Ketik disini

Politika

TGH Fathul Aziz Mustofa Umar: Ali BD Dekat dan Tahu yang Dibutuhkan Rakyat

Bagikan

SOSOK yang maju bersama rakyat, hadir untuk rakyat. Dekat degan masyarakat menjadi sosok Ali BD yang diungkapkan TGH Fathul Aziz Mustofa Umar, Pengasuh Pondok Pesantren Aziziyah Desa Kapek, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

Wajar kemudian calon gubernur independen ini mendapat dukungan masyarakat dan para ulama. Sosok pria yang identik dengan kaca mata hitam ini mendapat tempat tersendiri di hati para tuan guru yang ada di NTB.

“Saya kenal Ali BD pada saat beliau menjadi bupati yang pertama,” akunya dalam buku H Moch Ali Bin Dachlan di mata ulama dan sahabat karya TGH Abdul Latief.

Banyak ulama yang dikatakan TGH Fathul Aziz menceritakan padanya mereka banyak dibantu oleh Ali BD. Dia sering mendatangi masjid-masjid yang dibangun, kemudian memberikan bantuan. Ali BD diketahuinya orang yang bermasyarakat, dekat dengan masyarakat, khususnya masyarakat bawah.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

“Dan beliau memerhatikan kepentingan masyarakat. Oleh karena itu Ali BD adalah pemimpin yang bagus,” ucapnya.

Dijelaskan TGH Fathul Aziz terdapat sebuah hadits tentang masalah kepemimpinan. a�?Sebaik-baik pemimpin kalian itu adalah orang-orang yang kalian cintai dan dia mencintai kalian. Masyarakat mendoakan mereka dan pemimpin itu juga mendoakan masyarakat,” jelasnya.

Untuk persoalan zakat dikenal Amirul Mukminin yang paling adil adalah Umar Bin Abdul Aziz. Dia itu orang yang mewajibkan zakat profesi itu sendiri. Sehingga bagaimana pada masa umar bin Abdul Aziz itu barangkali bisa sedikit demi sedikit sedikit di masa sekarang.

“Dan, alhamdulillah, Ali BD sudah melakukan apa yang sudah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin terdahulu di zaman Rasulullah SAW,” terangnya.

Karena itu, ia mengaku setuju, Ali BD dicalonkan sebagai Gubernur NTB. Selama itu untuk kepentingan masyarakat, ia berharap Ali BD bisa menerima amanah itu. Dan tentu masyarakat NTB sangat merindukan pemimpin yang bisa melihat masyarakat itu dengan seadil-adilnya.

“Artinya, tidak membedakan antara yang satu dengan yang lainnya,” pungkasnya. (ton/r8/*)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka