Ketik disini

Headline Metropolis

Satpol PP Terkesan Pilih Kasih, Garang di PKL, Lembut Hadapi Pengusaha Hiburan

Bagikan

MATARAM-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram pimpinan Bayu Pancapati menunjukkan dua sikap ketika menertibkan para pelanggar peraturan daerah (perda). Untuk pelanggar Perda dari kalangan pedagang kaki lima (PKL) Bayu dan anggotanya garang bukan main. Lapak-lapak pedagang langsung diangkut. Meski ada teriakan, tangisan, dan perlawanan dari PKL, Satpol PP tak peduli.

Namun, saat menghadapi pelanggar aturan dari pengusaha hiburan, seperti Spa, Salon, dan Karaoke, Bayu terkesan memble. Sikapnya lemah lembut. Kedatangan anggota berseragam cokelat muda ini pun seperti seorangA� tamu. Ada canda tawa. Tak jarang ada minuman dan makanan ringan yang disuguhkan oleh pengusaha yang didatangi.

Kalau tidak percaya, lihatlah foto-foto anggota Satpol PP saat menertibkan PKL di di Eks Pelabuhan Ampenan yang melanggar aturan. Dan, lihat juga foto Satpol PP bersama tim dari dinas terkait mengunjungi Spa Ayodya. Sangat jomplang.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Padahal, dua pelaku usaha ini sama-sama melanggar aturan. PKL tidak menempati lapak yang sudah disediakan pemerintah. Sementara Ayodya, izin usahanya tidak ada atau sudah kedaluwarsa.

Sikap Satpol PP ini menimbulkan pertanyaan besar dari masayarakat. a�?Kok gitu ya. Kalau pengusaha Spa kok usahanya tidak ditutup langsung. Sementara PKL lapak mereka, rombong mereka diangkut begitu saja,a�? kata Sri Hartini, salah satu warga Mataram.

Hal senada diungkapkan Arman. Warga Cakranegara ini mengaku menjadi kurang respek dengan Satpol PP. Padahal, ia menaruh harapan besar ketika Bayu Pancapati dilantik menjadi pimpinan di OPD tersebut.

a�?Saya kira Pak Bayu berani menertibkan Spa plus-plus yang sudah menjadi rahasia umum itu. Ternyata sama saja. Ini belum lho kita bicara soal karaoke keluarga yang menyediakan patner song (PS). Belum lagi soal minuman keras dan lain sebagainya. Ini baru soal SPA, tapi kok begini,a�? sesalnya.

A�Bina Salon dan Spa

Menanggapi itu, Kasatpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati menjamin pengawasannya tidak akan pernah kendor. Ia menduga dari hasil investigasi menurunkan Satpol PP berpakaian preman kemarin, tempat Salon dan Spa itu memang sengaja meniadakan layanan itu lagi. Karena ciut oleh pemberitaan Koran ini beberapa hari terakhir. a�?Ya efeknya luar biasa sekali,a�? tuturnya.

Bayu mengatakan dirinya sebenarnya ingin langsung menindak. Dengan menurunkan anggota berpakaian preman. Sesuai dengan arahan Plt Wali Kota untuk membrangus Salon dan Spa. Hanya saja meski tempat itu sudah 100 persen pernah memberi layanan plus-plus, tidak serta merta ditindak.

a�?Kita tidak bisa tindak berdasarkan dugaan-dugaan atau informasi dari orang lain, tapi harus ada buktinya,a�? cetusnya.

Tapi upaya untuk memergoki ini, rupanya tidak semulus yang diharapkan. Tempat yang biasanya menyediakan layanan itu rata-rata berkilah dan menolak untuk memberikan layanan a�?tambahana�?.

a�?Padahal sudah biasa di sana melayani, tapi saat turunkan tim mereka bilang ndak ada seperti itu,a�? terangnya panjang lebar.

Menurutnya, situasi ini sudah sangat bagus. Langkah selanjutnya yang telah ia rencanakan yakni akan memanggil para pengusaha Salon dan Spa. Mendorong agar mereka membuka usaha dengan cara yang benar. Tidak nekat main kucing-kucingan melawan pemerintah.

a�?Kita akan panggil dan akan kita bina agar Salon dan Spa ini bisa lebih baik lagi,a�? tandasnya.

Pak Camat Tidak Tahu

Terpisah, Camat Mataram Hariadi mengaku belum pernah sama sekali terima laporan soal adanya Spa plus-plus di wilayahnya. Mantan Camat Sekarbela ini mengatakan jika yang di maksud adalah menjamurnya tempat Salon dan Spa, ia tak menampik. Menurutnya ini adalah konsekuensi Mataram tumbuh menjadi daerah yang berkembang pesat. a�?Tetapi positif lah kita pikir selama ini,a�? kata Hariadi.

Ia pun bisa memahami jika Salon dan Spa itu banyak yang tidak berizin. Karena selama ini kehadiran mereka untuk menjawab pesatnya pembangunan dan minat pariwisata yang terus menggeliat. Tetapi ia berharap mereka tidak dipaksa ditutup.

a�?Tapi tentu kita bisa bina mereka bersama dinas terkait seperti Kesehatan, Tenaga Kerja dan Pariwisata, dan Perizinan (DPMPTSP, Red)a�? imbuhnya.

Namun untuk Salon dan Spa plus-plus, ia meyakinkan dirinya selama menakhodai Kota Mataram belum pernah terima laporan soal ini. Ia bahkan sempat berkoordinasi dengan Lurah Pagesangan Timur, tapi laporan yang ia terima juga tidak ada. a�?Saya pernah tanya Bu Lurah (Pagesangan Timur), belum ada pak camat kata dia,a�? tuturnya.

Tapi jika benar ada tempat Salon dan Spa seperti itu dan terbukti, Hariadi tegas meminta agar kawasan itu tempat itu ditutup. Menurutnya tidak ada kompromi untuk pelanggaran berat. Karena pertama tidak mengantongi izin. Persoalan kedua, berani menyalahgunakan tempat untuk perbuatan yang secara tegas dilarang di Kota Mataram. a�?Kita berharap bisa langsung ditutup,a�? tegasnya.

Karaoke Udayana

Selain masalah spa esek-esek, sejumlah lapak di Taman Udayana juga menjadi sorotan masyarakat Kota Mataram. Hal itu dikarenakan, beberapa lapak disinyalir melanggar aturan pemerintah. Yakni mengubah lapaknya menjadi usaha hiburan karaoke dan live music.

Sebelumnya pada beberapa minggu yang lalu, Satpol PP Kota Mataram bersama beberapa lurah yang berada wilayah Taman Udayana memberi peringatan kepada pemilik usaha. a�?Kami pastikan empat usaha karaoke dan live music yang ada di Udayana akan kami sterilkan,a�? kata Bayu Pancapati kembali menebar janji.

Menurut Bayu, pengusaha karaoke dan live music yang ada di taman tersebut tidak akan diberikan toleransi. Hal itu disebabkan para pengusaha kerap tak mengindahkan teguran Satpol PP.

a�?Kita tidak lagi berikan teguran, langsung tindak saja. Saya sudah mengingatkan kepada para lurah, agar tidak memberikan toleransi kepada mereka baik dengan alasan apa pun,a�? tegasnya.

Bayu menjelaskan, Taman Udayana hanya boleh digunakan para pedagang kecil dan tempat rekreasi masyarakat. Bukannya untuk dijadikan sebagai lokasi karaoke. a�?Kalau ingin karaoke dan senang-senang, sana pergi saja ke Senggigi. Peringatan ini adalah yang terakhir, nanti biar mereka berurusan dengan pihak pengadilan saja,a�? tutupnya. (tea/zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka