Ketik disini

Kriminal

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Penyelundupan Kayu

Bagikan

MATARAM-Kepolisian belum menetapkan tersangka penyelundupan kayu Sonokeling dari Dompu. Penyidik masih mengumpulkan sejumlah keterangan guna mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab.

Kasubdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adjie mengatakan, penyidik masih memerlukan keterangan saksi. Juga pemeriksaan ahli dari hukum pidana dan kehutanan terkait upaya penyelundupan kayu sonokeling.

“Masih periksa saksi-saksi tambahan. Belum kita tetapkan tersangka,” ujar Darsono.

Bagaimana dengan pemilik kayu? Mengenai itu, dari hasil penyelidikan kepolisian telah mengetahuinya. Yang bersangkutan telah diagendakan untuk diperiksa dalam statusnya sebagai saksi.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ order=”desc”]

Penyidik, sebut Darsono, hingga kemarin terus mendalami bukti dan saksi yang mengarah pada pelanggaran pengangkutan kayu tanpa dilengkapi dokumen resmi. Seperti tertuang dalam pasal 88 ayat 1 huruf a Jo pasal 16 dan atau pasal 87ayat 1 huruf b Jo pasal 12 huruf i dan atau ayat 2 huruf b Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Masih sebatas saksi dulu (pemilik). Kita periksa dan dalami saksi-saksi lain juga, setelah itu tetapka tersangka,” ujarnya.

Sejauh ini kepolisian telah melakukan lacak balak bersama pihak dari kehutanan.A�Hasilnya, kayu sonokeling sebanyak 1.084 batang diambil dari kawasan hutan di wilayah Kabupaten Dompu. Kayu Sonokeling diduga ditebang di kawasan hutan Pajo, Hua��u, Dompu.

Ribuan kayu itu hanya dilengkapi dengan nota angkutan dengan pemilik wanita berinisial SD (34) warga Daha, Hua��u, Dompu atas kuasa suaminya dengan inisial BH. Kasus itu terungkap dari penangkapan truk fuso bernomor polisi S 9615 UQ yang dikemudikan, SH (24) asal Seketeng, Sumbawa. Untuk menghindari kecurigaan, kayu disembunyikan di dalam tumpukan sekam padi. (dit/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka