Ketik disini

Kriminal

Kades Bayan Nonaktif Dituntut 1,5 Tahun

Bagikan

MATARAM-Terdakwa Raden Madi Kusuma menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Mataram, kemarin (28/2). Kades nonaktif itu dituntut hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun).

Jaksa penuntut umum (JPU) Yuli Oktavia Ading, dalam tuntutannya menyebutkan terdakwa terbukti bersalah sesuai dengan dakwaan ketiga. Yakni, di Pasal 11 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Terdakwa terbukti menarik biaya untuk pengurusan sertifikat tanah melalui prona. Raden Madi selaku Kades Bayan mewajibkan peserta prona melengkapi persyaratan dengan mengeluarkan sejumlah biaya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”128″ order=”desc”]

Untuk pembuatan surat sporadik dikenakan biaya Rp 150 ribu, surat pernyataan hibah sebesar Rp 150 ribu, pernyataan warisan Rp 150 ribu, dan pembuatan surat pernyataan silsilah Rp 100 ribu. Selain itu, terdakwa juga mengenakan tarif untuk pernyataan jual beli tanah di dalam desa dan di luar desa. Nilainya masing-masing sebesar 3 persen dan 4 persen dari harga jual tanah.

a�?Terdakwa memerintahkan Kaur Pemerintahan Sukrati untuk membuat semua persyaratan pemberkasan prona sesuai Perdes Bayan Nomor 1 Tahun 2016,a�? jelas Oktavia.

Pembayaran itu dilakukan pemohon prona dalam beberapa tahapan. Untuk tahap pertama, ada 294 orang sebagai pemohon yang membayar. Rata-rata uang yang dibayar berada di kisaran Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu.

a�?Totalnya mencapai Rp 106.450.000,a�? beber jaksa penuntut.

Jika ditotal, pungutan itu dilakukan terhadap 499 pemohon. Perbuatannya membuat terdakwa memperoleh uang sekitar Rp 176 juta, sebagai keuntungan pribadinya. Dari jumlah tersebut, jaksa berhasil menyelamatkan uang sebesar Rp 23,9 juta.

Atas dasar itu, jaksa meminta hakim untuk menjatuhkan hukuman penjara selama 1,5 tahun. a�?Meminta hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 1 tahun 6 bulan penjara,a�? kata Oktavia membacakan tuntutan.

Setelah mendengar tuntutan jaksa, majelis hakim memberi kesempatan kepada terdakwa untuk menanggapi. Melalui penasihat hukumnya I Ketut Sumertha, terdakwa menyatakan akan mengajukan pledoi.

a�?Kami akan ajukan pledoi yang mulia,a�? kata Sumertha. (dit/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka