Ketik disini

Headline Kriminal

Narkoba Jadi Alat Proxy War

Bagikan

MATARAM-Sejumlah penyelundupan narkoba berhasil diungkap aparat keamanan. Ini menjadi pertanda bahwa Indonesia masih menjadi sasaran peredaran barang haram.

Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel Inf Farid Makruf mengatakan, masuknya narkoba ke Indonesia merupakan upaya proxy war dari pihak-pihak tertentu. “Indonesia jadi sasaran proxy war melalui narkoba itu,” kata Danrem, kemarin (27/2).

Farid menegaskan, peredaran Narkoba di wilayah Indonesia sudah sangat memrihatinkan. Ini bisa dilihat dari meningkatnya jumlah pasokan Narkoba ke wilayah Indonesia. Terutama berdasarkan pengungkapan yang dilakukan tim gabungan dari TNI, Polri, BNN dan instansi terkait lainnya.

“Narkoba yang masuk ke negara kita bukan lagi kiloan jumlahnya, namun sampai berton-ton,” ujarnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ order=”desc”]

Indonesia yang memiliki kekayaan alam melimpah, lanjut dia, menjadi sasaran proxy war. Salah satunya melalui penyelundupan narkoba. Cara itu bertujuan menghancurkan generasi muda dengan merusak moral anak bangsa.

“Ketika rusak moral anak bangsa, kapan saja Indonesia bisa dikuasai,” katanya.

Guna mencegah itu terjadi, jajaran TNI AD di wilayah NTB telah melakukan berbagai upaya. Antara lain, secara berkala dilakukan kegiatan P4GN kepada seluruh personel, baik perwira, bintara, tamtama maupun PNS TNI AD dengan melakukan tes urine.

Jika hasilnya terbukti sebagai pengguna maka seketika itu langsung diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI AD. Hukuman terberatnya bisa berupa pemecatan.

Danrem mengatakan, jajarannya tidak main-main dalam penegakan hukum terhadap prajurit yang terlibat narkoba. Ini dibuktikan di tahun lalu, yakni dengan memecat prajurit berpangkat Serka yang bertugas di Kodim 1615/Lotim, karena terbukti menggunakan narkoba.

a�?Penegakan aturan tentang pengguna, pengedar ataupun kepemilikan barang haram itu di lingkungan TNI AD tidak main-main, sanksinya pecat,” tegas dia.

Bagaimana dengan upaya eksternal? Danrem menegaskan, jajarannya bersinergi dengan BNN, TNI, dan Polri maupun masyarakat untuk menyatakan perang terhadap Narkoba.

Danrem juga menekankan kepada setiap prajuritnya, mulai dari Babinsa, untuk turun perang melawan narkoba. Seperti yang dilakukan Babinsa Desa Pandan Tinggang Serka Nurjan. Pria yang bertugas di Kodim 1602/Loteng itu berhasil mengamankan pelaku pengedar narkoba dengan inisial HR, pekan lalu.

“Tahun 2017 juga Babinsa Sembung pernah menangkap pelaku Narkoba dan mendapat penghargaan dari Kapolda NTB waktu itu,” kata Farid.

Farid berharap, kedepannya sanksi terhadap pengedar maupun pengguna narkoba harus lebih berat. Hukuman itu diharapkan bisa memberi efek jera. Selain itu, masyarakat juga diharapkan ikut meningkatkan kepedulian lingkungan. Bersama-sama menjaga lingkungan dari peredaran narkoba. “Minimal dapat membatasi ruang gerak peredarannya,” tandas Farid. (dit)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka