Ketik disini

Metropolis

Cakranegara Bakal Seindah Malioboro

Bagikan

MATARAM-Pemerintah sedang bermimpi. Kawasan Cakranegara bisa ditata seindah Malioboro Jogjakarta. Entah ini akan jadi mimpi yang jadi kenyataan. Atau hanya sekedar pepesan kosong di siang bolong.

Kepala Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) NTB Ika Sri Rejeki membawa kabar menggembirakan. Sekitar Rp 5 miliar sudah siap digelontorkan pemerintah pusat pada bulan Maret ini. Dari total anggaran yang diusulkan Rp 25 miliar untuk menata kawasan Cakranegara.

a�?Kami melihat kawasan ini belum ramah pada penyandang disabilitas,a�? kata Ika memulai mendata persoalan di cakra.

Persentasi Ika dan tim satker lainnya memang persis di waktu jelang siang bolong. Di hadapan Pemerintah Kota Mataram, Ika meminta PPK-nya menjelaskan rencana detail soal kawasan Cakranegara bisa sekeren Malioboro.

Tapi ada syarat tak mudah yang harus dipenuhi Pemkot Mataram. Anggaran bisa dikucurkan dengan syarat pemerintah bisa mensterilkan dua persoalan utama di Cakranegara. PKL dan parkir.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

a�?Jadi kami berharap di jalan Selaparang itu bisa steril dari PKL dan Parkir,a�? terangnya.

Tentu meski terlihat sederhana, namun bagi pemkot ini adalah syarat maha berat. Karena beberapa kali pemerintah kota melakukan penertiban di kawasan itu dan mencoba melakukan rekayasa lalu lintas, hasilnya nihil. PKL makin melaut, parkiran makin menyemut.

a�?Kami telah mendata pedestrian di sana. Banyak yang rusak. Ke depan jika program ini ingin digulirkan di kota, maka pedestrian harus untuk pedestrian. Tidak boleh untuk parkir,a�? tegasnya.

Apalagi untuk digunakan berjualan oleh PKL. Pemerintah tak boleh menawar soal dua hal ini. Terutama di jalan Selaparang yang selama ini amburadul.

Bukan tanpa sebab kuat PKL dan parkiran tak boleh lagi di sana. pemilihan material bangunan yang akan digunakan menata pedestrian jalan menggunakan bahan yang rentan retak. “Kita akan gunakan andesit bakar di sana, kalau digunakan untuk parkir, tentu bisa dibayangkan apa yang akan terjadi,a�? ujarnya.

Sentuhan menarik lainnya juga akan dilakukan pada bak sampah, pot gantung, lampu taman, dan lain sebagainya. Sederhananya kawasan akan dibuat seindah kawasan Malioboro.

a�?Kami akan coba agar kawasan bisa seperti di Malioboro,a�? jelasnya.

Mengadopsi cara kawasan Malioboro, Satker pun berharap pemeritah bisa menyiapkan lahan khusus sebagai kantong parkir. Pada akhirnya penataan ini diharapkan dapat mengubah kawasan ekonomi Cakranegara menjadi daerah ikonik baru bagi Kota Mataram.

a�?Tapi tanpa dukungan OPD rencana ini saya rasa tidak akan bisa berjalan lancar,a�? ujarnya.

Plt Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sempat termenung. Ia terlihat gamang dengan keharusan pemerintah untuk menertibkan PKL dan para juru parkir yang jumlahnya nyaris tak terkendali.

a�?Jadi kalau soal berkenan, tentu kami berkenan. Malah berkenan banget,a�? celetuk Mohan kemudian.

Tapi kemudian Mohan mengakui persoalan ini tidak mudah. Beberapa kali upaya penataan, rekayasa lalu lintas, dan penertiban hasilnya tidak pernah bisa maksimal.

Ia bisa mengaku sangat memahami karakteristik kawasan ini. Kapan arus di tempat itu lancar dan kapan pula sangat krodit.

Begitu juga soal PKL dan jukir yang tiba-tiba menyemut ketika bulan puasa tiba. a�?Belum lagi soal PKL yang sudah lama di sana, pemilik toko (yang ketempatan berjualan) tidak bisa berbuat banyak,a�? cetusnya.

Tapi Mohan berdalih ia bukannya sengaja membiarkan persoalan ini. Setidaknya kondisi jalan saat ini masih memungkinkan untuk dilalui kendaraan sehingga tidak benar-benar macet total. “Setidak-tidaknya untuk saat inilah,a�? imbuhnya.

Sementara untuk parkiran, Mohan mengaku masih bingung. Persoalannya Pemkot tidak ada lahan kosong di sana. Begitu juga untuk ketersediaan lahan di kawasan cakranegara yang bisa dimanfaatkan sebagai kantong parkir. Jika ingin mengadopsi kawasan Malioboro. “Lahan kantong parkir ini kita sewa di mana ya?a�? celetuknya.

Namun ia menjamin motivasinya tidak akan kendor. Terutama pada dua isu utama ini. Meski ia akui persoalan ini tidak akan mudah diselesaikan. Salah satu yang akan ia tawarkan yakni dengan mencoba meminta satker mengerjakan kawasan di jalan Hasanudin Cakranegara.

a�?Saya rasa di sana belum se-krodit di jalan yang lain, seperti di Selaparang atau AA Gede Ngurah,a�? harapnya.

Mohan pun bersiap membentuk tim. Guna memastikan kawasan Hasanudin Cakranegara bisa steril dari parkiran dan PKL. Tim inilah nantinya yang akan melakukan sosialisasi dan pembinaan pada para PKL dan Jukir di sana untuk tidak lagi menggunakan kawasan itu.

Sementara itu Camat Cakranegara M Salman Rusdi mengaku senang dengan adanya rencana dari satker. Tapi senada dengan yang disampaikan Mohan, ia pun melihat persoalan penertiban ini bukan pekerjaan mudah.

a�?Kalau di jalan Hasanudin itu memungkinkan, tapi kalau di Selaparang ini yang jadi masalah,a�? ujar Salman.

Sementara di jalan AA Gede Ngurah ia masih melihat peluang para PKL dan jukir untuk ditertibkan. Tapi dengan syarat mereka tidak dilarang berjualan di sana.

Para PKL dan jukir ia yakini masih mau untuk sekedar mengikuti aturan seperti, penataan gerobak PKL agar dibawa masuk ke dalam. “Belum lagi ada cidomo sering parkir di sana, tapi saya rasa ini masih bisa ditangani,a�? yakinnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka