Ketik disini

Headline Politika

TGH Muchlis Ibrahim: Ali BD Bapak Orang Sasak

Bagikan

SELONG-Ali BD di mata para ulama memiliki tempat tersendiri. Sosoknya yang sederhana dan terbuka dengan siapa saja membuatnya mudah akrab. Hal tersebut diungkapkan sejumlah ulama pengasuh sejumlah pondok pesantren di Pulau Lombok. Salah satunya yakni Ketua Yayasan Ponpes Al-Islahuddin Kediri, Lombok Barat, TGH Muchlis Ibrahim.

“Saya kenal pak Ali BD sejak tahun 2003,” kata dia seperti ditulis dalam buku H Ali Bin Dachlan di Mata Ulama dan Sahabat karya TGH Abdul Latief.

Diceritakan TGH Muchlis Ibrahim, kala itu Ali BD menjabat sebagai Bupati Lombok Timur. Sebagai seorang bupati tentu akan memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. Karena itulah ia jarang bertemu dengan Ali BD.

TGH Muchlis mengaku hanya bisa bertemu secara kebetulan saja ketika dalam sebuah kegiatan atau acara. Dari segi sikap, pengayoman, bahasa, ia mengaku sangat respek dan kagum terhadap Ali BD. Karena pembawaannya seperti seorang ayah kepada anak.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

“Dia tidak banyak mengumbar sesuatu atau janji yang tak pasti. Tapi dia lebih pada fakta riil dan beliau juga ahli feeling,” ucapnya.

TGH Muchlis mengaku pondok pesantrennya pernah dibantu oleh Ali BD. Ia juga sangat berkomitmen dalam memperjuangkan umat Islam. Dia sebagai tokoh HMI, waktu di perguruan tinggi dan sosoknya religius.

Namun demikian, Ali BD dikatakannya sebagai ekonom. Ia melihat dari sosok Ali BD dengan mencoba memonitor di beberapa wilayah, termasuk kehadirannya di Bazda Lombok Timur. Informasi dan fakta yang dilihat Ali BD sangat konsen terhadap keadaan fakir miskin dan anak yatim. Sehingga program di Bazda itu setiap tahun sangat diutamakan anak yatim piatu dan fakir miskin.

“Mungkin beliau sebagai seorang ekonom, dan dia kembali rasakan bagaimana susahnya berada hidup di bawah garis kemiskinan,” ungkapnya.

Sehingga kesempatannya menjadi seorang pemimpin dimanfaatkan untuk mengabdikan dirinya untuk masyarakat yang lemah ekonominya. TGH Muchlis Ibrahim mengaku telah mencoba Istikharah untuk meminta petunjuk Allah.

“Ada udara jernih mengalir dan itu sudah saya niatkan untuk pak Ali BD. Mungkin ini yang bisa memimpin dan menjernihkan suasana, mencairkan suasana dan keberagaman kita di NTB ini,” terangnya.

Dengan tidak menutup kenyataan bahwa masyarakat NTB juga sebagai mayoritas umat Islam, tetapi juga masyarakat pluralis dan Ali BD dinilai mampu mengatasi persoalan seperti itu dengan pengalamannya.

Ali BD dikatakan TGH Muchlis seperti ‘Bapak Orang Sasak’. Kenapa? karena kebersahajaannya, atau biasa disebut dalam bahasa Sasak ‘jamak-jamak.a�� Tidak mesti kalau datang harus dikawal, meski sebagai pejabat. Justru datangnya secara biasa, membaur dengan masyarakat kemudian menunjukkan bahwa pejabat sama dengan tokoh masyarakat. Itulah sosok ‘Bapak Orang Sasak’.

a�?Dia itu menerima siapapun. Tidak membeda-bedakan orang. Baik itu Tuan Guru, masyarakat, tokoh pengusaha, ustadz dan sebagainya,a�? katanya.

Ali BD juga kata TGH Muchlis, selalu memberikan saran dan nasehat untuk masa depan anak-anak dan generasi muda. Sosok Bapak Orang Sasak ini sangat diperlukan untuk saat ini dan kedepan dalam kerangka memberikan suatu kesamaan berpikir, kesamaan bertindak dan mau mendalami budaya Sasak itu sesungguhnya.

Pola-pola kepemimpinan Ali BD di Lombok Timur diharapkan TGH Muchlis bisa diterapkan saat memimpin NTB jika terpilih sebagai gubernur nanti. Misalnya seperti berzakat. Idenya membangun Rumah Sakit Islam dan masjid sebagai ‘Rumah Allah’ dari Zakat dianggap brilian. Ini yang membuatnya menganggap Ali BD sebagai orang ekonom, birokrat, dan umara. Akan tetapi, jiwa beliau berjiwa agama.

“Ali BD tidak banyak berbicara janji, tapi fakta yang diberikan. Meski tidak gelamor, tapi itu bisa dirasakan oleh masyarakat kecil sampai masyarakat atas,” ucapnya. (ton/r8/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka