Ketik disini

Headline Politika

Komitmen Ahyar-Mori untuk Pariwisata yang Paling Jelas

Bagikan

MATARAM– Pasangan nomor urut dua TGH Ahyar Abduh dan H Mori Hanafi (AMAN) menegaskan komitmen mereka untuk urusan pariwisata tak perlu diragukan. Bagi dwi tunggal representasi Pulau Lombok dan Sumbawa ini, pariwisata adalah salah satu potensi daerah yang harus digenjot.

“Kami akan terus maksimalkan potensi ini untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” kata Ahyar.

Jika kandidat lain yang memunggungi pariwisata, sang tuan guru mengatakan pariwisata adalah masa depan NTB. Sehingga seharusnya capaian saat ini terus digenjot, bukan justru dicibir dan bersiap dimatikan.

“Ada kandidat lain yang mencibir konsep wisata halal, kalau Ahyar-Mori jelas posisinya yakni mendukung penuh,” tegasnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

Kekayaan alam dan budaya merupakan elemen penting yang sudah dimiliki masyarakat Lombok dan Sumbawa. Banyak tempat wisata mencerminkan sejarah dan keberagaman etnis.

“NTB sudah mengalami kemajuan pesat, jangan lagi kita mau mundur dengan meributkan konsep wisata halal yang sudah jadi ciri khas kita,” tegasnya.

Di Mataram, Ahyar sudah menunjukkan sikap keberpihakannya itu. Dia mendukung penuh investor yang berdatangan. Hotel-hotel berbintang kini bertebaran. Hotel investor lokal juga eksis. Dengan penataan yang baik, hotel melati juga tak tergerus. Rumah makan yang berciri kedaerahan bertebaran, pusat oleh-oleh di sana dan sini, banyak sektor terangkat. Banyak kepala kini menggantungkan hidupnya dari dunia pariwisata.

Oleh Ahyar, Mataram yang sejatinya tak memiliki kekayaan alam tetap menarik bagi wisatawan. MICE rutin digelar. Untuk wisata kuliner dan belanja, Mataram acuannya. Bayangkan, apa yang bisa dilakukannya jika ia memimpin NTB. Daerah dengan sejuta potensi alam dan budaya yang luar biasa.

“Pariwisata, selama itu bisa menghidupi rakyat kita, maka harus didukung penuh,” ujarnya.

Terkait adanya kekurangan, itulah yang harus diperbaiki. Bukan dengan menolak konsep wisata halal, memunggungi potensi yang ada, mengabaikan investor, dan membiarkan rakyat sangsara.

“Banyak yang belum maksimal tergarap, misalnya kita ada Pantai Pink di Lombok Timur yang luar biasa potensinya kalau dikembangkan,” ucapnya.

Pariwisata terbukti memberi dampak luas bagi masyarakat. Untuk satu hotel bintang yang beroperasi saja, ratusan tenaga kerja langsung terserap. Dibarengi itu, sejumlah sub sektor pendukung ikut menggeliat. Sebut saja bisnis transportasi, kuliner, dan oleh-oleh.

“Bagi kami, pariwisata harus terus dikembangkan, kalau ada yang sebaliknya sangat disayangkan,” ujarnya.

Mengenai strategi promosi NTB, Mori menambahkan harus melalui upaya komperhensif. Mulai dari penguatan branding, promosi gencar terus menerus, peningkatan SDM kepariwisataan, penataam destinasi, pelengkapan sarana, dan aneka langkah taktis lainnya.

“Ahyar-Mori menang, wisata NTB mendunia,” tegas Mori.

Sangat mengerti perihal penganggaran, Mori berjanji akan memberi perhatian besar bagi sektor pariwisata. Dia tak ingin derap langkah daerah ini kembali mundur.

“Di Mataram Pak Ahyar sudah berjuang, di NTB melalu dewan saya juga berjuang, saatnya kita satukan perjuangan itu,” tegasnya.

Jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur, mereka berjanji makin memaksimalkan potensi yang ada. Dengan segala daya dan upaya, Ahyar-Mori bersiap mensejahterakan rakyat, salah satunya melalui pariwisata. Dengan visi dan misi yang jelas itu, mereka meyakini para pelaku pariwisata akan memberi dukungan penuh. Termasuk masyarakat NTB secara keseluruhan yang ingin melihat daerahnya maju.

“Mari bersama kita bangun daerah kita,” imbuhnya. (yuk/r4/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka