai pemimpin. Selepas gubernur saat ini TGB HM Zainul Majdi, Ahyar adalah satu-satunya calon gubernur yang seorang tuan guru.

“Supaya akhlak kita juga tetap terjaga,” katanya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Soal menjaga akhlak, Ahyar adalah rajanya. Di Mataram, kota yang paling maju di NTB, ia benar-benar menanamkan nilai religius. Sehingga kendati terus digempur kemajuan, soal akhlak tak pernah dilupakan.

“Kemajuan Mataram yang tetap berpegang pada nilai agama itu perlu ditularkan pada seluruh daerah di NTB, termasuk Lobar,” katanya.

Ketua Forum Kadus Jatisela Gunawan mengatakan di kawasan Jatisela dan Sesela, minimal 70 persen penduduknya mendukung Ahyar-Mori. Tak lain karena alasan kemampuan Ahyar memimpin dengan baik.

“Orang Lobar banyak hidup dari Mataram,” katanya.

Ya, sebagai dua daerah tetangga, Mataram dan Lobar sudah selayaknya saudara. Warga dua daerah saling ketergantungan. Tengok saja para pedagang pasar di Kebon Roek, Ampenan. Banyak dari mereka merupakan warga Gunung Sari dan Batulayar. Oleh Ahyar yang menjabat wali kota, tak ada diskriminasi. Semua dibiarkan berusaha, mencari nafkah dengan baik.

Hal itu juga dirasakan warga Lingsar dan Narmada yang berbatasan dengan bagian timur Mataram, termasuk daerah Labuapi dan Kediri yang berbatasan dengan bagian selatan Mataram. Semua hidup dalam harmoni.

“Mengapa saya memberi akses luas pada warga Lobar, karena semua orang punya hak yang sama,” kata Ahyar.

Perihal Lobar, sang tuan guru mengatakan secara emosional, dirinya juga memiliki ikatan yang sangat kuat. Dulu, sebelum Mataram menjadi daerah otonom tersendiri, ibu kota NTB ini adalah bagian dari Lobar. Termasuk juga Kabupaten Lombok Utara (KLU). Warga tiga kabupaten itu berasal dari satu daerah yang sama.

“Hati orang Lobar, KLU, dan Mataram itu sama,” katanya.

Dalam istilah Sasak, hingga kini tiga daeah ini disebut sebagai Paer Bawaq. Satu kesamaan pandangan, pola pikir, bahkan hati, dan perasaan adalah bukti ketiganya bersaudara.

“Banyak warga Lobar dan KLU juga sekolah di Mataram, bekerja di Mataram, begitu juga sebaliknya, asal kita memang satu,” ujar Ahyar.

Kedekatan emosional plus kemampuan memimpin Ahyar yang di atas rata-rata menjadi alasan hati sebagian besar warga Lobar sudah tertambat pada paket nomor dua itu. Hal tersebut salah satunya terlihat kala ia berkunjung ke Gerung. Di Ibu Kota Lobar itu, Ahyar dikejutkan kehadiran ribuan massa yang menantinya. Padahal dalam agendanya ia hanya akan meresmikan salah satu rumah pemenangan dengan dihadiri tim internal saja.

“Kami dengar Pak Tuan Guru, makanya langsung ke sini,” kata Mahmudi, salah seorang warga.

Saat itu, 1.500 warga memadati lokasi acara secara spontan.

Bukti kedekatakan lain Ahyar dengan Lombok Barat adalah dirinya diterima dengan sangat baik oleh tiga calon bupati Lobar. Dalam sebuah acara beberapa hari lalu, ia tampak akrab dengan HM Izzul Islam dan TGH Khudari Ibrahim, pasangan nomor urut satu. Di lain pihak, Ahyar juga diyakini akan mendapat limpahan suara dari pendukung pasangan nomor dua Nauvar Farinduan dan TGH Muammar Arafat. Tak lain karena tiga partai pengusung mereka, Gerindra, Hanura, dan PKPI juga merupakan pengusung Ahyar-Mori. Sementara dengan pasangan nomor tiga, H Fauzan Khalid dan Hj Sumiatun, Ahyar kerap bersama Fauzan sebagai kepala daerah mengatasi masalah-masalah yang melibatkan dua daerah. Sedangkan dengan Sumiatun, keduanya adalah sama-sama kader Golkar.

“Kita semua saling mendukung, bagi saya tak ada istilah lawan, semua kawan,” ujar Ahyar. (yuk/r4/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka