Ketik disini

Headline Metropolis

MFC Memang Keren!

Bagikan

PRAYA-Mandalika Fashion Carnival (MFC) dihelat di praya, Lombok Tengah, kemarin (5/3). Karnaval ini benar-benar meriah. Menjadikan hari benar-benar semarak penuh warna.

Konstum-kostum mewah nan wah disajikan para model dengan catwalk jalan raya sepanjang 1,9 kilometer. Masyarakat dan wisatawan asing dan nusantara berjubel sepanjang jalan menyaksikan karnaval yang menjadi rangkaian Parade Budaya Festival Pesona Bau Nyale 2018 yang puncaknya akan dirayakan dalam pesta rakyat di Pantai Seger, KEK Mandalika 6-7 Maret hari ini.

Ini adalah karnaval yang benar-benar berbeda. Sebab, karnaval tahun ini menampilkan kostum-kostum yang indah-indah. Total ada 64 kostum yang tampil dan membetot perhatian. Dan kemeriahan itu dilengkapi dengan penampilan parade budaya yang disuguhkan perwakilan 12 kecamatan di Lombok Tengah.

MFC ini mirip seperti Jember Fashion Carnival, yang merupakan karnaval paling kesohor di Indonesia. Bahkan salah satu yang dinantikan para wisatawan dari seluruh dunia.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Sekretaris Daerah Lombok Tengah HM Nursiah menyebutkan, tangan-tangan kreatif yang terlibat di karnaval MFC ini juga adalah tangan-tangan kreatif yang terlibat dalam JFC. Itu mengapa, ada warna yang sama, meski dengan skala berbeda dalam MFC yang dihelat di Praya.

Peserta karnaval memulai penampilan dari Lapangan Pacuan Kuda, tepat di jantung Kota Praya. Dari sana, peserta memutar ke jalan Jenderal Sudirman. Kemudian menuju panggung kehormatan di samping kantor bupati, atau jalan Gajah Mada. Dan penonton benar-benar membeludak.

Karnaval dibuka dengan penampilan budaya jajaran Polres Loteng. Kapolres Loteng AKBP Kholilur Rochman pun memimpin langsung penampilan budaya jajarannya tersebut. Kholilur sendiri, adalah perwira polri yang lama berdinas di Jember, didampuk sebagai koordinator MFC.

Hujan sempat mengguyur Kota Praya tatkala karnaval berlangsung. Namun, hal itu tak menyurutkan antusiasme para penonton dan penampil. Justru hujan malah membuat suasana kian semarak.

Sejak dimulai pukul 15.00 Wita, karnaval MFC baru berakhir pukul 17.15 Wita. Namun selepasnya, banyak penonton yang memilih enggan beranjak.

Yang paling membetot perhatian para warga, wisatawan asing dan nusantara adalah karnaval dengan tema Putri Mandalika. Legenda dalam masyarakat Suku Sasak ini ditampilkan begitu wah dan megah. Menaiki kereta, putri Mandalika tampil dengan gaun indah tiada dua. Dikawal pula para prajurit istana dan punggawa kerajaan.

Lalu di dekat Putri Mandalika, ada tujuh pangeran dengan pakaian yang tak kalah indah pula, berupaya menjadi yang terbaik untuk memperebutkan hati sang putri.

a�?Penampilan legenda Putri Mandalika inilah yang membedakan MFC dengan JFC,a�? kata Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal di lokasi karnaval.

MFC, kata Faozal, adalah arena untuk mengangkat, memperkenalkan, dan mempertahankan budaya-budaya yang dimiliki Suku Sasak. Salah satunya, legenda Putri Mandalika. Ke depan, karnaval ini dia pastikan akan menjadi agenda tahunan. Sehingga bisa menjadi salah satu agenda yang dinantikan para wisatawan asing dan wisatawan nusantara di NTB.

Pantauan Lombok Post, kemarin, sejumlah wisatawan mancanegara juga ambil bagian dalam karnaval ini. Salah satunya adalah rombongan wisatawan dari Tiongkok. Dan selain mereka, tampil pula delegasi Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Plt Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri mengakui bahwa pemerintah punya kepentingan untuk menjadikan parade budaya dan karnaval ini lebih semarak. Lebih meriah.

a�?Insya Allah, ke depan kita kemas lebih baik dan bagus lagi. Ditunggu saja,a�? kata Pathul Bahri.

Ia bahkan berkomitmen akan menyiapkan tim khusus yang akan ditugaskan belajar ke Jember dan Banyuwangi, untuk memastikan Lombok Tengah bisa memiliki dan menggelar karnaval yang tak kalah indah dengan dua daerah yang mempunya event karnaval terbaik di Indonesia tersebut. (dss/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka