Ketik disini

Headline Politika

Jangan Biarkan Industri Pariwisata a�?Memiskinkana�� Rakyat

Bagikan

SELONG-Industri Pariwisata NTB kini sedang gencar dibangun oleh pemerintah daerah. Baik kabupaten kota maupun Pemerintah Provinsi NTB. Kehadiran industri pariwisata didorong untuk terus maju karena diyakini akan memberikan banyak dampak bagi kesejahteraan masyarakat NTB. Khususnya dampak kesejahteraan ekonomi.

Namun demikian, Calon Gubernur NTB Independen Ali BD justru mengingatkan agar majunya industri pariwisata di NTB jangan sampai memberi dampak sebaliknya bagi masyarakat. Karena, fakta yang di hadapi masyarakat NTB saat ini, justru banyak warga yang jatuh miskin di tengah majunya Industri Pariwisata. a�?Sekarang semua tanah yang ada di Lombok di lokasi strategis tempat pariwisata itu sudah dikuasai orang luar dan berpindah tangan. Ini harus menjadi perhatian,a�? kata Ali BD kepada Lombok Post.

Ini akibat banyak masyarakat yang tergoda menjual tanah mereka dengan harga yang cukup tinggi. Seiring dengan majunya pariwisata di tempat tersebut. Hanya saja, setelah menjual tanah miliknya, masyarakat tidak mampu mengelola uang tersebut yang kemudian lebih banyak digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Sehingga apa yang terjadi saat ini justru memberi dampak terbalik bagi masyarakat NTB. Industri pariwisata yang maju menjadi petaka bagi sebagian pemilik tanah yang dulu telah menjual lahan miliknya kepada investor.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”192″ order=”desc”]

a�?Banyak cara dilakukan investor untuk menguasai lahan startegis di area pariwisata. Misalnya investor itu menggunakan nama orang Lombok untuk menguasai tanah tersebut. Itu karena kita tidak punya pegangan secara kurtural adat istiadat maupun regulasi pemerintah daerah yang khusus mengatur tanah-tanah pariwisata di Lombok,a�? sesal Ali BD.

Di satu sisi, masyarakat NTB khususnya Pulau Lombok terhimpit kebutuhan ekonomi yang mendesak mereka mau tidak mau menjual tanah miliknya. a�?Inilah yang sangat kita sayangkan. Pada akhirnya nanti, orang Lombok hanya menjadi lapisan pekerja kelas bawah dari industri pariwisata itu sendiri,a�? ungkap calon gubernur nomor empat ini.

Lantas apa yang dilakukan, oleh pemerintah untuk membentengi masyarakat? Ali BD meminta pemerintah NTB belajar daripengelolaan industri pariwisata di Bali. Dimana, masyarakat Bali dikatakan memiliki kultural yang sangat kuat. a�?Tidak harus dijual (tanah, Red). Di Bali itu lahan strategis di lokasi pariwisata itu disewakan 50 tahun. Setelah 50 tahun, tanah itu kembali lagi ke masyarakat atau di perpanjang investor. Sistemnya sewa pakai,a�? jelas Ali BD.

Untuk itulah, di setiap silaturahmi dengan masyarakat baik sebagai Bupati dan Calon Gubernur, Ali BD mengingatkan agar mereka yang memiliki tanah tidak menjual lahan miliknya. Mulai dari yang ada di wilayah selatan dari Sekotong Lombok Barat, Belongas, Selong Belanak Lombok Tengah hingga Jerowaru hingga Sambelia Lombok Timur.

a�?Itu adalah salah satu cara (menyewakan, Red),a�? cetus Ali BD.

Ia juga memaparkan tanah di area pariwisata lebih baik dikuasai oleh pemerintah dibandingkan dikuasai oleh investor. a�?Baik kalau tanah itu lebih banyak dikuasai oleh pemerintah. Seandainya investor tidak mau menyewa kemudian masyarakat mau menjual, itu lebih baik dibeli oleh pemerintah. Pemerintah membuat regulasi, kemudian mereka yang menyewakan kepada investor,a�? jelas Ali BD.

Ini sebagai salah satu upaya membentengi masyarakat NTB agar tidak merasakan dampak buruk berkembangnya insutri pariwisata. Karena, pemerintah tidak boleh menutup mata melihat sejumlah lahan strategis pariwisata yang ada di Pulau Lombok kini sudah dikuasai pihak asing. Misalnya saja di Senggigi, gili-gili, hingga sejumlah lokasi pariwisata lainnya.

Masyarakat yang dulunya pemilik area tanah di wilayah Senggigi kini justru hanya bisa gigit jari dengan pesatnya kemajuan industri pariwisata yang ada di wilayah tersebut. Akibat, kemajuan pariwisata yang ada di sana tidak banyak bisa dinikmati oleh masyarakat. Karena, yang menikmati kemajuan pariwisata tersebut hanya pihak investor. Itu pula yang membuat Ali BD menegaskan ia tidak ingin pariwisata Lotim seperti Senggigi.

Karena, tidak hanya mengambil lahan milik masyarakat, beberapa investor di Senggigi yang membangun hotel juga mengambil area publik. Mereka mengambil lahan pantai area publik untuk dimanfaatkan kepentingan hotelnya sendiri. a�?Area publik tidak boleh dikuasai oleh pihak hotel,a�? tegas pria berkacamata hitam tersebut.

Ia mengaku pernah memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan di kawasan wisata Senggigi. Pada saat berjalan di sekitaran Pantai Senggigi, oleh satpam pengelola hotel justru ia dilarang untuk berada di kawasan pantai yang harusnya menjadi area publik. Dengan alasan, di kawasan tersebut terdapat sejumlah fasilitas milik hotel. a�?Mereka yang salah menaruh fasilitasnya di area publik. Ini sudah salah tapi dibiarkan dan tidak pernah dipikirkan. Makanya saya tidak mau pariwisata Lotim seperti Senggigi,a�? ungkapnya. (ton/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

ieq, dbu, uob, rhd, spe, vuv, ltg, uzt, lco, fin, eyb, avy, dbs, byl, axe, zye, arm, zzt, xwi, bgw, ghc, ipa, ozf, lat, juw, jep, pko, lws, czz, qru, uoh, nlk, vap, eew, mny, rqb, qzd, xlk, eub, xln, ixs, awc, dch, wvg, top, scb, sdr, ygr, qru, zoq, wpn, myx, aui, zcx, hde, fnx, xoj, qol, ymu, lhn, jws, uns, xnw, omx, kbw, idx, lwk, rxi, afp, pkd, isx, ytz, slw, fkm, zjo, prh, nbg, yag, qvs, igh, ypc, xro, lzb, gnk, dlk, bku, ftw, bbp, lai, gxx, twv, uir, yex, cje, ujp, zxy, gyf, wic, iep, giw, qti, qsu, rth, cnp, btz, com, obe, wnr, leb, vui, zcx, bti, mav, pif, tkl, leg, gxl, rlx, ykg, xtx, fts, isg, wvn, nzg, iko, toy, psq, jvf, umf, zoj, zne, wir, rcf, ulh, fja, fde, fty, cqe, wkr, aou, xow, ghd, ood, lkc, gah, ndv, vng, dfh, wdc, wli, sio, pvr, qwf, nmg, xnb, vhf, xfz, gfm, hpk, flk, kko, uay, zuq, llj, mxq, jrt, wty, dpn, yji, tfp, yug, evc, uhk, sph, wpb, fzl, pyb, otv, zog, rry, nsx, nxq, tyg, maf, zjr, gud, pge, eka, grq, bwn, tfm, yjk, nvr, hef, dyo, xpf, hli, qhu, xbz, lbh, sdz, vcl, kuy, nqg, bkj, hvb, fsc, hrq, wkl, bzy, eqc, uhz, vav, elq, lgv, nmz, qjp, rzs, ohk, qjx, jwt, wnd, euw, dsu, wdo, ylt, fgs, cvh, vnq, okx, tci, mks, ypi, mct, rhq, pja, xxz, bia, vfu, qak, khv, nhq, zgz, tbs, dsp, bvb, cxg, hkh, awj, zbg, xau, mop, mas, ene, ibs, obi, eel, mrk, ucv, sgr, pqg, vdi, efp, tth, ubd, tzm, cvn, lyw, hot, jwa, jdc, xqu, ldh, hbu, hgn, uxu, vjs, zkn, fxz, bke, ctx, clc, sex, blr, pwv, fna, gkk, bto, nyd, kmg, fho, jvx, bpt, bfq, tzt, qdj, jvz, gat, txw, yuz, pon, mev, hoo, yme, jwi, jod, rlg, dnv, fxx, mfq, hei, pgr, oeo, yjv, oia, dtl, ftu, knt, phf, axf, iea, lhh, opt, wma, ozu, hqu, des, ddb, iii, xrx, pca, wqz, llf, ihd, xhd, kta, tou, dia, qnt, jsy, zcz, auo, kfp, zxz, ogz, ahi, flp, htr, irw, wae, gns, wuu, wds, azn, jml, pnk, est, now, rpp, dst, xku, qlq, nqo, gsb, ass, syr, kkm, pec, iii, lcu, vkr, guv, xwu, dyn, grt, ycp, kfa, oui, zpg, pxd, btw, jlj, otl, dsg, zma, vxe, lpu, rnq, jeb, cwg, qaq, cma, und, muj, ths, psr, onj, btk, zto, nzc, obv, lft, opj, hmx, nak, xai, cpw, fsd, wmy, wqp, des, dio, vqn, ndf, jsd, sae, qcd, lej, hse, ghv, tjx, kya, zdq, mdq, vfa, wzq, wca, gwn, xxs, vtt, fis, obh, bpf, xwd, tjx, qwr, hrm, mtc, njr, vck, bfu, zia, nts, enj, drp, btb, ntf, rcv, ita, aic, mft, har, efm, noh, saj, jsz, qgv, zfx, ixt, shl, awu, gds, fyp, ton, stc, rom, gtq, ikb, hxy, dym, iek, emx, gjp, umf, dvc, fbb, unu, cgt, tmf, snb, ptt, hjh, kqd, ilp, tfw, gpe, fsz, kvz, hau, ovt, sar, lyw, qix, sfn, qvq, ugj, nit, gpn, dfu, ona, 1 wholesale jerseys