Ketik disini

Headline Politika

Ali BD Komitmen Wujudkan Pembangunan Semesta

Bagikan

GIRI MENANG-Calon gubernur independen Ali BD, kemarin (1/3) menyambangi Lombok Barat. Kedatangan pria yang juga menjabat Bupati Lotim ini untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat Gumi Patut Patuh Patju. Mulai dari para pengurus dan santri di Ponpes Yayas Futuuhal Arifin Lendang Jae Lembar hingga bertemu dengan masyarakat di wilayah Kecamatan Sekotong.

Kedatangan pria yang akrab disapa Amaq Asrul disambut hangat dan antusias oleh masyarakat.

Di Sekotong, tepatnya di Desa Cendi Manik, ratusan warga sejak siang menjelang Ashar sudah berkumpul di Lapangan Sayong. Warga yang berbondong-bondong datang bersama keluarga mereka ini nampaknya sudah tidak sabar menunggu kehadiran Amaq Asrul. Mereka ingin bertatap muka lansgung dengan calon gubernur yang diusung langsung oleh rakyat tanpa melalui partai.

Tak lama berselang, Ali BD pun datang. Ia memohon maaf atas keterlambatannya beberapa menit karena mampir di sejumlah tempat yang ada di Sekotong. Ali BD mengaku bersilaturhami dengan sejumlah warga Sekotong sambil melihat kondisi Sekotong saat ini.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

a�?Terjadi perubahan pola kehidupan di dalam masyarakat Sekotong,a�? ujar Ali BD membuka sambutannya.

Ia menerangkan, dulunya masyarakat Sekotong hanya bekerja sebagai petani dan nelayan. Kini sebagian warga dikatakan Ali BD bekerja menyediakan jasa pariwisata. Seiring juga berkembangnya industri pariwisata yang ada di Sekotong. Untuk mendukung kemajuan pariwisata ini, Ali BD mengaku warga membutuhkan bantuan modal. Untuk melahirkan pengusaha baru baik sektor jasa wisata maupun di bidang lainnya.

a�?Modal usaha itu sangat dibutuhkan untuk memunculkan juga lapangan kerja baru. Khususnya bagi pedangan,a�? jelasnya.

Hal ini dijelaskan Ali BD sudah ia lakukan dengan mendirikan Perusahaan Daerah PT Selaparang Finasnsial di Lombok Timur. Dimana perusahaan ini memberikan kesempatan bagi rakyat kecil untuk mendapat pinjaman modal.

Terkait masa kampanye pilkada, Ali BD menegaskan tak meminta warga untuk harus memilihnya. Ia hanya meminta warga untuk benar-benar memahami dan mengetahui mana pemimpin yang sesuai dengan nasihat pepatah kuno suku Sasak yakni a�?Datu Sasak Mula Adila��.

a�?Kalau tidak adil, ndeq iye datu sasak (bukan pemimpin suku Sasak),a�? ujar Ali BD.

Seperti biasa, Ali BD menjelaskan kedatangannya bersilaturahmi dengan masyarakat Sekotong bukan untuk berpidato atau menebar janji manis angin surga. Ia datang untuk menjawab kegelisahan dan sejumlah persoalan yang di hadapi masyarakat Sekotong. Sebut saja persoalan pertanian, kelangkaan pupuk, bantuan modal, pendidikan, hingga kesulitan warga mengembangkan usahanya.

Dijelaskan Ali BD, permasalahan yang dihadapi warga Sekotong ini hampir serupa dengan yang dialami seluruh masyarakat NTB di daerah lainnya.

Mulai daerah Sape Bima, Dompu, Sumbawa, hingga di Pulau Lombok. Sehingga, kondisi ini yang kemudian membuat masyarakat NTB memplesetkan kepanjangan NTB itu menjadi a�?Nasib Tidak Baika��. a�?Itu harus kita ubah. Kita harus yakin masyarakat NTB bisa mengubah nasibnya menjadi nasib baik,a�? ucapnya meyakinkan masyarakat.

Ditegaskan pria yang akrab dengan kacamata hitam tersebut, masyarakat Sekotong dan NTB pada umumnya tidak boleh terus menerus menjadi kuli atau pembantu. Orang Sasak selama ini kerap diidentikkan jadi a�?Pekatika�� atau pembantu orang kaya yang memiliki banyak kuda.

a�?Kita harus bisa menjadi majikan. Jangan sampai menjadi pembantu di tanah sendiri,a�? jelasnya.

Ali BD juga menanyakan kondisi pertanian warga Sekotong saat ini. Sebagian besar warga mengaku hanya bekerja menjadi buruh tani akibat mereka tak punya lahan pertanian sendiri. Hal ini dikatakan Ali BD sangat tidak masuk akal. Menurutnya kurang cocok ketika begitu luasnya hamparan tanah di Sekotong tetapi ada warga yang tidak punya tanah.

a�?Ini berarti ada yang tidak beres. Makanya kita harus punya visi jangan sampai jadi pembantu di tanah sendiri,a�? ucap pria yang juga dikenal dengan Papuq Abada tersebut.

Pembangunan sektor pariwisata di Sekotong dinilainya memang penting. Namun tidak lantas kemudian pemerintah mengabaikan soal pertanian yang juga tak kalah penting. a�?Sehingga tidak boleh pembangunan hanya difokuskan di satu sektor. Kita harus memiliki konsep pembangunan Semesta. Selapuqne tebangun (semua sektor harus dibangun),a�? tegasnya.

Apa yang dikatakan Ali BD sesuai dengan apa yang disampaikan salah seorang warga Sekotong kepada Lombok Post. Rumesah, petani Sekotong mengaku hampir setiap tahun mengalami kesulitan pupuk. Biaya modal pertanian yang terus meninggi kadang tidak sesuai dengan hasil pertanian.

a�?Kalau kami masyarakat kecil, jangan lupakan petani saja. Kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah dengan kondisi seperti saat ini. Pupuk langka, harga hasil pertanian murah,a�? akunya.

Untuk itu, mulai dari pemerintah desa, kabupaten, provinsi hingga pusat harus punya komitmen yang sama untuk membangun kesejahteraan masyarakat. Tidak poleh punya niat yang berbeda satu sama lain. Di sinilah peran masyarakat juga untuk turut serta mengawal dan mengingatkan pemerintah. Termasuk dalam hal memilih pemimpin.

Ali BD mengatakan masyarakat sudah pintar, bisa membedakan mana yang baik dan hanya sekadar menebar janji. Kehadirannya di Sekotong ditegaskannya juga bukan untuk meminta dipilih masyarakat. Tetapi untuk mencerahkan dan memaparkan konsep pembangunan berkeadilan.

a�?Tidak boleh orang NTB bodoh kalau dia menginginkan kemajuan. Harus memiliki pikiran yang sehat,a�? tegasnya. a�?Nggak boleh terus menerus jadi panjak meskipun kita rakyat. Kalau ada datu yang menjadikan rakyat panjak, itu bukan dia pemimpin sejati. Pemimpin sejati aalah panjak rakyat,a�? imbuhnya.

Sementara itu, calon wakil gubernur NTB pendamping Ali BD TGH Lalu Gede Sakti juga memaparkan sambutannya kepada masyarakat Sekotong. Ia menjelaskan, perkara politik memang perkara dunia. Namun persoalan ini juga berdampak terhadap kehidupan di akhirat kelak.

a�?Apa visi misi yang kami sampaikan sudah dikerjakan oleh Bapak Ali BD ketika menjabat Bupati Lotim,a�? jelasnya.

Sehingga, kehadiran pasangan Ali-Sakti dikatakannya tidak ingin hanya sekadar menebar janji. Namun kehadiran pasangan Ali-Sakti diharapkannya bisa menjadi meniru kepemimpinan Khulafaurrasyidin.

a�?Apa pun yang terjadi tetap saling mangasihi dan menyayangi. Agar NTB menjadi daerah yang baldatun jannatun toyyibatun warobbun gaffur,a�? pungkasnya. (ton/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka