Ketik disini

Headline Metropolis

Global Hub Tak Tunggu Uang Pusat, Investor Rusia dan Belanda Sangat Serius

Bagikan

MATARAM-Rencana pemerintah mengembangkan Global Hub Kayangan dipastikan tak akan menunggu kucuran uang dari pemerintah pusat. Pemerintah meyakini Global Hub bisa berjalan saat ini dengan investasi murni dari swasta. Kendati pengembangannya membutuhkan investasi sedikitnya Rp 150 triliun.

Bupati Lombok Utara H Najmul Ahyar di Mataram kemarin (7/3) mengemukakan bahwa saat ini sudah ada investor dari Rusia dan Belanda yang sudah sangat serius berinvestasi di Bandar Kayangan tersebut.

Investor dari Rusia berniat membangun kilang minyak di sana. Sementara investor Belanda akan berinvestasi di sektor pelabuhan.

a�?Ini (dua investor) yang sudah kelihatan sangat aktif berkomunikasi,a�? kata Najmul di Mataram, kemarin (7/3).

Karena itu, saran Menteri Bappenas Bambang Brojonegoro yang meminta pemerintah menggandeng badan usaha menurutnya sudah mulai dilakukan.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ order=”desc”]

Dalam konsep pengembangannya, kata Najmul, Global Hub menggunakan investasi murni. Karena itu, selain menyediakan tempat, pemerintah daerah bersama PT Bandar Kayangan Internasional, pihak pengelola kawasan ini akan terus mencari investor.

a�?Semua kita sedang bekerja,a�? kata Najmul.

Bandar Kayangan sendiri adalah sebuah kawasan terintegrasi di Kayangan, Lombok Utara. Kawasan ini rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 6.000 hektare. Sebanyak 600 hektare akan menjadi central business district, 1.800 hektare untuk kawasan industri, 600 hektare untuk pelabuhan dan 3.000 hektare untuk kawasan permukiman.

Pengembangan kawasan memerlukan waktu 20 tahun dengan investasi sedikitnya Rp 150 triliun. Untuk pelabuhan sendiri dibutuhkan investasi sedikitnya Rp 15 triliun.a�Z

Pelabuhan tersebut diyakini akan menggantikan peran penting Pelabuhan Singapura, salah satu pelabuhan ternama dan sangat sibuk di Asia saat ini.

Pelabuhan Bandar Kayangan terletak di Alur Laut Kepulauan Indonesia II yang membelah selat Lombok. Kelak, Pelabuhan Bandar Kayangan akan mampu melayani kapal-kapal raksasa yang panjangnya bisa mencapai 500 meter, atau lima kali panjang lapangan sepakbola.

Peluang ini sangat terbuka, mengingat kapal-kapal kargo ke depan trend ukurannya memang kian besar. Sementara tak banyak pelabuhan di dunia yang mampu menampung kapal raksasa seperti itu. Karena memang tak banyak tempat yang secara alami bisa menjadi pelabuhan dengan daya tampung seperti itu.

Nah, Bandar Kayangan, adalah tempat yang secara alami mampu. Sementara Selat Lombok saat ini juga menjadi salah satu selat penting untuk jalur pelayaran kapal-kapal kargo internasional yang membawa barang dari dan ke Australia. Saat ini, sedikitnya 40 kapal-kapal kargo tersebut melintas setiap hari di Selat Lombok.

Pembebasan Lahan Sudah Mulai

Pemerintah daerah sendiri kata Najmul saat ini terus menyosialisasikan ke masyarakat rencana pengembangan Global Hub. Kemudian tim di Jakarta sedang menyelesaikan seluruh proses perizinan di kementerian. Sehingga tahapan yang sudah ditetapkan bisa terlaksana baik.

Pemkab sendiri kata Najmul memahami, jika dinilai dalam skala prioritas, dibandingkan KEK Mandalika, jelas Global Hub Kayangan nomor dua. Tetapi ia yakin pemerintah pusat tetap menjadikan Global Hub sebagai salah satu prioritas pembangunan. Buktinya, dalam RTRW Nasional, Global Hub Kayangan masuk sebagai kawasan andalan nasional.

a�?Pasti dia menjadi prioritas karena dibuatkan dalam bentuk Keputusan Presiden,a�? katanya.

Tindaklanjutnya, pemerintah KLU dan Provinsi NTB sedang dalam proses mengubah Perda RTRW. Menyesuaikan dengan Keputusan Presiden terkait peruntukan lahan yang akan digunakan. Tim pembebasan lahan juga sudah dibentuk, tapi bukan pemerintah daerah yang akan membiayai.

a�?Kita hanya menyiapkan regulasinya saja,a�? katanya.

Secara terpisah, Kepala Badan Perencanaan, PenelitianA� dan Pengembangan Daerah NTB H Ridwan Syah menjelaskan, saat ini memang belum ada perubahan Perda RTRW baik di provinsi dan Lombok Utara yang mengakomodir Global Hub Kayangan.

Namun, Ridwan menegaskan, mega proyek Global Hub Kayangan sudah mendapat rekomendasi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang sebagai kawasan strategis nasional. Dengan demikian, pembangunan sudah bisa dilakukan tanpa perubahan Perda RTRW.

Menurut Ridwan, rekomendasi Kementerian ATR itu akan menjadi dasar hukum pemberian izin lokasi pembangunan. Melengkapi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2017 tentang RTRW Nasional.

Ia menjelaskan, rekomendasi itu sangat penting. Sebab, investor butuh izin lokasi untuk berinvestasi. Sementara izin lokasi diterbitkan Bupati Lombok Utara bila lokasi itu sesuai peruntukan tata ruang. Sehingga pengembangan investasi di sana tidak perlu menunggu perubahan Perda RTRW provinsi maupun kabupaten.

a�?Sama persis seperti PLTGMU Lombok Peaker di Kota Mataram,a�? kata dia.

Kebijakan itu dilakukan guna mempercepat proses investasi masuk ke kawasan tersebut. Langkah selanjutnya adalah pembahasan lahan seluas 6.000 hektare. Tapi pada tahap awal yang dibebaskan hanya 300-500 hektare. Pembebbasan lahan menurutnya membutuhkan waktu dan biaya tidak sedikit.

a�?Progresnya ini sangat cepat,a�? katanya.

Pemprov menargetkan, paling tidak di 2018 ada peletakan batu pertama pembangunan. Apakah untuk kilang minyak, pelabuhan atau perumahannya. Untuk pembangunan pelabuhan, PT Bandar Kayangan Internasional sedang mengurus agar Menteri Perhubungan menetapkan status Global Hub Kayangan sebagai pelabuhan. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka