Ketik disini

Metropolis

NW Pecahkan Rekor Muri di Hari Jadi ke-65

Bagikan

MATARAM-Peringatan hari jadi yang ke-65 Sabtu (3/3) lalu, sangat spesial bagi segenap warga Nadlatul Wathan (NW). Sebab, di perayaan tahun ini,A� NW berhasil menyabet Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori pencapaian paling banyak berhizib dengan angka peserta mencapai 44.675 orang.

Seritifikat Muri tersebut diserahkan M Yusuf dari tim Muri dan diterima langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Hj Siti Raehanun Zainuddin Abdul Madjid. Penerimaan penghargaan didampingi Ketua Dewan Mustasyar PBNW TGH LL Gde M Ali Wire Sakti Amir Murni Lc,A� Ketua Wilayah Nahdlatul Wathan NTB Raden Tuan Guru Bajang (RTGB) Kyai H M Zainuddin Atsani, dan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda NW LL Gde Syamsul Mujahidin yang juga Anggota DPR RI.

Ketua DPW NWA� RTGB Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani menjelaskan, hari jadi NW tahun ini memang didesain secara khusus. Diwujudkan dengan diadakannya pembacaan hizib serentak secara nasional. Serta festival Hadroh yang tujuannya mendorong kreativitas pelajar terutama sektor keagamaan agar tumbuh kreatif.A�Bagi Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani, hari jadi tahun ini juga bisa sebagai sarana konsolidasi dan silahturahmi antar pengurus.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Sekretaris Pengurus DPW NW DR HA�Fahrurrozi Dahlan, MA mengungkapkan, rekor muri berhasil diraih setelah seluruh jamaah NW melaksanakan pembacaan hizib. Tidak saja di Lombok, tapi juga diikuti serentak oleh seluruh jamaah NW yang tersebar di seluruh Indonesia. a�?Ini sesuai instruksi dari Pengurus Wilayah NW, pembacaan Hizib secara serentak nasional,a�? katanya.

Rekor diraih setelah kerja keras panitia yang mempersiapkan sejak awal sarana prasarana, sehingga juri dapat memberikan penilaian langsung.

Selain itu juga, Hadi NW tahun ini lebih berwarna karena dihadiri oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Asparagus, PP Muhammadiyah, PP Hai’ah Assafwah Almalikiyah, Danrem, dan sejumlah tokoh lainnya.

Di samping itu, terlihat juga H Moch Ali Bin Dachlan atau yang lebih dikenal sebagai Ali BD, tokoh pendobrak perubahan di NTB.

Pada kesempatan itu, Ali BD menyampaikan, ia sangat faham perjalanan dan perkembangan NW yang hingga kini sudah tersebar di seluruh Nusantara. Organisasi yang didirikan di Pancor, Kabupaten Lombok Timur oleh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang diberi gelar Tuan Guru Pancor serta Abul Masajid wal Madaris tanggal 1 Maret 1953 bertepatan dengan 15 Jumadil Akhir 1372 Hijriyah.

“Saya sejak lahir mengenal namanya NW dan tahu perkembangan NW dan luar biasa madrasahnya sudah tersebar di seluruh Nusantara,” ujar Bupati Lombok Timur non aktif tersebut.

Ali BD menutup pidatonya dengan ucapan dan doa. “Selamat hari jadi untuk Nahdlatul Wathan, saya ini orang independen, orang bebas, tidak ada kemajuan tanpa independen,a�? jelasnya.

Independen menurutnya sebuah kemajuan karena independen itu kebebasan dalam bertindak dan bebas dalam berbuat. a�?Tidak ada tekanan dari manapun dan apapun. Jadi saya bebas ngucapin selamat Harlah,a�? tandas Ali BD yang juga dikenal dengan sebutan Amaq Kake tersebut. (dit/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka